
"Apa nek.."menikah...???dengan wiro sableng???"tanya Delia tidak percaya dengan ucapan nenek tadi..
"Bagaimana bisa nek...?menikah itu sangat sakral nek..perjanjian dengan Alloh..dan bagi Delia menikah itu cukup sekali seumur hidup..bukan untuk sebuah permainan..."ucap Delia panjang lebar dan masih tidak percaya dengan permintaan nenek..
Bagaimana bisa seorang Delia yang masih berusia 20 th..belum pernah pacaran..tiba"harus menikah dengan orang yang jutek luar biasa..dingin dan arogan
Hanya membayangkannya saja membuat Delia bergidik ngeri..bagaimana nanti hari"nya jika benar dia menikah??
"Hanya itu permintaan nenek nak..tidak ada yang lain..kamu pun tidak usah mengembalikan uang nenek..anggap itu sebagai hadiah dari nenek jika kamu benar"mau menikah dengan Rangga"
"Karena nenek yakin..kamu akan bisa membuat Rangga jatuh cinta padamu..dia pasti akan menjadi pribadi yang lebih baik jika menikah denganmu.."
"Pikirkanlah ibumu..dia butuh pertolonganmu secepatnya..sebelum terlambat.."kata nenek yang membuat Delia tersentak teringat akan nasib ibunya
Delia serasa berada di ujung tombak..maju mati mundur pun mati..tapi...jika dia menyetujui permintaan nenek,dia merasa seperti orang yang sudah menjual harga dirinya demi uang
Bagaimana kuliahnya nanti??
"Jangan khawatir..kamu akan tetap bisa kuliah..tetap bekerja seperti kehidupanmu dulu..nenek tidak akan mengusik kehidupanmu sebelumnya..sampai saat yang tepat nanti"kata nenek seolah"bisa membaca pikiran Delia
__ADS_1
Masih dalam kegalauan yang hakiki..tiba tiba..hp Delia berbunyi..
Bapak Delia meneleponnya,
Dari seberang sana terlihat sekali kalau bapak terlihat sangat kalut..karena ibunya dinyatakan kritis..dan bapak meminta Delia untuk pulang saat itu juga..
Delia pun mengiyakan permintaan bapak sebelum menutup sambungannya
"Bagaimana Delia ?..ibumu membutuhkanmu sekarang..apa kamu tega ibumu menderita sedangkan kamu masih mampu berbuat sesuatu??"tanya nenek sambil mengelusnya
"Jangan bayangkan kehidupanmu setelah menikah nanti Delia..cukup jalani saja..nenek yakin kamu pasti akan bahagia.."
"Baik nek..Delia akan penuhi permintaan nenek,tapi bagaimana kalau pak Rangga menolak nek??"tanya Delia yang tidak yakin pak Rangga akan mengiyakan permintaan nenek yang tidak masuk akal ini..
Bagi pak Rangga akan sangat mudah mendapatkan wanita yang sepadan dengannya..tinggal acung satu jari saja pasti akan banyak wanita yang memperebutkannya
"Masalah Rangga..itu akan jadi urusan nenek..kalau kamu sudah setuju,saat ini juga nenek akan meminta asisten nenek untuk mentransfer uang ke rekening bapak kamu..agar ibu kamu bisa segera dioperasi.."
"Baik nek..Delia setuju.."jawab Delia yakin.
__ADS_1
apapun akan dia lakukan demi menyelamatkan nyawa ibunya,bahkan nyawanya sekalipun kalau bisa ditukar akan dia tukarkan
"Baiklah..sekarang kamu hubungi bapak kamu untuk segera meminta dilakukan operasi..biayanya sudah nenek transfr ke rekeningnya"
"Dan kamu Delia..bersiaplah..kamu akan diantar asisten nenek untuk pulang ke Madiun sekarang juga..10 menit lagi dia sudah ada di bawah"
"Setelah urusanmu selesai nanti..nenek akan hubungi kamu lagi..jaga kesehatanmu ya sayang..semoga ibu kamu segera sembuh..sampaikan salam nenek kepada bapak kamu.."
"Dan masalah kuliah nanti jangan kamu khawatirkan..biar diurus sama Rangga...kamu tenang saja..fokuskan saja pada kesehatan ibumu.."kata nek Rose panjang lebar yang membuat Delia semakin merasa berhutang budi pada nenek
"Baiklah kalau begitu Delia berangkat nek..terima kasih untuk semuanya nek..Delia merasa sangat berhutang budi sama nenek"pamit Delia berkaca"
Sontak nenek memeluk Delia..
"Sudah..sudah jangan kamu pikirkan..pulanglah..hati"di jalan sayang"kata nenek meyakinkan Delia
"Assalamualaikum nek"pamit Delia sambil menyalami tangan nenek
"Wa'alaikumsalam..."jawab nenek
__ADS_1