
"Apa - apaan ini Fizah?" tanya Abraham melihat semua ini.
Martin melihat Vivin dan Hafizah yang sedang sibuk dengan komputernya,dia melihat jari - jari Vivin yang dengan lihai dan terbiasa dengan tombol - tombol keyboard didepannya.
"sudah ketemu kak,Posisi terakhir paman ada di bandara, tapi aku gak tau mereka akan membawanya kemana?" ucap Vivin.
"Mereka akan membawa tuan ke Singapura." sahut Martin.
"Apa,Singapura?" ucap Abraham dan Hafizah bersama - sama.
Abraham yang mendengar kalau ayah mertuanya dibawa ke singapura dia langsung mengutus orang kepercayaannya untuk memcari keberadaan ayah mertuanya,tetapi ketika dia ingin menghubungi orang tersebut dihalangi oleh Hafizah.
"Mas,untuk kali ini biyar aku yang turun tangan sendiri." ucap Hafizah
"Apa sebenarnya motif orang itu,sehingga dia menculik ayah." ucap Hafizah dalam hati.
"Jangan Fizah,ini sangat berbahaya aku gak mau terjadi sesuatu kepadamu." tolak Abraham.
"Tolong mas,kasih kepercayaanmu kepadaku,aku kesana gak sendirian,aku di temani Vivin,iya kan Vin?" ucap Hafizah
"Jika kamu pergi,aku dan Martin akan bersamamu kita akan cari Ayah mertua bersama - sama." sahut Abraham "Ya sudah kalau gitu kita putuskan akan pergi bersama - sama." Ucap Hadizah.
"Vin.... Tolong berikan pakaian untuk tuan Martin dan persiapannya kita akan segera berangkat kesana, dan suruh orang untuk memberikan santunan kepada keluarga bik Sum aku gak mau keluarga bik Sum merasa kekurangan." ucap Hafizah.
"Baik Kak." Jawab Vivin.
"Mas pakai ini semua,mas pilih peralatan yang mas bisa gunakan." ucap Hafizah
Abraham memandangi Hafizah dengan seksama,tak terlihat lagi wajah lembutnya,tatapan matanya seperti malaikat pencabut nyawa yang siap untuk mencabut nyawa semua orang yang berani mengusik kebahagiaannya.
"Sebenarnya siapa kamu sebenarnya Fizah?benar kamu istriku,tapi kenapa aku merasa belum mengenalmu." ucap Abraham dalam hati.
Setelah semuanya sudah siap mengambil telp yang ada di saku bajunya, entah siapa Abraham tak tau.
__ADS_1
"Halo, Frans siapkan aku pesawat untuk penerbangan ke Singapura,aku akan segera berangkat kesana sekarang." ucap Hafizah.
Abraham yang khawatir dengan Hafizah,dia mencoba ingin membantunya,Hafizah yang hendak keluar dari kamarnya tiba - tiba tangannya ditarik oleh Abraham dan membawanya ke pelukannya.
" Apa kamu yakin tak perlu bantuanku,sesaat pelukan Abraham menenangkan perasaan kalut Hafizah, dia memandang wajah Abraham yang saat ini sudah menjadi suaminya,Hafizah tau jika saat ini suaminya sedang khawatir akan keadaanya.
"Makasih ya mas sudah mengkhawatirkanku, aku akan baik - baik saja,aku hanya ingin memberi pelajaran kepada orang - orang yang sudah mengganggu keluarga kita dengan kehadiran mas di sisiku saja itu sudah cukup membuat aku lebih semangat." ucap Hafizah.
"Kamu gak perlu berterima kasih,sudah kewajibanku untuk selalu setia menemanimu," ucap Abraham.
"Ayo mas,kita berangkat." ajak Hafizah
☆☆☆☆☆
Hafizah dan yang lainnya akhirnya sampai di Bandara,di sana sudah terlihat orang yang berbadan besar dan tampan menunggunya dan orang - orang di sekitarnya menundukan kepalanya ketika Hafizah datang.
