
Delia segera menyelesaikan sarapannya lalu bersiap untuk ke kampus
Ketika keluar kamar,ternyata Rangga sudah menunggunya di ruang tamu,Delia terlihat sangat manis
"Lo..mas belum berangkat?jam segini ke kantor bukannya telat ya?"tanyanya heran
"Bagiku tidak ada kata telat..aku kan pemiliknya, suka suka aku dong mau berangkat jam berapa..lagian aku nungguin kamu,ayo aku antar biar cepet nyampai ke kampus"
"Gak usah..aku naik bis aja.."jawab Delia
"Aku tidak menerima penolakan.."katanya sambil berjalan ke garasi..
Delia pun mengikutinya,dia tidak akan bisa menolak perintah tuan besar satu ini,Delia terpana melihat garasi Rangga,disana berjejer beberapa mobil limited edition sebagai koleksi Rangga yang harganya tentu saja sangat fantastis
Kali ini dia memilih mobil hitam lexus keluaran terbaru,Delia mengikutinya dari belakang dan duduk di sebelah Rangga
Tiba tiba Rangga mendekati tubuh Delia yang membuat Delia menahan napasnya,menyadari dirinya sangat dekat dengan Rangga,aroma maskulin dari tubuh Rangga membuat jantungya berdetak sangat cepat membuat pipinya merona
"Ada apa denganmu?kok mukanya merah..sakit ya?"tanya Rangga sambil memegang dahi Delia
"Nggak..sedikit kepanasan aja.."sahutnya yang membuat Rangga geleng geleng
__ADS_1
"Pakai sabuk pengaman yang benar,agar save.."kata Rangga sambil memasangkan sabuk milik Delia
ternyata dia cuma mau memasangkan sabuk?kenapa aku deg deg an begini...anehh..
Sekitar perjalanan 20 menit,mereka sudah sampai di depan gerbang kampus Delia..sebenarnya Delia minta diturunkan di tikungan dekat kampus saja..dia tidak mau jadi bahan omongan di kampus jika ada yang mengetahui dia diantar seseorang menggunakan mobil mewah ini,tapi Rangga menolak dengan alasan takut Delia tidak ke kampus tapi ke tempat lain katanya
"Dah sampai..ayo cepetan keluar.."kata Rangga
"Eh iya...makasih mas.."jawab Delia bersiap siap keluar..namun Rangga tiba tiba mengacungkan telapak tangannya
"Salim dulu..itu wajib bagi seorang istri.."katanya sedikit jutek..tapi malah muka Rangga jadi lucu..tak ayal membuat Delia spontan tertawa tidak tahan melihat mimik Rangga yang lucu itu
lalu Delia meraih tangan Rangga untuk salim,bukannya dilepas malah Delia ditarik dalam pelukan Rangga lalu mengecup dahinya
Delia tersipu merasakan dahinya baru saja dikecup Rangga dengan bibir basahnya itu
"Sudah sana berangkat..jangan lupa langsung pulang!"ucap Rangga mengalihkan pikiran Delia
lalu Delia pun keluar dari mobil Rangga
Untung masih sedikit pagi..jadi belum banyak mahasisiwa yang datang..
__ADS_1
Namun dari arah gerbang,Delia melihat sahabatnya teriak teriak memanggil namanya sambil setengah berlari ke arah Delia
"Deliiaaaaaaaa.....tunggu akuuu.."Dista berteriak sambil berlari ke arah Delia
sambil ngos ngos an dia terus nyerocos kayak penjual jamu yang suka keliling di kampung Delia
"kamu tadi dianterin siapa???mobilnya dellll...bikin aku silauuuu..."
"Dan kapan kamu pulang dari Madiun?ibu bagaimana?sudah sehatkah??tanyanya beruntun..
"Kalau nanya itu satu satu..gimana aku mau jawabnya.."
"aku baru nyampai disini,kemarin...alhamdulillah ibu sudah sehat..dan tadi aku dianterin temen aku..sudah??"jawab Delia yang masih ingin menutupi tentang pernikahannya
"Harusnya kalau mau dateng itu ngomong dulu..jadi aku bisa jemput kamu..tapi hebat juga..baru pulang 2 minggu saja sudah punya teman tingkat tinggi begitu..apalagi kalau pulang sebulan?"ucap Dista bercanda
"Dan bagaimana kabar Arya?dia masih hidup kan?"tanya Delia yang spontan mendapat tabokan dari Dista
"Dia masih hidup..masih bergerak..kentut lagi"jawab Dista gak kalah kocak membuat dua sahabat itu tertawa ngakak
"Ayo kita lanjut di dalam aja..takut hitam kulit aye..percuma donk pedicri sama menicri ku kalau panas panas an gini.."ajak Dista lebay
__ADS_1
"Paling kamu nyalonnya juga tempat mbak rum sambil nyari kutu.."jawab Delia sambil menggandeng sahabatnya itu
Delia benar benar merasa sangat bersyukur mendapatkan 2 sahabat yang sangat solid ini,mereka saudara ketemu gede untuk Delia