HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 19


__ADS_3

Setelah mendapatkan sedikit informasi bahwa salah satu penculik ayahnya berada di Bar xx bernama Samuel,Hafizah dan yang lain menyusun rencana agar bisa menemui Samuel,karena yang mereka denger Samuel orangnya susah ditemui akhirnya mereka memutuskan untuk datang ke Bar dengan penyamaran.


Malam hari di Bar xx terlihat ramai pengunjung,botol - botol miras berjajar rapi disetiap meja - meja,terlihat laki - laki yang sedang menikmati miras ditemani para wanita - wanita yang berpakaian minim bergelayutan di sampingnya,siapa lagi kalau bukan Samuel. Datang seorang manager bar tersebut diikuti oleh dua gadis berjalan di belakangnya.


"Maaf tuan,ini gadis - gadis ini memaksa melamar kerja sebagai pelayan disini." ucap manager tersebut.


Samuel melihat kedua gadis itu dengan tatapan heran,bagaimana tak heran dengan dadandan culun dan pakai kacamata tebal dan rambut di kepang dua. Kedua wanita yang berpenampilan minim itu tiba - tiba berdiri menatap kedua gadis culun itu.


" Haiii apa kalian gak berkaca dulu sebelum mau melamar kerja disini? dengan tampang jelek dan culun begini kalian mau bekerja disini? " Ucap ke dua wanita berpakaian mini itu dengan gelak tawa yang mengejek.


" Maaf tuan dan nona - nona,kami kesini cuma ingin melamar sebagai pelayan saja,kami berdua baru datang dari kampung, kami baru saja kecopetan,kami sangat butuh uang buat makan kita besok." Ucap salah satu gadis culun itu.


" Samuel berdiri menghampiri keduanya,Siapa nama kalian? " tanya Samuel.


" Nama saya Zazah (Hafizah) Tuan dan ini adik saya namanya Vina (Vivin). " jawab Hafizah.


" Ok,tempat kan kedua gadis ini sebagai pelayan sini,berikan baju seragamnya." ucap Samuel.

__ADS_1


" Terima kasih atas kebaikan tuan." ucap Hafizah dan Vivin bersamaan.


Hafizah dan Vivin berjalan mengikuti manager bar tersebut,sembari menatap kepada kedua pengunjung bar yang sedang duduk memandangnya,ya siapa lagi kalau bukan Abraham dan Martin.


" Apa gak apa - apa tuan kita ambil cara ini? Apa gak terlalu beresiko buat mereka berdua. " ucap Martin.


" Aku gak tau,tapi untuk sementara ini kayaknya kita akan sering ke sini untuk ngawasin mereka berdua. " Ucap Abraham.


Tak berapa lama Hafizah dan Vivin berganti pakaian dengan seragam kerja yang sudah di siapkan oleh pengurus bar.


Dari kejauhan Abraham melihat istri dan saudara iparnya bekerja sebagai pengantar minuman dan tak jaran mereka digoda oleh para lelaki hidung belang membuat Abraham mengepalkan tangan. Rasanya dia ingin sekali menghampiri dan menghajar para pria yang menggoda mereka.


" Iya kak cepetan ya. " Sahut Vivin.


Vivin yang sedang berdiri tak jauh dari meja Abraham dan Martin,sesekali melihat Martin dan Abraham di deketin dan di goda oleh para wanita penghibur.


Entah ada perasaan geram dan marah melihatnya martin sedang di goda oleh para wanita itu.

__ADS_1


Tanpa Vivin sadar,Martin pun melihat wajah Vivin yang tak bersahabat kepadanya,senyum devil menghiasi bibir Martin. Martin dengan sengaja meladenin godaan dari para wanita itu.


" Dasar laki - laki tak bisa melihat yang bening sedikit aja sudah keganjenan. " Ucap Vivin.


Hafizah yang sedang di toilet tak sengaja mendengar pembicaraan dari para wanita penggoda yang sedang membicarakan tentang Samuel yang sangat menyukai wanita cantik dan seksi,Hafizah berfikir keras agar bisa segera menemukan Ayahnya,kalau dia terang - terangan menanyakan langsung ke samuel langsung sama aja bunuh diri,bukan dia dapat info tentang ayahnya malah dia akan nambah masalah,ditambah lagi dia mesih belum tau motif apa si penculik itu membawa ayahnya.


-


-


-


-


-


**BERSAMBUNG.......

__ADS_1


Terima kasih karena dengan setia mengikuti terus update novel saya. Tolong bantu kasih semangat ya buat saya untuk dengan cara kasih LIKE , KOMENNYA dan jadikan NOVEL ini tervaforit. Terima kasih**.


__ADS_2