
Erik melihat Hafizah / Sarah yang sedang tertidur,dia merapikan rambut Hafizah yang menutupi wajah cantiknya.
" Maafkan aku sayang,aku harus melakukan ini, mungkin itu sangan menyakitkan buatmu tapi aku tak ada cara lain agar aku bisa hidup denganku, aku gak mau kamu pergi dari hidupku,aku sangat mencintaimu. "
Hafizah mulai membuka kedua matanya.
" Mas Erik??? " Panggil Hafizah.
" Kamu sudah sadar sayang? Apa kepalamu masih sakit? " Tanya Erik.
" Aku gak apa - apa ,cuma tadi aku sempat bermimpi yang aneh ya? " Ucap Hafizah
" Sudah kamu jangan terlalu banyak berfikir,kamu istirahatdulu aku ada urusan untuk berapa hari ini,kamu baik - baik di rumah ya. " Ucap Erik sambil membelai wajah Hafizah.
Hafizah menjawab dengan anggukan kepala saja.
☆☆☆☆☆
Di kantor Abraham sedang marah - marah,karena orang suruhannya sampai saat ini belum bisa menemukan istrinya.
Tok... Tok...Tok...
" Masuk.." Ucap Abraham.
Martin masuk,melihat wajah para pengawal yang babak Belur.
Martin mengisyaratkan agar para pengawal meninggalkan ruangan itu,dan para pengawal itu langsung meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
" Kenapa denganmu? kenapa kamu melampiaskan kekesalanmu kepada orang - orang itu ? " Ucap Martin. ( Berbicara sebagai teman )
" Dia bekerja tidak becus. " Ucap Abraham.
Abraham mengacak rambutnya sendiri karena Frustasi dan memijat kepalanya sendiri.
" Apa kamu sudah dapatkan informasi tentang Istriku? " Tanya Abraham.
" Belum ada kabar sama sekali. " Jawab Martin.
" Aku bingung,harus berapa banyak orang lagi,yang aku kerahkan untuk mencari keberadaan Fizah? " Tanya Abraham.
" Tapi aku menunut informasi yang aku dapatkan berapa hari yang lalu Erik terlihat Surabaya. " Ucap Martin.
" Benar juga,kita selama ini belum pernah terpikirkan untuk mencarinya di daerah sana,Suruh orang untuk mencarinya daerah sana. " Perintah Abraham
" Bik...." Panggil Hafizah yang melihat pelayannya menyiapkan masakan di dapur.
" E - - Nyonya Sarah,bagaimana keadaan nyonya? " Tanya kepala pelayan.
" Aku sudah baikan Bik..." Jawab Hafizah / Sarah.
" Nyonya mau kemana?..." Tanya Pelayan.
" Aku mau keluar jalan - jalan bik. " Ucap Hafizah.
Hafizah yang merasa bosan diam terus di rumah dia memutuskan untuk keluar jalan - jalan ke suatu pantai yang berpasir putih yang terkenal di Jember ( Watu Ulo ).
Selama Hafizah tinggal dengan Erik,dia lupa akan masa lalunya dan dia juga berganti nama Sarah. Bukan cuma sebutan nama saja yang Erik rubah tetapi semua identitas Hafizah dia rubah oleh sebap itu Abraham kesusahan mencari keberadaannya.
__ADS_1
Erik tak pernah melarang atau membatasi Hafizah pergi, tetapi tanpa sepengetahuan Hafizah dia selalu mengutus pengawal untuk mengawasinya.
Hafizah yang sedang menyusuri pantai,dia di kejutkan dengan seseorang yang tiba - tiba memeluknya.
" Fizah....akhirnya aku menemukanmu..." Ucap pria itu yang tak lain Abraham.
Hafizah yang merasa tak mengenalnya,dengan cepat dia melepaskan pelukan Abraham dia mendorong dan menjauhinya.
" Maaf tuan sepertinya anda salah orang saya bukan Fizah,tapi saya Sarah...." Ucap Fizah yang tak ingat dengan masa lalunya.
" Tidak aku yakin kamu istriku Fizah..." Ucap Abraham yang masih busaha meyakinkan Hafizah jika dia memang istrinya.
" Tapi saya benar - benar Sarah. " Ucap Hafizah sembari berjalan meninggalkan Abraham yang masih terdiam memandang kepergian Istrinya.
" Dasar orang aneh,tapi kenapa orang itu memanggil aku Fizah? dan kenapa ketika dia memelukku rasa ada perasaan yang nyaman? " Ucap Hafizah lirih.
" Aku yakin dia Hafizah,Hafizah istriku,perasaanku mengatakan jika dia benar - benar istriku,aku akan mencari informasi kenapa dia mengatakan kalau dia Sarah. "
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG.......
__ADS_1