
Hari itu sangat panas sekali..Dista dan Delia berjalan menuju halte..Delia mengantar Dista dulu untuk naik bus,sekalian lewat..rencananya Delia akan ke kost annya untuk mengambil barang yang dibutuhkannya,sekalian pamit dengan ibu kost kalau dia akan keluar dari kost annya itu
"Hari ini kamu dah mulai kerja lagi Del?"tanya Dista
"Belum Dis..ak masih minta cuti beberapa hari lagi,ingin segera menyelesaikan tugas yang menumpuk.."sahutnya sambil sesekali menoleh ke arah bus yang melintas
"Bus kamu mau lewat tuh..buruan..bye..ketemu besok lagi ya..hati hati"katanya
Delia memastikan Dista naik bus dulu baru dia berjalan menuju tempat kostnya
sampai tempat kost dia segera menemui ibu kost untuk menyampaikan tujuannya
Selesai menemui ibu kostnya,dia menuju ke kamar untuk membereskan barang barangnya yang akan dibawa ke rumah Rangga
"Lo..bukannya pintunya harusnya dikunci ya..ini kok tidak terkunci,waduhhhh jangan jangan ada maling nih.."dengan gerak cepat dia segera membuka kamarnya
Baru melangkah kedalam,hidungnya mencium bau parfum yang tidak asing,sepertinya...
Dengan langkah cepat Delia segera membuka pintu dan di atas kasurnya terlihat seseorang sedang asyik dengan laptopnya
Delia sangat terkejut,bagaimana Rangga bisa tahu tempat kostnya..dan bagaimana dia bisa masuk ke kamar Delia
"Assalamualaikum.."tak lupa dia mengucap salam setiap masuk ke dalam rumah
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam.."sahut Rangga yang sudah menunggu kedatangan Delia
Benar kan ternyata dugaanku..ini parfum milik Rangga..batin Delia
"Loo...mas kok kamu disini?kok bisa masuk?pintu tadi kamu dobrak ya?"tanya Delia beruntun
"La kamu tadi lihat ada kerusakan tidak di pintu?"
"Kamu baru tahu ya kalau aku ini memang hebat,kalau hanya ingin tahu dimana kamu berada itu sangat mudah bagiku"jawab Rangga
"Sombong banget...!orang sombong itu temennya setan tahu.."kata Delia
"Kalau setannya setampan aku sih sepertinya pada nempel semua"sahut Rangga gak mau kalah
"Alam ghoibnya lagi kena tsunami jadi penghuninya mengungsi ke alam manusia yang panas ini"sahut Rangga gak mau kalah
"Panas juga gak papa yang penting masih tetap eksis kan?"kata Delia sambil mulai berbenah barang baranga yang haris dibawanya ke rumah Rangga
"Barang barang kamu itu kamu masukkan koper aja nanti akan ada orang yang ngambil terus diantar ke rumah"kata Rangga
Delia mengiyakan ucapan Rangga sambil tangannya sibuk menata barang,cuaca panas mulai terasa di kamar Delia,memang kamarnya tidak ada fasilitas AC,hanya kipas kecil yang menjadi obat kegerahannya
Wajah ayu Delia terlihat sexy ketika wajahnya mulai dibanjiri keringat
__ADS_1
Delia merasa sangat gerah sekali karena kipas kecil yang ada di kamarnya sudah dikuasai Rangga,dan Delia tidak mau mengambilnya dari Rangga karena dia sadar Rangga pasti sangat merasa kegerahan,cuman dia tidak mengeluh
jadi Delia pun sungkan kalau harus memintanya ke Rangga
Karena gerah yang teramat sangat,Delia pun nekat buka hijabnya..toh mereka sudah sah kan?daripada aku kepanasan terus pingsan?kan bisa berabe..batinnya pada diri sendiri
Rangga yang dari tadi fokus sama laptop di depannya,tidak tahu jika Delia sudah membuka hijabnya dan masih mengemasi barang barangnya
"Oke...selesai..akhirnyaaa..."kata Delia penuh kelegaan
"Selesai beneran?"tanya Rangga sambil memandang Delia..dan dia sangat terkejut ternyata Delia membuka hijabnya
Delia sangat cantik rupawan..rambutnya panjang,tebal,hitam dan lurus diikat satu di belakang tetapi tidak mengurangi kecantikannya,lehernya yang jenjang dan kulitnya putih mulus..sangat diluar ekspektasi Rangga
Apalagi ditambah Delia sedang berkeringat,sungguh kelihatan sangat sexy di mata Rangga
Bagaimana rasanya jika menciumnya?pikiran Rangga berkelana kemana mana
......................
*maaf ya readers..beberapa hari ini otor lagi sibuk banget jadi update nya sedikit terlambat..tapi tetap dukung otor ya agar tetap semangat nulisnya
tinggalkan jejak kalian..like...comment..dan hadiahnya ya gaess..mkasih maksih*...
__ADS_1