
Setelah Rangga meneleponnya,Delia termenung,cepat sekali dia harus meninggalkan kota Surabaya ini..padahal begitu banyak kenangan yang dia lalui disini,nasib Delia berkata lain,dia harus merantau ke daerah yang lebih jauh lagi,dia pun harus patuh mengikuti suaminya kemanapun dia akan membawanya
Delia bertekad..besok dia harus mengatakan ini dengan kedua sahabatnya,mereka adalah saudara ketemu gede buat Delia
seiring dengan munculnya rembulan di atas awan hitam,Delia pun mulai memejamkan mata dengan bayang bayang Rangga yang ada di hatinya
Keesokan paginya Delia bersiap siap untuk berangkat lebih pagi dari biasanya..sebelum itu,dia sudah menghubungi dua sahabatnya itu untuk datang lebih awal karena akan ada yang dia bicarakan
Delia memakan sarapannya dengan tergesa gesa membuat heran nenek yang melihatnya
"pelan pelan sayang...nanti tersedak lo..memang mau kemana sepagi ini?bukannya kuliahmu sedikit agak siang ya?"tanya nenek
"Iya nek..tapi pagi ini Delia ada urusan dengan Arya dan Dista,Delia mau pamitan sama mereka kalau lusa kita akan ke Jakarta,itu artinya Delia gak bisa ketemu mereka lagi"kata Delia sendu,mengingatnya saja membuat hatinya sedih kalau harus berpisah dengan mereka,apalagi dengan waktu yang cukup lama
Delia tidak mau sampai membuat nenek kepikiran tentangnya,buru buru dia pamitan sama nenek,dan sopir nenek juga sudah menunggunya di depan
Sampai di kampus Delia sudah ditunggu dua sahabatnya di taman,mereka penasaran kenapa Delia mengajak mereka untuk bertemu sepagi ini
"Hai guys...."sapa Delia sambil menjatuhkan pantatnya di depan Dista dan Arya
"Ada apa sih Del?kamu gak berantem terus meminta kita kembalikan barang barang yang udah kamu beliin itu kan?"kata Dista sambil meringis membayangkan jika motornya harus dikembalikan lagi..susah lagi donkkk
"Hush..ngomong apaan sih kamu..barang yang sudah dikasihkan atau dihadiahkan itu pamali kalau diminta lagi...emangnya kamu mau kalau aku minta lagi?"tanya Delia
__ADS_1
"Jangan dong bestie..ntar aku jalan kaki lagi dong,masak aku harus susah terus sih..tapi emang beneran kan kamu gak akan minta lagi?"
"Nggak akan beb..gak akan pernah..itu hadiah buat kamu,aku tadi telpon kalian karena ada yang mau aku bicarain,tolong ya gaess..jangan kaget..gini beb.."Delia susah banget mau merangkai kata agar mereka tidak terkejut,tapi otak Delia saat ini sama lemotnya sama komputer pentium 1 jaman dulu,sama sama ngeblank
"gini ya beb..lusa aku mau pindah ke Jakarta ikut suamiku,kuliahku juga dimutasi ke sana..aku harap kalian tetap akan jadi sahabat terbaikku,jadi saudara untukku,dan makasih selama ini kalian selalu ada buat aku walaupun dalam keadaan aku sesusah apapun kalian tetap berada di sampingku"kata Delia berkaca kaca
Dista dan Arya yang sangat kaget dengan pamitan Delia ysng mendadak ini
"Maksud kamu..kamu pindah ke Jakarta dan gak akan balik lagi gituuu??"tanya Dista kaget
"Iya...aku akan hidup disana,walaupun tidak akan menutup kemungkinan akan sowan kesini,tapi entah kapan"
"Yaahhh..aku gak akan punya alasan lagi dong untuk keluar malam La.."kata Arya yang memang hobi balapan di malam hari dengan alasan belajar bersama Delia dan selalu diijinin oleh papanya
"Jangan khawatir kita masih tetap bisa vc kan?"kata Delia menenangkan Dista yang super heboh itu
"Iya deh..bagaimana lagi..istri sultan kan memang harus berada di istananya..supaya istananya tetap aman terjaga dari godaan pelakor"
"Aku doain kamu sehat selalu..bahagia selalu..jangan lupa hubungi kita kalau butuh bantuan..kamu tetap sahabat kami yang terbaik kok La.."kata Arya sok dewasa
"Dan juga jangan lupa..jaga kesehatan..kita juga berdoa semoga kita segera bisa mendapatkan ponakan putra mahkota.."kata Dista sambil cengar cengir membayangkan jika kelak Delia memiliki anak pasti cakep banget
Delia yang mendengar ucapan Dista langsung mencubitnya tanpa ampun
__ADS_1
"keponakan darimana wong kemasannya aja masih tersegel rapi"jawab Delia
"Siapa suruh kamu taruh tulisan 'Do not touch' sama segel kamu itu..ya jelas gak berani pegang..takut pecah"jawab Dista
"Emang piring bisa pecah..ngaco kamu!pelan pelan asal sampai tujuan"Nasehat Arya yang mendapat applause dari Dista
"Asyik..cowokku sekarang udah dewasa..tinggal tunggu tanggal mainnya aja aku pasti segera dilamar"kata Dista halu
"Aamiin.."jawab Delia dan Arya kompak
"Untuk itu..besok sebagai simbol persahabatan kita,kalian aku undang ke rumah untuk makan malam,sekalian kenalan sama suami aku,bagaimana pemirsa?setuju?"
"Ya jelas dobel setuju dong...makan enak lagi...alhamdulillah.."kata Dista girang
Dista dan Arya tidak menyangka kalau Delia akan meninggalkan mereka,walaupun persahabatan mereka masih sebentar tapi hati mereka sudah terikat satu sama lain
Manusia memang tidak akan pernah tahu apa dan bagaimana jalan yang akan mereka lalui untuk sampai ke tujuan utama yaitu sebuah kebahagiaan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"*maaf ya..author update agak lemot karena ada kendala sedikit..harap maklum ya pemirsa
tapi..jangan lupa tetap dukung novel ini agar tahu kelanjutan hubungan Rangga dan Delia ya..
__ADS_1
luv luv untuk kalian semua*...