Hati Yg Terikat

Hati Yg Terikat
3.part time


__ADS_3

Delia...gadis berjilbab dengan tinggi semampai dengan kulitnya yang sawo matang menambah aura kemanisannya


Hari ini delia berangkat ke cafe"next door" dengan menaiki bus umum dengan pertolongan sejumlah orang yang ditanyai delia agar bisa nyampai kesana tanpa nyasar,maklum delia orang baru di surabaya


"Ya alloh...semoga usahaku berhasil ya robb..bismillah.."batin delia sambil memandang keluar jendela


Seandainya dia diterima,maka kekhawatiran akan kelangsungan hidupnya di surabaya akan sedikit berkurang..


Akhirnya setelah menempuh perjalanan setengah jam delia sampai di tempat yang dia tuju,ternyata cafe yang dia tuju adalah cafe kelas satu gimana tidak..yang berada di parkiran hanya ada mobil dengan bodi kinclong yang menurut pemikiran delia hanya orang"kaya yang bisa makan di cafe ini


Dengan hati yang ragu dan jantung yang super deg"an dia masuk ke cafe..lalu bertanya dengan salah satu pegawai berseragam di cafe itu


"maaf mbak..mau nanya yang pemilik kafe ini apa ada di tempat ya mbak..soalnya saya dipanggil kesini untuk wawancara mbak..."tanya delia


"ooo..mbak ini mau wawancara ya?..ada mbak.. tadi bu bos sudah kasih tau kalau ada yang datang untuk wawancara hari ini...mari saya antar.."jawab mbaknya tadi,dengan senyum yang hangat


tok tok tok...

__ADS_1


"Assalamualaikum bu..."salam delia sambil mengetuk pintu dengan tulisan "owner"..


"Wa'alaikumsalam...silahkan masuk..!"aahutnya dari dalam


Dengan dada berdebar debar delia membuka pintu,yang di dalam bayangannya adalah bu bos yang tegas dan dingin ternyata...


"Kamu ya yang mau wawancara?"tanya bu bos ramah, yang ternyata adalah seorang nenek sekitar umur 65th dg paras yang masih sangat cantik di usianya


Kelihatan dari auranya adalah dari keluarga yang berada..kalau di kampung namanya keluarga ningrat..


Wawancara berlangsung dengan lancar..bu bos juga seorang yang sangat humble..dia mengerti dengan keadaan delia yang hanya bisa bekerja setelah kuliah selesai..karena bagaimanapun delia ingin utamakan sekolah dulu diatas yang lainnya


Apapun itu delia sangat bersyukur..ternyata doanya terkabul dengan segala kemudahan yang dia lewati


"Makasih bu bos..insya Alloh saya akan bekerja dengan sebaik"nya.."janji delia


"Sampai jumpa minggu depan delia..semoga kamu bisa bekerja dengan baik ya..? sahut bu bos yang ternyata bernama ibu rose

__ADS_1


"ya bu..saya akan bekerja dengan baik..kalau begitu saya permisi bu..Assalamualaikum.."pamit delia..


"Wa'alaikumsalam..."jawab bu rose sambil tersenyum penuh makna


Keluar dari pintu bu rose tanpa sadar delia loncat sambil teriak "yess"..narsis banget kan? ha..ha


"Diterima ya mbak..."tiba tiba suara di belakang delia mengagetkannya..


"iya mbak"jawab delia sambil menahan malu atas kelakuannya yang dibawah rata" itu


"jangan panggil ak mbak dong..berasa tua jadinya,kenalin..aku ayu.."sambil mengulurkan tangannya


"Aku delia..salam kenal..senang berkenalan dengan kamu..semoga kita bisa bekerjasama dengan baik ya.."jawab delia menyambut uluran tangan teman barunya itu


Dengan bergegas delia segera menuju halte bus yang ada di depan cafe..karena hujan rgerimis mulai turun.


Delia gak mau kehujanan krn bagaimanapun dia harus menjaga kesehatan di tempat perantauan ini

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2