
Hafizah dan Abraham pergi meninggalkan pusat perbelanjaan,Abraham berjalan di depan disusul dengan Hafizah dan beberapa bodyguardnya. Mereka memasuki mobil mewah memecah jalanan ibukota yang cukup padat waktu itu,tak ada pembicaraan apapun diantara mereka,hanya suara mesin mobil yang terdengar.
"Fizah". Panggilan Abraham yang memecah keheningan. "Berkas surat lamaran kerjamu kau serahkan ke siapa? Kok aku gak menerima berkasmu ya"? Tanya Abraham.
"Berkasku sudah saya serahkan kepada tante tuan".Jawab Hafizah.
"Ooooo,ya sudah kalau gitu biar aku yang minta ke mama". Sahut Abraham
Selama 30 menit mobil mewah yang mereka tumpangi akhirnya berhenti hingga di sebuah restoran yang mewah. Bangunannya sangat indah dan elegan.
Di depan restoran sudah berdiri seorang pria yang gagah dan tampan tak jauh beda dengan Abraham,siapa lagi kalau bukan Martin,yang sudah siap menanti kedatangan bosnya. Abraham keluar dari mobil yang susul juga dengan Hafizah. Pandangan Martin tertuju kepada Hafizah yang dengan penampilan Hafizah yang beda dari yang tadi pagi dia lihat. Hingga sampai membuat dia terpaku. Abraham yang melihatnya reaksi Martin membuatnya menginjak kakinya.
"Biasa saja melihatnya". Ucap Abraham dengan nada tidak suka.
"Tuan,kau menculih bidadari surga darimana"?,terus sayap - sayapnya kau sembunyikan dimana?,baru kali ini aku melihat gadis secantik dia". Ucap Martin tanpa melepaskan pandangannya ke Hafizah.
"Gak usah lebai deh,dia kan Hafizah sekretaris baru". Sahut Abraham.
"Apa? jadi dia itu Hafizah"? Ucap Martin seperti tak percaya.
"Iya mau siapa lagi kalau bukan dia,memangnya ada cewek lain yang diizinkan mama untuk ikut terjun langsung dengan kita".Jawab Abraham dengan datar.
"Kalau begitu aku akan cepat - cepat mendaftar". Ucap Martin.
Abraham mengerutkan keningnya,dia tak mengerti apa yang di bicarakan sang asistennya itu. " Mendaftar apa"? Tanya Abraham.
"Mendaftar menjadi pacarnya". Ucap Martin sambil cengengesan.
Abraham yang mendengar ucapan Martin hanya menggelengkan kepalanya saja,melihat tingkah asistennya yang sudah dianggap seperti saudaranya itu,tapi ada perasaan tak rela dari hati terdalam Abraham yang dirasakannya. Entah perasaan apa itu dia sendiri tak tau.
"Haiii Fizah,malam ini kamu cantik banget"Sahut Martin sembari melempar senyum kepada Hafizah.
"Hai tuan Martin,makasih atas pujiannya". Sahut Hafizah.
Hafizah yang melihat Martin melempar senyum kepadanya,dia membalas senyuman Martin.
"Bos,dia membalas senyumku,rasanya hati ini di penuhi dengan kupu - kupu yang berterbangan". Ucap Martin.
Abraham hanya memutar bola matanya mendengar perkataan Martin yang menurutnya terlalu lebai.
"Udah ayok cepat jalan,dimana Alex menunggu".Ucab Abraham sembari melirik ke Hafizah.
"Bisa - bisanya dia tersenyum pada Martin,sedangkan dari tadi di mobil bersamaku dia hanya diam saja". Gerutu Abraham dalam hati.
"Disana tuan".Sahut Martin sambil menunjuk ke suatu tempat. Abraham memberikan kode kepada Hafizah supaya dia mendekat kepadanya,Hafizah hanya mengangguk dan bersikap profesional,berjalan menghampirinya.
"Ada apa tuan".Tanya Hafizah,kali ini kamu duduk di sebelahku,jika terjadi sesuatu usahakan jangan bertindak seperti tadi siang,aku gak mau kamu kenapa - napa". Perintah Abrahan.
__ADS_1
"Saya usahakan tapi saya tidak berjanji,karena tugas utama saya adalah menjaga keselamatan tuan".Sahut Hafizah.
"Cih,gadis macam apa dia,apa dia tak mengerti jika baru saja aku perhatian kepadanya". Ucap Abraham dalam hati.
Cukup jauh mereka berjalan menuju tempat yang sudah di tetapkan,seperti yang sebelumnya tempat itu di jaga dengan oleh beberapa pengawal. Hafizah terus mendampingi Abraham,seperti apa yang tadi dia perintahkan. Saat Hafizah melihat rekan bisnis Abraham,Sontak dia sangat terkejut "Ferdi".Ucapnya yang lirih,tapi sempat di dengar Abraham.
"Kenapa Fizah,apa kamu kenal dengan Alex"? Tanya Abraham yang berbicara lirih ke telinga Hafizah.
"Iya tuan".Jawab Fizah.
"Kamu Hutang penjelasan kepadaku nanti". Ucap Abraham.
Bukan Hanya Hafizah yang terkejut,begitu pun juga Alex.Tapi dia langsung mengulurkan tangannya ke Abraham agar menutupi rasa canggungnya. "Kenalkan saya Alex ferdiansyah".Ucap Alex sembari terus melirik Hafizah.
"Saya Abraham saputra,ini Martin tangan kanan kasaya dan ini Fizah sekretaris saya". Sahut Abraham sembari menjabat uluran tangan Alex.
