
Setelah sampai di rumah Abraham,Hafizah memarkirkan motor sport barunya ke Garasi,dia langsung masuk mencari keberadaan bu Dewi dengan maksud untuk berpamitan. Sebelum berpamitan dia memutuskan untuk mengemasi barang - barangnya terlebih dulu.
Di Kamar lain,Abraham yang duduk di sofa dari tadi dia terus memandangi Foto dirinya dan kekasihnya yang bernama Bella,mereka sudah menjalani hubungan sekitar lima tahun. Bella adalah seorang Model terkenal hingga kemanca negara,dia sekarang lagi di Amerika untuk mengajar karirnya.
Abraham merasa geram setelah mendapatkan berita dari orang suruhannya,jika dia di sana sudah memiliki kekasih baru. Dia melemparkan barang - barang yang ada di sekitarnya untuk melampiaskan kekesalannya.
"Bella,ternyata kamu selama ini bermain dengan laki - laki lain di luar sana, kamu menghianati cinta kita,bodohnya aku yang selalu setia menunggumu dan menantimu"
Abraham keluar dari kamarnya dengan mata yang memerah dan tangan yang berlumuran darah,karena beberapa kali dia memukul dinding kamarnya. Dia berjalan menuju kamar Hafizah. Tanpa mengetuk pintu Abraham membuka kamar Hafizah.
Hafizah yang sedang bersiap - siap ingin keluar menemani Abraham terkejut mendengar pintu kamarnya terbuka,untungnya dia sudah menggunakan pakaian dengan lengkap.
"Tuan kenapa kesini? aku baru saja ingin menemui tuan." ucap Hafizah sembari melihat keadaan Abraham yang berantakan dan matanya tertuju ke tangan Abraham yang berlumuran darah.
"Astaga tangan anda kenapa tuan?" tanya Hafizah sembari mengajak Abraham duduk di sofa di kamarnya. "Tunggu di sini ya tuan aku ambil kotak p3k dulu." Hafizah yang dengan telaten dia mengobati tangan Abraham.
Abraham yang mendapatkan perhatian dari Hafizah,dia terus memandanginya wajah cantiknya. Sesekali dia memegang dadanya sendiri.
"Kenapa setiap kali aku dekat dengannya jantungku selalu berdebar dengan kencang? aku tak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya,walaupun itu dengan Bella" ucap Abraham dalam hati.
"Kenapa kamu selalu menjaga dan merawatku dengan baik?" Tanya Abraham.
"Karena Anda adalah bos saya tuan,sudah tugasku untuk menjaga dan merawatmu" jawab Hafizah sembari tersenyum.
"Kalau boleh saya tau kenapa tangan anda bisa seperti ini,jika anda lagi ada masalah anda bisa cerita dengan saya,anggap saja saya teman anda" ucap Hafizah
Entah setan apa yang merasuki Abraham,tiba - tiba dia mendekat dan mencium bibir Hafizah,mata Hafizah melotot karena terkejut mendapatkan serangan mendadak,Abraham ******* bibir manis Hafizah berbeda dengan hafizah yang hanya diam mematung. Ini adalah ciuman pertamanya jantungnya berdebar sangat kencang.
"Maaf Fizah,bukan bermaksud aku untuk melecehkanmu,entah kenapa aku menjadi tak terkontrol seperti ini. Apa kamu mau memaafkanku dan masih mau menjadi temanku? aku janji gak akan ngulanginya lagi." ucap Abraham.
Hafizah yang baru mengalami ciuman pertamanya dia hanya terpaku dan tak memperdulikan ucapan Abraham.
"Fizah, Hafizah," panggil Abraham sembari melambaikan tangannya di wajah Hafizah sehingga membuat Hafizah tersadar dari lamunannya.
"Haaa,iya aku maafin tapi jangan ulangi lagi" sahut Hafizah dengan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus.
"Kamu kenapa Fizah?wajahmu kok memerah seperti itu?" tanya Abraham.
__ADS_1
"Ahhhh,masak wajahku memerah?" jawab Hafizah dengan memalingkan wajahnya.
"Jangan bilang ini ciuman pertamamu ya?" goda Abraham.
"Apaan sih tuan,udah ayo katanya tadi tuan mau ngajakin aku keluar" ucap Hafizah mengalihkan pembicaraan.
"Ya sudah ayo kita berangkat, kamu sudah siap kan? temani aku,aku lagi galau aku mau curhat,kamu mau kan dengerin ceritaku?" ucap Abraham.
Mereka berdua pun pergi,menuju ke sebuah Bar. Dimana dia sering datang jika pikirannya lagi kacau.
"Kenapa kesini tuan?" tanya Hafizah.
"Ini tempat biasa aku datangi ketika pikiranku kacau kamu cukup temani aku minum saja" ucap Abraham.
