
Keesokan paginya,Rangga sudah bersiap kembali ke Jakarta.Setelah shubuh Delia sudah mempersiapkan keperluan Rangga,dalam hatinya dia merasa kesepian jika Rangga tidak ada disini bersamanya,tidak akan ada orang yang mengajaknya berdebat
Sambil mengemasi barang yang diperlukan Rangga ke dalam koper kecil dia berkali kali menghembuskan napasnya..ada perasaan sesak yang entah apa Delia tidak mengerti..
Rangga yang sedari tadi mengamati sikap Delia yakin jika Delia pasti merasa kesepian jika tidak ada dirinya nanti..
Rangga mendekati Delia dan memeluknya dari belakang,dia berkali kali mencium rambut Delia yang wanginya begitu menenangkan
"Kenapa?kamu merasa kesepian jika aku tinggal?La kan katanya mau jadi istri sultan buat mentraktir temen temen kamu itu..harusnya seneng dong...mana semangat 45 yang kayak tadi malam itu??kok melempem kayak kerupuk kesiram air"sambil melepas pelukannya dia membalikkan tubuh Delia agar menghadap padanya
"Cuma 5 hari Delia...nggak lama kok..aku janji deh,begitu sampai sana nanti aku kabari kamu..ok??"
"Baiklah...aku gak papa kok.."jawab Delia sambil tersenyum menguatkan hatinya walaupun senyumnya agak dipaksakan
Rangga mencium pipi Delia..hidung...dahi..lalu mengecup bibir Delia,dan ********** dengan lembut..sambil tetap memeluknya
Delia yang kaget mendapat serangan mendadak itu hanya pasrah,tanpa sadar dia melenguh tubuhnya seperti mengharap lebih dari itu
Rangga yang tersadar langsung menghentikan aktifitasnya
__ADS_1
"Sudah sudah nanti kamu membangunkan macan tidur yang gak bisa masuk kandang.."kata Rangga sambil mengelap bibir Delia yang sedikit membengkak karena ulahnya
"Hari ini kamu ke kampus kan?ayo aku antar,setelah itu aku baru akan pergi ke Jakarta..cepat bersiap"
Delia tidak menolak perintah Rangga karena dia ingin menikmati kebersamaanya dengan Rangga sedikit lebih lama,ia pun bergegas untuk bersiap
dan rangga menunggunya di bawah sambil sarapan
Ketika Delia turun ke bawah,disana sudah ada nenek yang menunggunya juga,nenek senang sepertinya hubungan Rangga dan Delia sedikit ada kemajuan,nenek melihat gestur tubuh Rangga dan Delia yang seolah tidak mau jauh satu sama yang lain
Delia hanya diam menikmati sarapannnya,dan nenek tahu mungkin Delia merasa kehilangan jika Rangga tidak berada di sisinya
"Tenang sayang..Rangga hanya sebentar di Jakarta,nanti dia juga akan kembali untuk menjemput kita..kalau kamu kesepian kan ada nenek..nanti nenek kelonin juga gak papa kok.."kata nenek bercanda
Delia yang mendengar ucapan nenek pun berkata
"Nenek ada ada aja..masak aku dikelonin sama nenek sih..malu tau sama ayam di kandang.."jawab Delia membuat nenek tertawa
"Lagian ditinggal suami sebentar aja kok kayak mau ditinggal pergi perang"kata nenek
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan nenek Rangga pun mengantar Delia ke kampusnya,karena sudah agak siang,disana sudah banyak mahasiswa yang masuk
Delia lalu hendak berpamitan sama Rangga taoi Rangga malah memeluknya dan mengecup bibirnya sekilas...
"Hati hati ya di jalan ya mas...kabari aku kalau sudah sampai sana.."jawab Delia sambil salim kepada suaminya
Sambil keluar dari mobil,Delia merasakan hatimya sesak..ketika Delia hendak berjalan menuju gerbang tiba tiba Rangga keluar dari mobilnya sambil memanggil Delia
"Sayangggg..tunggu..."seru Rangga membuat para mahasiswa yang berada di situ heran dan bisik bisik melihat Delia dihampiri pria tampan yang kelihatan orang kaya raya.mereka pikir Delian adalah simpanan pria kaya tajir
Delia menoleh dan melihat Rangga menghampirinya
Rangga tidak peduli dengan pandangan orang orang di sekitar kampus,dia spontan memeluk Delia lalu mengecup dahi dan pipinya..
"Jangan sedih sayang...aku akan segera kembali untukmu"kata Rangga lalu memeluk Delia sekali lagi dan bergegas menuju mobilnya
Delia yang mendapat perlakuan seperti itu di depan teman temannya merasa malu tapi seneng juga,Rangga mengerti kalau dirinya sedih jika harus berpisah dengannya
Kasak kusuk di belakangnya tidak dihiraukan Delia..toh dia bermesraan dengan suaminya sendiri bukan suami orang lain..ngapain dipikirin bikin nambah khilaf aja
__ADS_1
...****************...
...****************...