
Sampai pukul 1 dini hari,mata Rangga masih juga tidak mau terpejam,padahal badannya sungguh lelah
"Apa aku masuk aja ke kamar Delia biar bisa tidur ya..?"pikir Rangga menimbang nimbang
"Nekat aja lah..daripada gak tidur sama sekali.."
Akhirnya Rangga pun keluar dari kamarnya menuju kamar Delia,dia membuka pintunya pelan pelan agar Delia tidak terbangun
Walau pencahayaan suram tapi Rangga masih bisa melihat sosok Delia yang tidur menghadapnya dan berselimut tebal itu
Pelan pelan sekali Rangga menyibakkan selimut dan menerobos masuk di sebelah Delia,
Rangga terkejut ketika melihat Delia tidak mengenakan hijab,rambutnya hitam lurus sebahu menambah kecantikannya
Tenyata Delia sangatlah cantik,andaikan pernikahan ini bukan paksaan takkan kubiarkan orang lain melihat kecantikanmu..kamu milikku..batin Rangga
__ADS_1
Rangga merebahkan tubuh lelahnya di samping Delia,pelan pelan matanya pun akhirnya ikut terpejam
keesokan paginya
Samar samar Delia mendengar suara adzan,sambil menggeliat dia menarik tangannya ke atas..tapi kok tangannya mengenai sesuatu yang kenyal kenyal apa itu?Delia segera membuka matanya dan terbelalak kaget..ternyata tadi malam Rangga masuk ke kamarnya..tapi kenapa??
Rangga yang merasa pipinya disentuh seseorang,segera membuka matanya
Delia yang melihat pergerakan Rangga langsung reflek menutup rambutnya dengan selimutnya yang membentuk hijab
"Tadi malam aku mimpi buruk terus mau panggil kamu buat ngambilin air minum di bawah,tapi kamunya gak denger..jadi aku masuk terus minum air minummu,tanpa sadar ketiduran lah disini.."jawabnya bohong..karena Rangga gengsi kalau Delia tahu dia sengaja tidur di kamar Delia semalam
"Lagian walaupun aku tidur disini tiap malam pun itu hak aku..ini kan rumah aku..ranjang aku..jadi dimanapun aku mau tidur itu tidak ada batasan.."jawabnya sekenanya
"Terserah mas saja..aku gak peduli.."jawab Delia sambil memonyongkan bibirnya yang sexy itu
__ADS_1
"Awas..aku mau bersih bersih dulu.."katanya ketus sambil berjalan membawa selimut tebalnya
Rangga yang melihat Delia masih membawa selimut untuk kerudungnya lama lama gemas juga..sontak dia tarik selimut itu hingga terlepas dari kepala Delia
"Memangnya selimut itu mau kamu cuci di bathup sekalian?walau kepala kamu tutupi bantal sekalipun,itu percuma..tadi malam aku kan sudah melihatnya,lagian itu sudah menjadi hak aku kan?sah sah saja aku melihatnya,bahkan seandainya aku mau,bagian dalam pun sudah halal aku lihat bahkan merasakannya.."kata Rangga
Delia yang mendengarnya sontak melepaskan selimutnya sambil berkata
"terserah padamu saja pak bos yang nyebelin!"kata Delia masih dengan emosi
Lalu Rangga diam diam kabur dari kamar Delia,dia tidak ingin melihat sesuatu yang akan bisa membangunkan adik kecil kesayangannya
Sedangkan Delia yang sudah selesai mandi tiba"mendapati kamarnya kosong,niat awal mau marah marah akhirnya zonkk..Rangga sudah kabur duluan
Delia marah hanya karena menutupi rasa malunya,sebenarnya Delia merasa canggung karena selama ini dia sama sekali belum pernah memperlihatkan aurat nya kepada orang lain,Delia sudah dewasa dan mengerti apa kewajiban seorang istri kepada Rangga..dia sadar dia harus melakukan kewajibannya sebagai istri hingga tiba saatnya nanti Rangga benar benar meminta haknya
__ADS_1