
Delia sedikit lama di kamar mandi,dia menata rasa malunya dulu sebelum keluar dari sana
makanya jadi orang jangan suudzon melulu...jadi malu sendiri kan??
Selesai membersihkan diri Delia keluar kamar mandi dan tidak menemukan Rangga disana..pasti Rangga ada di dapur karena Delia mencium bau kopi panas yang harum
"Dah bersih bersihnya sayang?mau kopi apa teh?"
"Kok kayak tamu sih mas?aku gak mau apapun..aku cuma mau kamu.."jawab Delia sambil mengerling..
Rangga seperti mendapat doorprize dengan harga ratusan juta..berasa melayang
"Beneran nih???mau aku sayang???ayoooo.."jawabnya sambil mendekati Delia
"Ayooo kemana???aku itu mau mas garukin punggung aku ini looo...gatal banget..digigit semut kayaknya..cepetan dong!"jawab Delia sambil berusaha menggaruk punggungnya yang gatal
Mendengar ucapan Delia membuat Rangga seolah dihempaskan ke bumi yang terdalam..nyeseeekkk...kiraiinn...
Tapi Rangga tetaplah rangga dia tetap sayang pada istri kecilnya,
"Ini gak bisa digaruk sayang..coba deh aku liat..buka baju kamu!"
__ADS_1
"Hahh..buka mas?jangan modus deh..beneran ini.."
"Ya udah..mas juga beneran..gimana mau liat digigit semut apa nggak kalau gak liat punggung kamu gimana mau periksa?"
Dengan sedikit terpaksa Delia membuka sedikit bajunya agar punggungnya bisa diperiksa Rangga
Rangga menahan napasnya melihat kulit punggung Delia yang putih mulus,membuat jiwanya berontak
Dengan telaten Rangga menggaruk punggung Delia pelan..tangannya bergerak penuh sensasi membuat Delia kembali berdebar debar dengan sentuhan tangan Rangga
Tiba tiba Rangga mengecup punggung Delia
"Udah mas makasih ya.."jawab Delia hendak menutup kembali bajunya namun tiba tiba Rangga mengecup kembali punggung Delia namun kini dengan lidahnya,membuat Delia seketika membeku merasakan sensasi lidah Rangga yang menggelitik
Tangan Rangga pun sudah bergerilya kemana mana membuat Delia tidak bisa menahan desahannya hingga terjadilah peperangan yang mengakibatkan keduanya melayang merasakan kenikmatan dunia
Rangga kembali mengecup dahi Delia sambil memeluknya..
"Makasih sayang..maaf tadi gak bisa nahan..!"kata Rangga sambil mengusap kepala Delia
"Hmmm.."sahut Delia yang kelelahan dan tak butuh lama Delia tertidur di sofa yang menjadi saksi cinta mereka
__ADS_1
Tiba tiba hp Rangga berdering,dan Rangga secepat kilat meraihnya takut Delia terganggu dengan suara hpnya
Sepertinya urusan kantor karena itu Shinta yang menelepon
Rangga menjawab telponnya di balkon agar Delia tidak terganggu
Sepertinya ada sesuatu yang penting,kelihatan dari raut muka Rangga yang terlihat sangat serius dan berkali kali menghembuskan napas besarnya
selesai menjawab telponnya,Rangga menghubungi orang kepercayaannya
"Tolong segera usut tuntas kasus ini..apapun caranya..jika sudah mendapat bukti jebloskan mereka ke dalam penjara!"kata Rangga tegas
Memang di kantor Rangga sedang kacau dengan datangnya beberapa perwakilan masyarakat dari Sumatra yang merasa dirugikan dengan adanya penambangan minyak bumi di daerah mereka yang dilakukan oleh perusahaan Rangga
Sedangkan Rangga sebenarnya sudah memerintahkan kepada manager disana untuk menghentikan penambangan itu namun ternyata mereka menyalahi aturan yang sudah disepakati bersama
"Kalau aku kesana,nanti Delia bagaimana?"
sedangkan dia sendiri tidak bisa berada jauh dari Delia meskipun hanya beberapa hari saja
Lalu Rangga pun menelepon nenek meminta sarannya..dan hati Rangga mantap untuk meninggalkan Delia selama 6hari ke depan,karena dia memang harus terjun sendiri untuk menyelesaikan masalah ini sebelum membesar
__ADS_1