Hati Yg Terikat

Hati Yg Terikat
Ke kampus


__ADS_3

Setelah mandi Delia bergegas ke kamar Rangga,sebelum masuk dia mengetuk pintu beberapa kali barulah Rangga menyahut dari dalam..sambil menyembulkan kepalanya, Delia masuk ke dalam kamar Rangga


Rangga kelihatan sudah mulai bersiap ke kantor..


"Kebetulan kamu datang..gimana sih?masak aku mau kerja tapi tidak ada yang menyiapkan pakaian untukku..bukannya ini juga termasuk tugas istri ya?"kata Rangga yang membuat Delia merasa bersalah..memang dia sama sekali belum memulai tugasnya sebagai istri


"Maaf mas..aku tadi tidak berani masuk ke kamarmu.."jawab Delia jujur


"Oke aku janji..besok aku akan siapin semuanya,sekalian tadi aku kesini mau pamit sama kamu..aku mau ke kampus hari ini sama sorenya aku akan kembali bekerja di cafe nenek..boleh kan?"tanyanya hati hati


"Kalau ke kampus aku ijinin,tapi untuk bekerja sepertinya tidak akan aku ijinin..terus tugas istri buat nyiapin makananku nanti siapa?.l"jawabnya ngeles


"Mas..kalau aku tidak bekerja..nanti untuk biaya hidupku bagaimana?lagian aku juga bosan kalau di rumah terus.."sambungnya sambil mengerucutkan bibir mungilnya itu


"Oh iya..aku hampir lupa..tadi aku mau ngasih ini ke kamu.."kata Rangga sambil mengambil kartu black card ke Delia


Delia terkejut bukannya kartu itu hanya milyuner yang punya?kartu no limit...meskipun Delia orang kampung,dia gadis yang cerdas dan suka mencari informasi tentang apapun yang ditemukannya,tak heran dia sangatlah cerdas

__ADS_1


"Gunakan kartu itu untuk kebutuhanmu..apapun itu..anggap itu nafkah untukmu..sandinya adalah hari pernikahan kita"kata Rangga


"Tapi mas..bukannya ini berlebihan?dan aku tidak mengharap apapun dari pernikahan ini..ibuku sudah dibiayai saja itu sudah cukup buatku"sahutnya


Jawaban Delia tak urung membuat hati Rangga sedikit nyeri,ternyata Delia tidaklah seperti dugaannya dahulu..Rangga sedikit menyesali penilaiannya selama ini


"Bukannya kewajiban istri adalah menuruti perkataan suami ya..jadi kamu nurut aja..dan nanti pulang dari kampus segera pulang..ada yang akan aku bicarakan"


"Dan sekalian ini...pasangkan dasiku.."imbuhnya sambil menunjuk dasi yang berada di atas kasur


"Baiklah kalau itu perintah mas untukku..kartu ini akan aku simpan dan nanti sepulang dari kampus aku akan langsung pulang"jawab Delia sambil mengambil dasi yang akan dipakaikan ke Rangga


Lalu Delia berdiri sambil berjinjit untuk memasangkan dasi milik Rangga,bau wangi tubuh Delia seketika menyeruak hidung Rangga membuat jantungnya berdetak lebih cepat


Sedangkan Delia yang belum pernah berada sedekat ini dengan seorang pria merasa sangat canggung,bau parfum Rangga menghipnotis kesadaran Delia,dia merasa sangat nyaman dengan bau tubuh Rangga


Delia dengan cepat memasangkan dasi untuk Rangga,karena pikirannya terbagi karena parfum Rangga membuat keseimbangan Delia oleng..dia hampir terjatuh,untung Rangga dengan sigap menangkap tubuh ramping Delia

__ADS_1


Untuk sepersekian detik mereka saling merasakan aliran listrik yang entah apa namanya,mereka pun tak tahu


"Hobi kamu emang suka jatuh di pelukanku ya?"kata Rangga menyadarkan Delia..seketika dia membenarkan posisinya


"Mas aja yang ketinggian kayak antena listrik,jadi keseimbanganku goyah.."elaknya


"Atau kamu kesengsem dengan wajah aku yang limited edition ini?"


"Mas..jadi orang jangan kepedean..suka terbang ketinggian..nanti kalau jatuh ke bawah sakit lo.."kata Delia sambil tangannya menirukan gaya terbang burung


"Mana ada burung yang cakepnya kayak opa opa korea begini"


"ayo kita turun..nenek sudah terlalu lama menunggu kita"ajak Rangga jalan duluan meninggalkan Delia


Delia yang merasa ditinggal langsung menyusul nenek dan Rangga di bawah


Di sela sela makan mereka,Delia juga pamit dengan nenek untuk kembali ke kampus pagi itu

__ADS_1


Nenek pun mengiyakan keinginan Delia selama Rangga pun mengijinkannya


__ADS_2