Hati Yg Terikat

Hati Yg Terikat
membuka hati 2


__ADS_3

Delia meresapi kata kata Rangga,bagaimanapun untuk hubungan ini dia pun ikut andil di dalamnya,seandainya dia tidak bertemu dengan nenek..dan ibunya tidak sakit..kemungkinan dia tidak akan pernah menjadi istri seorang Rangga..posisi yang sangat diminati banyak wanita di luaran sana


Delia merasa bersalah,selama ini dia masih belum melaksanakan tugasnya sebagai istri dengan baik,itupun Rangga tidak pernah protes,dia sangat menghargainya


Dan kini saat nenek dan Rangga memintanya untuk ikut ke Jakarta,Delia sadar dia berkewajiban menurutinya


"Mas..tentang kepindahan ke Jakarta,aku akan ikut..aku akan ikut suamiku ke Jakarta,aku juga akan berusaha membuka hati..membuka diri untuk menerimamu..aku harap kamu sedikit sabar dengan perasaanku..karena jujur untuk saat sekarang,aku masih belum mencintaimu..dan itu butuh waktu..cukup..buat aku merasa layak bersama denganmu,karena aku yakin di luaran sana banyak sekali pengagummu yang ingin berada di posisiku..dan itu tidak mudah untukku"jelas Delia


"Insya Alloh aku akan sabar menantimu untuk mencintaiku..cukup biarkan hatimu terbuka agar aku bisa masuk ke dalam hatimu..dan aku juga tidak akan menyentuhmu sebelum kamu sendiri yang mengijinkannya..tapi untuk sebuah ciuman gak papa kan..sekedar latihan membuka diri.."kata Rangga masih sambil memeluk Delia


Sontak Delia berbalik memandang Rangga sambil merengut..dan kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Rangga,dengan cepat bibirnya meraih bibir Delia yang bagai candu untuk Rangga


Delia tidak bisa menolak ciuman itu,karena tubuh dan pikirannya tidak mau bersatu


pikirannya menolak,tapi tubuhnya memberikan kesempatan untuk itu


Rangga terus ******* bibir Delia hingga Delia membuka mulutnya,mereka berhenti adu lidah ketika merasakan napas mereka ngap ngap an

__ADS_1


Muka Delia merasa panas dan bibirnya seperti bengkak karena ulah Rangga


"Sudah..ayo masuk..nanti masuk angin kalau disini terus"kata Rangga sambil mengelus pipi Delia yang merona


Lalu mereka beranjak ke dalam..Delia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur


Keluar dari kamar mandi,Delia melihat Rangga sudah berada di atas tempat tidur


"Lo mas...kok masih disini..udah sholat Isya belum?"tanyanya


"Mulai malam ini aku akan selalu tidur bersamamu..gak papa kan..katanya mau berusaha membuka diri?atau mau aku bukain"katanya sambil mengedipkan matanya


"Katanya mau sabar...ya tunggu aku di persimpangan dong"jawabnya sambil bercanda


"Dah sholat belum mas..imam yang baik itu selalu menjaga sholatnya"katanya menceramahi


"Sudah tadi..sebelum aku kesini.."

__ADS_1


"Oh iya..aku lupa ngasih tau..besok dan 5 hari ke depan aku akan ada di jakarta..tidak apa apa kan?disini akan ada nenek yang menemanimu sebelum kita kembali ke Jakarta"


"Kamu bisa punya waktu selama seminggu untuk teman temanmu itu,pakailah kartumu..bahagiakan mereka selagi aku masih bermurah hati"


"Beneran mas...aku boleh traktir mereka..?tanya Delia dengan berbinar


"Ada enaknya juga nikah sama sultan"sahutnya lagi


"Kehidupanmu akan dimulai di Jakarta nanti..disana aku mempunyai musuh bisnis yang banyak,dan banyak wanita yang akan mengeliliku..apa kamu siap dengan semua itu?"


"Siap gak siap ya harus siap..la udah kepalang tanggung..baru mau ngerasain kartu hitam ternyata resiko ada di depan mata"


"Cuman satu permintaanku..apapun yang terjadi,percayalah padaku..aku tidak akan menghianati pernikahan ini..mengerti ibu Rangga Abimanyu?"kata Rangga sambil memandang Delia


"Siap pak Su..aku akan jalani semua rintangan ke depan,tolong tetaplah bersamaku walau jalan yang kita lalui terjal dan berliku.."


"Iya sayang..."jawab Rangga sambil mengelus pipi Delia

__ADS_1


Rangga berkata seperti itu dikarenakan agar Delia mengerti jika menjadi seorang istri Rangga Abimanyu tidaklah mudah..banyak pesaing bisnis yang menggunakan cara kotor untuk meloloskan usahanya..


Sambil memeluk Delia,mereka hanyut ke alam mimpi masing masing dan berharap esok akan ada pelangi di kehidupan mereka


__ADS_2