
Keesokan paginya,Rangga dan Delia sudah dijemput oleh pak Yudi
Delia dan Rangga berpamitan dengan kedua orangtua mereka,ayah dan ibu merasa sangat sedih harus ditinggal kedua anak mereka,rasanya sangat berbeda dengan keadaan ketika Delia pamit untuk berangkat kuliah,seperti melepas burung merpati dari sangkarnya
"Bu..pak jangan bersedih..Delia akan datang sesekali jenguk bapak sama ibu..lagian tujuan Delia juga masih sama kan?di Surabaya..dekat kok..lagian sekarang Delia sudah ada yang jagain.."hiburnya kepada orangtuanya,setidaknya mereka tidak akan khawatir dengannya
"Bener ya nak..jaga diri kamu baik baik..jaga Delia nak Rangga, jangan sakiti hatinya..kalaupun kamu sudah tidak sanggup bersamanya..kembalikanlah kepada kami dengan baik jangan pernah menyakitinya.."pesan ibu yang langsung mendapat pelukan dari Delia
"Ya bu..insya Alloh saya akan menjaganya sepenuh hati saya pak..kalau begitu kami pamit ya pak..bu.."pamit Rangga sambil menyalimi mereka berdua
Dengan sangat berat hati,Delia pun mengikuti Rangga menuju mobil mereka..lambaian tangan orangtua Delia masih terlihat di spion dan itu membuat Delia tidak bisa lagi membendung airmatanya..Delia sangat sedih harus membohongi orangtuanya dengan pernikahan ini
Rangga yang melihat Delia sangat sedih tiba tiba tanpa disadarinya direngkuhlah Delia dalam dekapannya
Delia sangat kaget dengan sikap Rangga,tapi dia sangat butuh sandaran saat ini,toh Rangga juga sudah menjadi suaminya jadi sah sah saja mau pelukan atau mau ngapain iya kan pemirsa??
"Nenek dimana pak?"tanya Rangga kepada pak Yudi yang sedari tadi memperhatikan dua sejoli ini..yang sepertinya sudah saling membuka hatinya untuk diketuk si cupid cinta
"Bu bos besar sudah menunggu tuan muda di bandara tuan"jawabnya
__ADS_1
Sesampai mereka di bandara,nenek sudah menunggu kedatangan mereka,
"Duh..dua cucu kesayangan nenek sudah datang..lama lo nenek nunggunya"kata nenek sambil memeluk keduanya
"Maaf nek..tadi harus ada drama korea dulu nek.."sahut Rangga sambil memandang Delia
"Gak usah ngelihatin gitu..nanti jatuh cinta baru tau rasa.."kata Delia yang membuat nenek tersenyum melihat perdebatan mereka
"Ayo kita berangkat..mereka sudah siap.."ajak nenek
sejam kemudian..
tak terasa mobil mereka sudah memasuki sebuah rumah mewah dengan halaman yang sangat luas yang dihiasi dengan jajaran mobil limited edition
"Ini rumah siapa nek?"tanya Delia penasaran karena setahu Delia,dia akan kembali ke kostannya atau ke apartemen nenek ros
"Ini rumah kita..rumah nenek dan Rangga dan rumah masa depan kamu,sebenarnya kita tinggal disini,cuma karena Rangga sering berada di Jakarta,jadi nenek lebih memilih tinggal di apartemen saja biar gak kesepian"jelas nenek
Ketika mereka turun dari mobil,keluarlah wanita separuh baya yang menyambut kedatangan mereka
__ADS_1
"Selamat datang nyonya...tuan muda..dan nona muda.."sambutnya ramah
"Iya bik..selama saya tinggal keadaan rumah baik baik saja kan?"tanya nenek
"Alhamdulillah..aman nyonya..cuma masih sepiii saja.."sahutnya sambil tersenyum
"Ini istri Rangga bik..namanya Delia,tolong bantu dia ya kalau membutuhkan sesuatu"
"Nggih nyonyaa..saya siap sedia..perkenalkan nama saya sumi,tuan muda biasa memanggil saya bik sum..nona muda sungguh cantik,sangat cocok jadi istrinya tuan muda..klop.."kata bik sum sambil mengacungkan dua jempolnya
Delia tersenyum melihat polah bik sum,kelihatannya dia orang yang baik...Delia merasa sangat bersyukur sudah dipertemukan dengan orang orang yang sangat baik
"Sudah sana istirahat dulu,nanti biar barang"nya dibereskan bik sum,nenek juga mau istirahat dulu"kata nenek sambil berjalan menuju kamarnya meninggalkan dua sejoli ini
"Ayo kutunjukkan kamarmu"kata Rangga dingin sambil berjalan menuju lantai atas yang diikuti oleh Delia
Delia heran kok bisa ya Rangga begitu dingin ketika disini,sedangkan di Madiun kemarin dia kelihatan sangat hangat,apa yang mempengaruhinya?
Entahlah..yang penting Delia senang dia akan tidur sendiri, karena itu berarti dia aman..untuk sementara waktu
__ADS_1