"Halo Fizah lama tidak bertemu kamu makin kesini makin cantik kamu". Ucap Alex sembari terus memandangi Hafizah
"Terima kasih tuan atas pujiannya,tapi maaf perkataan anda saya rasa tidak pantas untuk diucapkan di pertemuan seperti ini".Sahut Hafizah yang terus berusaha bersikap profesional.
"Maaf apa anda mengenal sekretaris saya"? Sahut Abraham.
"Yaaa saya mengenalnya, bahkan sangat mengenalnya".Jawab Alex.
Karena suasana tempat itu terasa tak nyaman,akhirnya Abraham meminta untuk segera meminta untuk memulai acaranya. Abraham menanyakan beberapa pertanyaan yang tadi sempat ditemukan keganjilan oleh Fizah. dan dengan mudahnya Alex menjawab serta menerangkannya. Jawaban Alex mampu meyakinkan Abraham.
Mereka berjalan meninggalkan Alex dan lainnya,Alex melihat kepergian Hafizah dari belakang dia berniat untuk merebut Hafizah kembali ke pekukannya.
"Hafizah oh Hafizah tak kusangka setelah sekian lama kita berpisah,kamu semakin begitu cantik dan seksi sungguh menyesal aku dulu meninggalkanmu. Tapi tenang saja sayang mulai hari ini aku akan berusaha merebutmu dari tangan Abraham". Ucap Alex
Setelah sampai di parkiran Martin yang terus memandang Hafizah menawarkan untuk mengantarnya pulang.
"Fizah,aku boleh mengantarmu pulang? Aku lihat bos kita juga capek,gak enak jika kamu semobil dengannya,aku takut kau akan mengganggunya".Tawar Martin.
"Bo"- Hafizah yang hendak ingin menjawab Martin tiba - tiba di jawab oleh Abraham.
"Udah kamu pulang saja sana dan istirahat biar Fizah sama aku saja,toh dia tinggal di rumahku"Jawab Abraham.
"Kalau gitu bagaimana jika malam ini aku menginap di rumahmu tuan"? Ucap Martin.
Bukan mendapatkan jawaban dari Abraham dia hanya mendapatkan tatapan tajam dari Abraham.
"Ya sudah,kamu pulang dengan tuan muda saja lagi pula aku masih ada urusan lain". Ucap Martin.
Hafizah yang melihat tingkah Abraham dan Martin hanya bisa memandanginya bergantian.
"Ya sudah kalau gitu aku pulang dulu ya,nanti kalau ada apa - apa kabari". Sambung Martin sembari berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Abraham melihat Martin dengan tatapan yang tidak suka. "Sialan si Martin,berani - beraninya dia menggoda Fizah di depanku". Gumam Abraham dalam hati.
Dalam Mobil,Abraham melihat Hafizah dengan tatapan tajam.
"Maaf kenapa tuan memandangiku seperti itu".Tanya Hafizah.
"Fizah jelaskan kenapa kamu bisa kenal dengan Alex"? Tanya Abraham.
"Oooo masalah itu,Tuan Ferdi tau yang anda kenal Alex itu adalah teman lama saya dulu waktu SMA tuan". Jawab Hafizah
"Teman apa pacar"? Sahut Abraham.
"Ya bisa di bilang pacar sih". Ucap Hafizah.
"Kenapa kalian putus"? Selidiki Abraham.
"Ya karena dulu Ferdi selingkuh dengan sahabat saya yang bernama Cika". Jelasnya Hafizah kepada Abraham.
"Kalau sekarang kamu sudah punya pacar belum"? Tanya Abraham kembali sembari melirik ke arah Hafizah.
"Belum tuan,mana ada laki - laki yang suka dengan gadis kampung seperti saya".Jawab Hafizah.
"Yaaa baguslah,saya gak suka jika karyawan saya kebanyakan pacaran". Sahut Abraham dengan senyum tipis di bibirnya.
☆☆☆☆☆
Sesampainya di rumah,Abraham berjalan memasuki kediamannya itu disusul dengan Hafizah. Diruang tamu,bu Dewi sudah menunggu kedatangan mereka. Abraham dan Hafizah melihat bu Dewi di ruang tamu mereka menghampirinya dan mencium punggung tangannya.
"Fizah,ini kamu nak? Kamu cantik banget". puji bu Dewi.
"Makasih tante,ini semua tuan yang membelikannya".Sahut Hafizah.
"Ohhh iya? memangnya kalian darimana? jangan bilang dari kencan ya"?
"Gak lah ma,kami dari ketemu dengan Alex untuk membicarakan masalah bisnis,tapi kayaknya dia yang bernostalgia dengan mantannya,yaitu Alex". Ucap Abraham.
"Apa benar apa yang di bicarakan Abraham nak"? Tanya bu Dewi ke Hafizah.
"Gak te,itu hanya kebetulan saja bertemu dengannya tadi di restoran,saya sendiri gak tau kalau Alex adalah teman lama saya,". Ucap Hafizah sambil melempar tatapan tajam ke Abraham.
"Ya sudah kalau gitu kalian cepat sana istirahat pasti capek". Ucap bu Dewi
"Oh iya ma Abraham mau tanya sesuatu". Ucap Abraham.
"Kalau begitu saya masuk dulu ya tante". Sahut Hafizah dan di angguki oleh bu Dewi.
Bu Dewi seperti tau apa yang ingin di tanyakan Abraham dia menyodorkan Dokumennya Hafizah dan menjelaskan apa saja tugas Hafizah.
__ADS_1
BERSAMBUNG........