
Pagi itu mereka masih sibuk dengan beres beres rumah setelah acara pernikahan
Rangga pun tidak canggung untuk membantu ayah dan beberapa tetangga untuk bersih bersih,ibu ibu pun tambah semangat ketika Rangga bisa jadi lukisan hidup mereka,ganteng ramah dan low profile banget,berbeda kalau Rangga sedang bersama Delia,dingin dan jutek banget
Delia memandang Rangga dari kejauhan,dia tidak menyangka kalau Rangga seorang CEO besar bisa membaur dengan orang orang kecil di kampung,malah kelihatannya dia sudah kalah pamor sama pesona Rangga
"Jangan pandangi suami kamu terus..dia gak akan kabur kemana mana,ayo bantu ibu di dapur..mereka waktunya sarapan.."suara ibu mengejutkan Delia yang sedang asyik dengan lamunannya
Waktu sarapan pun tiba,mereka sarapan bersama sama,duduk di tikar menambah rasa kekeluargaan mereka,Rangga merasa betah hidup disini,dia dikelilingi orang orang yang tulus,walaupun kehidupan mereka tidak semewah kehidupan Rangga,tapi mereka begitu menikmatinya..kebersamaan yang tidak pernah Rangga rasakan selama ini
Tanpa disadari Rangga,Delia sedari tadi memandangi wajah Rangga yang tiba tiba sendu..tangan Delia memegang lengan Rangga sambil berbisik
"Kalau bapak tidak nyaman,ayo kita ke belakang saja.."ajak Delia yang dibalas gelengan oleh Rangga
"Aku nyaman disini..malah bahagia sekali bisa bersama mereka.."jawabnya sambil menepuk tangan Delia..
Delia merasa sangat dihargai..meskipun keluarganya bukan keluarga mampu,Rangga benar benar menganggap mereka seperti keluarganya sendiri
__ADS_1
Hari itu,mereka benar benar disibukkan dengan beberes rumah,tanpa disadari waktu berjalan dengan cepat..malam tiba..dan Delia lupa kalau dirinya belum bersiap siap untuk kepulangannya besok ke Surabaya
"Pak..kita jadi pulang ke Surabaya besok?"tanyanya setelah mereka melaksanakan sholat isya berjamaah
"Iya..nenek tadi sudah menghubungiku,kita pulang besok jam 6 pagi"
"Kamu bisa tidak kalau jangan panggil saya bapak??tidak enak kalau di dengar orang..lagian aku juga belum bapak bapak..masih perjaka gini.."katanya
"Perjaka darimana??wong setiap hari aja dikelilingi cewek cewek cantik kok ngaku perjaka.."sahut Delia sambil memonyongkan bibirnya
"Terus aku harus panggil apa?mas..?kok aneh ya.."
"Eiit..bentar..!"Rangga tiba tiba menarik tangan Delia yang mau berdiri,dan karena Delia tidak menyangka Rangga menariknya..tanpa sengaja dia jatuh di atas Rangga yang membuat badan mereka berhimpitan
Meskipun masih mengenakan mukena,itu tidak menghalangi Rangga yang merasa dadanya menyentuh benda kenyal yang membuat jantungnya lari maraton
"Apaan sih mas..acara narik narik segala.."kata Delia sambil berusaha bangun dari jatuhnya
__ADS_1
"Tadi belum salim.."kata Rangga beralasan
"Ya Alloh..cuman itu??"kata Delia sambil mengulurkan tangannya mengajak Rangga salim..namun tiba"Rangga mencium kening Delia sambil berkata
"Kewajiban setelah sholat"katanya yang membuat Delia tersenyum menahan tawa melihat muka Rangga yang serba salah
"Udah ah..ayo kita keluar dulu,kita harus pamit sama bapak ibu kalau besok kita berangkat"ajak Delia
Mereka berdua berpamitan dengan kedua orangtua Delia kalau mereka besok harus kembali ke Surabaya
Orangtua Delia hanya berpesan kepada mereka berdua untuk saling menjaga satu sama lain,saling mencintai dan berusaha untuk mempertahankan rumah tangga mereka meskipun badai datang menerjang
Rangga dan Delia pun mengiyakan permintaan orangtua Delia
***
*tetap dukung author ya...
__ADS_1
jangan lupa..like..comment..dan votenya..
biar otor tetap semangat ngelanjutin cerita Delia dan mas Rangganya*..