
Rangga kembali masuk ke dalam dan mengambil selimut untuk Delia yang sudah pulas tertidur di sofa..Rangga sengaja tidak memindahkan Delia karena dia ingin Delia segera terbangun agar Rangga bisa menyampaikan niatnya
Mata Delia terbuka pelan pelan ketika mengendus aroma mi goreng instan kesukaannya..tiba tiba perutnya berbunyi krucuk..krucuk...
"lapar bener..bangun ahhh...siapa tau itu mie udah dibikinin buat aku.."batinnya sambil berjalan menuju dapur
Tapi nyatanya dia melihat Rangga sedang asyik menikmati mi gorengnya dengan lauk 2 biji telur dadar setengah matang..membuat Delia ngiler
"Mas..."panggilnya mendekati Rangga
"Hai..sudah bangun ya?lapar nggak?aku tadi kelaparan mau ajak kamu makan diluar tapi nggak bangun bangun,jadilah mi instan solusinya..mau??"
"Mau dongg..aku lapar berat..tapi mas..lanjutkan makanmu..aku akan masak sendiri saja..mau buat yang nikmat.hmmm..."
Lalu Delia sibuk dengan panci pancinya di dapur,selang beberapa saat..bau yang begitu menggoda menyeruak ke seluruh dapur
"Hmm..baunya enak sekali sayang..kataya cuma buat mi instan aja..tapi baunya kok enak banget sih?"kata Rangga sambil mengintip penampakan mi milik Delia dan terlihatlah mi yang sangat menggugah selera..dengan toping sayur sawi banyak dengan bawang goreng..telur ceplok..dan cabe yang begitu banyak
"Wow...sepertinya nikmat tuh..tapi sayang..aku dah kenyang...
"Emang siapa yang nawarin kamu mas??kan itu hidangan pribadi aku..ye ye..mari makaaannn..."kata Delia mulai menyantap hidangannya
__ADS_1
Rangga hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Delia yang kayak anak kecil itu
Rangga duduk di depan Delia yang sudah hampir menghabiskan makanannya itu
"Sayang..ada yang mau aku bicarakan sama kamu..boleh?"
"Ya boleh dong mas..kok serius banget..mau ngomongin apa sih?"
"Gini sayang..besok aku harus berangkat ke Riau untuk menyelesaikan masalah di sana..dan aku akan pergi untuk 6 hari..gak papa kan?kamu sama nenek di rumah?"
Delia yang selama ini belum pernah ditinggal Rangga pergi sekalipun,sedikit terkejut..tapi dia menyadari tugas seorang Rangga yang begitu besar
"Gak papa mas..aku ngerti kok..cuman jangan meleng ya itu mata..ada bini nungguin di rumah.."sahutnya sambil melotot lucu
"oh iya..dan jangan lupa..tebelin dompetku..aku mau shoping yang banyak selama kamu tinggal mas...oke.."lanjutnya sambil tertawa
"Kan kamu masih punya kartu yang aku kasih kan??"
"Gak mau ah..itu bukan cash..aku mau cash mas...ya...ya..?"sahutnya sambil menggelayut manja di lengan Rangga
"Iya..iya..nanti aku siapin.."jawab Rangga sambil mengusap rambut Delia
__ADS_1
"Tapi nanti kalau aku tinggal..kamu tetap akan diantar jemput sama pak Yudi..mau kemanapun pak Yudi yang akan nganterin kamu..dan ini peri tah!jadi tidak menerima penolakan!"lanjut Rangga membuat Delia bersungut sungut
"sama aja dong ..gak bisa happy happy nih"batin Delia
Keesokan harinya mereka meninggalkan apartemen dan menuju rumah nenek..disana nenek sedang membuat kue di dapur
"Assalamualaikum nek.."salam mereka berdua
"Wa'alaikumsalam...eee..kalian sudah datang?padahal kue nenek belum jadi nih"
"Aku bantu nek..."
"Tidak usah..kamu bantu Rangga packing saja..lagian nenek tahu kamu pasti capek kan?"sahut nenek
"Baiklah kalau begitu...Delia bantu mas Rangga dulu ya nek..."kata Delia sambil berjalan menuju kamarnya
Nenek mengangguk sambil tersenyum,nenek tahu hubungan mereka sudah lebih baik lagi karena nenek melihat raut muka Rangga yang berseri seri dan tatapan penuh cinta ketika memandang Delia
Nenek senang sekali..itu berarti cicitnya akan on the way...
memikirkan itu saja nenek sudah sangat senang sekali..apalagi jika itu jadi kenyataan...
__ADS_1