HAFIZAH

HAFIZAH
BAB 2


__ADS_3

Hafizah sudah seharian dia melakukan perjalanan dia merasa sangat capek,rasanya dia ingin menyegarkan diri dengan berendam.


Dari dulu memang Hafizah sangat suka berendam di air hangat saat tubuhnya terasa capek semua. sampai tak sadar dia tertidur.


☆☆☆☆


Mobil mewah mulai memasuki halaman yang luas itu dan di ikuti dua mobil di belakangnya.


Turun pria yang berbadan tegap dan gagah dengan pakaian yang rapi dari mobil di depannya.


Abraham pria tampan dengan tinggi badan 180,berkulit putih,hidung mancung dan berwajah tampan. Dia adalah CEO yang cukup berpengaruh di Jakarta saat ini,perusahaannya berkembang di dalam maupun luar negeri.



Abraham yang baru datang dia langsung melangkah menuju kamarnya,dengan raut wajah yang sangat lelah dia melonggarkan dasinya dan melemparkan jas ke sembarang tempat.


Dia ingin sekali menyegarkan tubuhnya dengan gucuran air yang dari shower. Ketika dia sedang menikmari gucuran air yang jatuh di tubuhnya tiba - tiba airnya mati.


Beberapa kaki dia mencoba untuk membuka dan menutup kerannya tetapi airnya tak mau keluar.


" Sial,Kenapa lagi dengan kerannya "? Ucap Abraham. Dia yang sudah terlanjur badannya basah,akhirnya memutuskan untuk melanjutkan mandi di kamar tamu. Dengan balutan handuk yang melingkar di pinggangnya dia berjalan menuju kamar tamu yang ada di sebelah kamarnya.


Abraham yang tak mengetahui jika di kamar tamu ada Hafizah sedang mandi tanpa mengunci pintu dia dengan santai membuka kamar mandinya.


Sontak Abraham terkejut dan terpaku di suguhkan pemandangan yang sangat luar biasa yang tak pernah dia lihat sebelumnya.


Hafizah yang sedang berdiri membelakanginya tanpa busana terlihat seluruh lekuk tubuh bagian belakangnya yang bak gitar spanyol itu tanpa tertutupi apapun.


Jakung Abraham terlihat naik turun,sesekali dia menelan ludahnya dengan susah payah.


Cukup lama Abraham berdiri di depan pintu kamar mandi,menikmati pemandangan di depannya sampai akhirnya Hafizah berbalik dan melihat keberadaan Abraham yang sedang berdiri di depan pintu. Sontak membuat Hafizah kaget dan langsung dengan cepat dia menarik handuk yang ada tak jauh darinya dan langsung menutupi tubuhnya.


Hafizah terkejut melihat kehadiran Abraham yang tiba - tiba berdiri depan kamar mandi,sontak membuat dia menjerit membuat seisi rumah mendengarnya.


" Hei siapa kamu "? berani - beraninya kamu masuk ke kamar orang dan mengintip gadis sedang mandi",penguntit kamu ya? Ucap Hafizah sembari menunjuk ke arah Abraham.


" Turunkan tanganmu nona", kamu gak tau siapa saya "? seharusnya aku yang bertanya kepadamu, berani - beraninya kamu masuk kerumahku tanpa izin dariku ".Sahut Abraham yang tak mau kalah.


" Alah,aku gak perduli siapa kamu,yang jelas kamu adalah pria mesum yang suka mengintip gadis mandi ".Ucap Hafizah.

__ADS_1


Abraham yang tak terima,karena dia merasa di hina di rumahnya sendiri,melangkah maju dan sudah siap untuk memberikan pelajaran kepada gadis yang baru di temuinya itu.


Tiba - tipa bu Dewi dan Martin masuk.


Mereka kaget melihat mereka berdua hanya menggunakan handuk di dalam kamar.


"Ada apa ini "? Kenapa berisik sekali "? Kamu kenapa di sini nak "? Tanya bu Dewi kepada Abraham.


" Air di kamarku mati ma,jadi aku putuskan untuk numpang mandi di kamar tamu,aku gak tau kalau di kamar sini ada orang nyebelin ini " Sahut Abraham sembari melempakan tatapan sinis ke Hafizah.


" Siapa yang nyebelin "? Kamu itu pria mesum ". Ucap Hafizah.


" Udah - udah gak usah berantem,kalian ini kayak anak kecil saja ",Abraham dia Fizah dia tamu mama sekarang,dan Fizah ini adalah Abraham putra tunggal Tante".Sahut bu Dewi.


" Abraham,kamu sekarang mandi di kamar mama aja dulu,nanti biar mama suruh pelayan untuk benahi saluaran air yang ada di kamarmu ".Lanjut bu Dewi.


Abraham dengan perasaan sebal keluar dari kamar tamu itu,di susul Martin.


" Tuan,tadi sempet lihat apa "? Tanya Martin sang asisten sambil tersenyum melihat bosnya sedang marah.