Merekapun memasuki bar itu,dan di sambut oleh pelayan yang bertugas di sana. "Selamat datang tuan lama tidak datang ke sini,anda mau pesan apa?" ucap salah satu pelayan di sana.
"Bawakan minuman seperti biasanya dengan gelas dua ya" ucap Abraham.
Abraham memandang Hafizah dengan dalam, "Fizah kamu tau gak kamu itu sangat cantik,dan bodymu juga seksi,kenapa kamu memilih jadi sekretaris dan Bodyguard? kenapa gak jadi model saja?" tanya Abraham.
"Karena saya menyukai pekerjaan ini" jawab Hafizah, mendengar jawaban Hafizah,Abraham hanya menganggukan kepalanya saja.
"Maaf tuan,saya tidak pernah minum seperti ini,tuan saja yang minum biar saya yang yang menjaga di sini." tolak Hafizah.
"Jadi kamu menolak ajakanku, katanya kita sudah jadi teman." ucab Abraham sembari meneguk minuman itu.
Hafizah melihat Abraham dengan sikap seperti itu,dia merasa ngeri sendiri. "Kayaknya Bos ku ini lagi ada masalah." ucap Hafizah dalam hati.
"Baiklah tuan kalau tuan memaksa,tapi sedikit saja ya." sahut Hafizah.
Abraham menceritakan semua masalahnya ke Hafizah,entah apa yang dia rasakan,dia merasa nyaman berada di dekatnya. Hafizah pun dengan sabar mendengarkan curhatan dari bosnya. "Fizah, jadi menurutmu aku harus bagaimana?" tanya Abraham.
"Kalau menurut saya,jika anda masih mampu untuk menjalani hubungan dengan dia ya terus aja jalanin, tapi kalau sudah tidak mampu,akhiri saja. Lagi pula tuan bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia." ucap Hafizah.
Abraham tersenyum melihat cara bicara Hafizah yang blak - blak an.
"Aku suka sikap kamu yang seperti ini Fizah,kenapa dari kemarin - kemarin kamu bersikap dingin kepadaku?" tanya Abraham.
__ADS_1
"Saya bukan bersikap dingin tuan,tapi saya berusaha bersikap profesional dalam bekerja" sahut Hafizah.
Saking Asiknya mereka tanpa sadar minuman yang tadi di pesan sudah habis.Abraham pun sudah mabuk.
"Tuannn, Bangunn, Ayo kita pulang." ucap Hafizah.
Hafizah yang panik meminta tolong kepada pelayan agar membantunya membawa ke mobil. Sekarang Hafizah mengambil kendali mobilnya,karena keadaan Abraham tak memungkinkan untuk membawa mobilnya.
"Fizahh, kita mau kemana ini?" tanya Abraham.
"Kita mau pulang tuan." sahut Hafizah.
"Jangan pulang ke rumah Fizah,aku tak mau mama melihat keadaanku seperti ini." Ucab Abraham.
"Terus kemana kita tuan?" tanya Hafizah.
"Terserah kamu saja." jawab Abraham.
Tanpa pikir panjang Hafizah membawa Abraham ke Apartemen yang tadi siang dia beli. dengan susah payah Hafizah membopong Bosnya menuju ke Apartemennya.
Setelah sampai di kamarnya Hafizah yang hendak membaringkannya Bosnya di Ranjang,tanpa sengaja dia ikut terjatuh juga.
Posisi Abraham yang di atasnya membuat jantung Hafizah berdegub kencang. Abraham yang melihat wajah Hafizah dengan jelas,tanpa sadar dia membelai wajahnya dan mencium bibir manis Hafizah untuk kedua kalinya.
"Fizah, jika kamu tak mengizinkanku untuk menyentuh tubuhmu,karena aku bukan suamimu,apakah kamu mau menikah denganku." Ucap Abraham yang terus menindih tubuh Hafizah.
Hafizah yang mendengar perkataan Abraham,sontak membuat wajahnya merah merona.dia mendorong tubuh Abraham ke pinggir dengan posisi terlentang. Karena Abraham yang sudah mabok parah dia tak sadarkan diri dan terlelap tidur.
"Gila ni Bos, kalau mabuk ngomongnya ngelantur buat orang baper aja mana asal nyosor aja, baru berapa jam yang tadi janji eh sekarang di ulangi lagi." ucap Hafizah.
Sesekali dia memandang wajah bosnya,dia memperhatikannya dengan seksama.
"Baru kali ini aku lihat wajahnya dengan jelas,ternyata dia cakep banget. Pantesan setiap aku jalan ama kamu semua cewek melihat aku dengan sinis." Ucap Hafizah.
"Ya udah lah malam ini kita tidur satu kamar,bedanya kamu tidur di ranjang dan aku tidur di sofa, oke selamat malam bos mesum." lanjut Hafizah.
**BERSAMBUNG........
__ADS_1
LIKE LIKE LIKE
KOMEN.... KOMEN....KOMEN**....