" Apa semuanya sudah kamu siapkan?" tanya Hafizah
"Mana orangmu yang kau utus?" tanya Hafizah.
Frans melihat salah seorang yang berdiri tak jauh darinya, Hafizah mendekatinya dan tiba - tiba dia menyodorkan senjatanya ke kepala orang itu. Melihat Hafizah menyodorkan pistol kesalah satu pengawalnya Abraham dan yang lain kaget.
"Fizah apa yang kau lakukan?" ucap Abraham.
Ketika Abraham akan mendekatinya,Frans dan Vivin melarangnya,Vivin memberikan kode kepada kakak iparnya agar jangan ikut campur.
"Jadi kamu bagian penyelidikan di internasional yang bekerja denganku? apa informasi yang kamu dapat?" tanya Hafizah
Orang yang dihadapannya merasa takut,maaf nona untuk letak pasti tuan saya tidak bisa menemukannya,tapi saya sudah membuatkan janji dengan ketua mafia yang ada disana untuk membantu kita,tapi mereka menolak kita nona, sepertinya penculikan tuan besar ada ikut campur dari salah satu mafia yang ada di negri ini." ucap orang itu.
Hafizah tersenyu kepadanya bagus kerja bagus,tapi apa kamu tau jika aku tak suka dikecewakan?" tanya hafizah
" I - iya nona," ucap orang itu
__ADS_1
"Bagus kalau kamu mengerti" ucap Hafizah
Ketika Hafizah hendak meninggalkan orang itu tiba - tiba.
Dorrr..... Suara tembakan terdengar, dan ternyata Hafizah menembak orang suruhannya itu,dan orang yang tadi mengobrol dengan hafizah dia jatuh tersungkur ke lantai karena satu tembakan dari Hafizah mengenai pahanya.
"Itu hukuman buatmu karena sudah mengecewakanku." ucap Hafizah
"Terima kasih nona. " Kata - kata otu yang keluar dari mulut orang itu.
"Okw,kamu boleh istirahat diruma,Frans akan mengatur semuanya. Ucap Hafizah.
Hafizah kembali berjalan ke Frans,orangmu payah,lain kali cari anak buah yang lebih bagus lagi,urus orangmu,bawa ke rumah sakit segera dan lagi,kasih keluarganya santunan sesuai dengan hasil kerja kerasnya. Aku gak mau mantan karyawanku tidak puas denganku. Ucap Hafizah.
"Baik mona." Sahut Frans.
" Oh iya Frans? perkenalkan ini Abraham suamiku dan ini Martin Asisten dan sahabat suami saya.... Ucap Hafizah mengenalkan Abraham dan Marcel.
Frans menjabat tangan mereka sembari tersenyum kepada Abraham dan Martin.
"Frans... Tolong Hubungi ketua dari Naga terbang aku akan menemuinya sekarang.... Ayah sedang di daerah kekuasaanya,aku butuh bantuannya sekarang." ucap Hafizah.
Sedangkan Martin dan Abraham ketika mendengar Naga Terbang,dia kaget pasalnya yang dia tau kalau naga terbang itu adalah nama sebuah kelompok Mafia yang di takuti di Singapura.
Di dalam jet pribadinya ,Abraham memandangi Hafizah yang sedang duduk di sampingnya,dan dia memegang tangan Hafizah,sontak Hafizah yang dari tadi pandangannya ke arah luar pesawat langsung menatap Abraham.
Abraham yang melihat Hafizah memandangnya,dia langsungsung tersenyum.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Abraham
" Gak ada apa, Hanya saja aku takut mas,aku takut terjadi sesuatu dengan Ayah." ucap Hafizah.
"Sudah gak usah khawatir.... Kita akan sama - sama cari keberadaan ayah." Sahut Abraham.
__ADS_1