" Diam kamu ",ambilkan baju gantiku dan bawakan ke kamar mama ". Titah Abraham.


" Baik tuan". Ucap Martin.


Bu Dewi sudah siap menunggu putra dan Hafizah untuk makan malam,para pelayan sudah memanggi mereka untuk makan malam.


Hafizah sudah keluar dari kamarnya berbarengan dengan Abraham mereka saling bertatap muka,dengan cepat Hafizah melempar pandangannya ke sembarang arah dan terus berjalan menuruni tangga. Sedangkan Abraham menatap Hafizah dari atas sampai ke bawah." Gila ni cewek cantik banget,hidungnya yang mancung dan matanya yang indah membuat aku terhipnotis dengan tatapan matanya ". Ucap Abraham dalam hati.


Ketika Abraham melihat gadis yang sedang duduk di depannya,tiba - tiba ingatannya tentang kejadian tadi siang yang sempat dia lihat tadi di kamar mandi,seketika Abraham berusaha membuang ingatan itu dengan menggeleng - gelengkan kepalanya dan mengusap kasar wajahnya.


Hafizah yang melihat tingkah aneh dari Abraham tak memperdulikannya dan terus melahap makanan yang ada di depannya." Dasar pria aneh ".Ketus Hafizah.


Dewi melihat tingkah dari putra dan tamunya ini menjadi menyunggingkan senyumnya. Pasalnya selama ini tak ada yang berani bersikap cuwek dan membantah kata - kata dari putranya.


Makan malam berjalan lancar,tak ada satu katapun yang terdengar dari mereka hanya suara sendok dan piring saja yang saling beradu. Hafizah yang sudah mengerti akan adap di meja makan merasa nyaman - nyaman saja.


Setelah mereka selesai makan bu Dewi membuka obrolan.


" Fizah tadi siang kamu kan bilang pada tante kalau kamu mau mencari pekerjaan dan tempat tinggal ya "? Ucap bu Dewi.

__ADS_1


"Iyaaa tante " Jawab Hafizah.


" Sekarang kamu gak usah bingung mikirin pekerjaan dan tempat tinggal,tante sudah siapkan pekerjaan buat kamu ". Ucap bu Dewi.


" Tante gak usah repot - repot,Fizah bisa mencarinya sendiri kok ".Tolak Hafizah.


" Tante gak repot kok,mulai besok kamu bisa bekerja di kantor pusat bersama Abraham sebagai sekretaris pribadinya ".Ucap bu Dewi.


Uuukkkhhhh..... uuuuhhhhhkkkk.....


Abraham yang sedang minum mendengar itu seketika tersedak dengan makanannya.


" Mama apa - apaan sih,menyuruh orang yang baru di kenal sebagai sekretaris pribadi ". Ucap Abraham.


" Mama sudah melihat dan membaca berkas - berkas Fizah tadi,mama rasa Fizah mampu kok bisa bekerja sama denganmu ". Ucap bu Dewi dengan yakin.


" Oh iya Fizah,mulai hari ini kamu gak usah cari tempat tinggal ya,kamu bisa tinggal di sini ". Lanjut bu Dewi.


Sebenarnya tadi sebelum makan malam,bu Dewi masuk ke kamar Hafizah dan ingin mengajaknya turun langsung,tapi bu Dewi melihat Hafizah sedan menyiapkan beberapa berkas untuk mengajukan surat lamaran kerja ke beberapa tempat. Bu Dewi yang saat itu duduk menemani Hafizah membaca beberapa hasil ujian dan piagam - piagam prestasi dari berbagai keahlian.


Akhirnya bu Dewi berniat untuk mempekerjakan Hafizah sebagai sekretaris pribadi putranya.


" Eeee maaf tante saya rasa ini sangat berlebihan ".Ucap Hafizah.


" Tidak Fizah ini tidak berlebihan,sebenarnya kamu sudah menolong tante dari jambret tadi ". Ucap Dewi


" Apa mama tadi di jambret "?Sahut Abraham.


" Iya nak,tadi siang mama di jambret,untung ada nak Fizah yang membantu menangkap penjambretnya ".


" Mangkanya sebagai tanda terima kasih,mama akan mempekerjakan nak Fizah sebagai sekretaris pribadi kamu". Ucap bu Dewi.


" Ya terserah mama saja ".Jawab Abraham.


" Jadi gimana nak Fizah,apa kamu mau menerima ucapan terima kasih dari kami "? Tanya bu Dewi.


" Iyaaa sudah kalau begitu saya bersedia ". Jawab Hafizah.


Bersambung......

__ADS_1


Ok penasaran kan dengan kelanjutannya....


Mangkanya selalu ikuti terus kelanjutan perjalanan Hafizah,tapi jangan lupa LIKE , KOMENTARI DAN VOTING nya ya.... Terima kasih.


__ADS_2