
Setelah Mengetahui keberadaan dimana sang ayahnya sekap, Mereka pun berangkat ke lokasi untuk misi penyelamatan sang ayah.
Tak jauh dari tempat penyekapan pak Har,Hafizah dan yang lain memutuskan untuk memantau keadaan tempat yang akan mereka serang. Dari lantai dua Martin memantau dengan menggunakan teropong yang mereka bawa.
"Tuan saya lihat ada dua orang yang menjaga di depan...." Ucap Martin.
Hafizah mengangkat senjatanya mencoba melihat melalui teropong yang ada disenjatanya.
" Kalian cepat turun lah aku yang akan mengurus ke dua penjaga itu dari sini,aku akan menyusul. " Ucap Hafizah.
" Fizah aku akan bersamamu. Aku gak mau kamu kenapa - napa. " ucap Abraham yang khawatir dengan sang istri.
" Mas susul mereka berdua,aku gak akan apa - apa,Hati hati Aku sangat mencintaimu. " Ucap Hafizah sembari memberi Ciuman di bibir suaminya agar suaminya merasakan ketenangan sejenak Abraham membalas ciuman sang istri. Dan Kemudian dia pergi menyusul Martin dan Vivin.
Hafizah yang tak mau buang waktu dia kembali memantau kedua penjega itu tanpa pikir panjang ketika sinar laser dari senjatanya mengenai sasaran Hafizah lengsung menarik pelatuknya.
Cwiiizzzz....
__ADS_1
Cwiiizzzz.... ( Anggap aja begitu ya bunyinya )
Dengan cepat Hafizah menembak kedua penjaga gerbang itu,tanpa di ketahui oleh penjaga yang lain karena senjata api yang di gunakan Hafizah sudah di pasang peredam suara, dari kejauhan Hafizah memberikan kode jika penjaga gerbar sudah beres. Abraham dan Martin menarik mayat penjaga itu ke tempat lain. Dengan mengndap - endap mereka memasuki lokasi penyekapan itu. Abraham memberi kode kepada martin agar Martin dan Vivin menyerang sisi kiri dan Abraham ke sisi kanan.
Melihat semua sudah beraksi Hafizah langsung loncat ke bawah dari tempatnya sekarang yang berada di lantai dua dan mendarat dengan sempurna. Bukan hal yang sulit buat dirinya untuk melakukan hal itu.
Dia langsung menyusul yang lain. karena penyerangan ini sudah mereka rencanaka jadi Hafizah sudah tau pergerakan Abraham dan yang lain,Hafizah menyerang dari arah depan.
Hafizah melihat pintu besar di hadapannya tertutup,ketika ingin membuka pintu itu ternyata tidak terkunci,dengan hati - hati Hafizah masuk keruangan itu.
Di tempat lain Martin dan Vivin yang menyerang bersama - sama. Martin yang berada di depan melihat ada tiga orang penjaga yang sedang stanbay dari arah depan.
Vivin yang notabennya orang yang tidak sabaran,dia menghembuskan nafasnya dengan kasar dan memasan wajah kesal kepada Martin.
Vivin berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh Martin di depannya, ketika para menjaga melihat ke arah Vivin, dia berlari mendekati mereka dengan cepat kaki Vivin meraih leher salah satu penjaga langsung menguncinya dan memberikan pukulah ke penjaga tersebut dititik syarafnya sehingga penjaga itu langsung jatuh tak sadarkan diri, menyadari penjaga itu akan jatuh ke lantai Vivin langsung melepaskan kunciannya dan langsung menyerang kedua penjaga yang lainnya,ketika salah satu penjaga akan menyerangnya dengan cepat tangan Vivin menangkis serangan dan menarik tangan penjaga tersebut ke bahu kanannya,dengan sekuat tenaga dia membanting tubuh penjaga itu dengan keras ke lantai, lalu diberikan pukulan cepat sehingga penjaga itu tak bisa apa - apa. Vivin mengeluarkan alat penyengat listrik yang dia bawa tadi dan ketika penjaga yang lain hendah menyerangnya dengan gaya sleding Vivin merosot kebawah melalui sela - sela kaki penjaga itu,seketika dia sudah berada tepat dibelakang tubuh penjaga itu, Vivin dengan santai menempelkan alat penyengat listrik yang dia bawa ketubuh penjaga itu sehingga penjaga itu merasakan sengatan listrik dan jatuh.
Martin yang saat itu melihat aksi Vivin hanya bisa tercengang dengan tangan masih memegang senjata apinya.
__ADS_1
" Buset dah,rencana mau buat dia kagum ama aku,malah aku yang di buat tercengang dengannya. " Ucap Martin dalam hati.
" Haiii.... kenapa kamu masih melongo aja di sana...Ayo..." Ajak Vivin.
" E - - Iya ayooo, buset dah kamu ternyata kamu jago juga ya bela diri, 11 , 12 , ya dengan nyonya aku kira cuma nyonya Fizah aja yang jago berkelahi,ternyata kamu juga keren.." Ucap Martin.
Mendapat pujian dari Martin membuat pipi Vivin yang putih menjadi merona. Tak mau terlena dengan pujian Martin dia langsung mengalihkan pembicaraannya.
" Udah ngomongnya? kalau sudah ayo kita masuk dan cari keberadaan paman. " ucap Vivin kepada Martin.
-
-
-
**BERSAMBUNG.....
__ADS_1
Oke cukup di sini dulu ya ceritanya,jangan kupa suport dan dukung saya dengan cara LIKE,KOMENTAR DAN VOTE NOVEL INI YA. TERIMA KASIH**.