
Delia diantar Rangga ke kamar di lantai 2,kamar yang sangat besar dengan ranjang yang besar yang dihiasi interior klasik dengan balkon menghadap ke taman membuat Delia tersenyum senang
Sedangkan Rangga sudah berada di kamarnya sendiri,dia sudah berkutat dengan pekerjaannya yang ditinggalkannya kemarin
Rangga memang memilih untuk tidak sekamar dulu dengan Delia,dia ingin Delia bisa menata hatinya dulu untuk menerima pernikahan ini
Dan itu sudah dia diskusikan dengan nenek,dan nenek pun menerima alasan Rangga dengan syarat,itu hanya akan terjadi sementara untuk memberikan kesempatan Delia untuk beradaptasi
Delia turun ke bawah ketika malam menjelang..dia melihat bik sum sedang memasak untuk makan malam
"Bik..boleh saya bantu?bibik mau masak apa biar saya yang masak.."tanya Delia
"Tidak usah non..nona muda tunggu saja di ruang depan nanti kalau selesai akan saya panggil,nanti dimarahi nyonya besar lo.."jawab bibik merasa tidak enak jika Delia,majikan barunya membantunya di dapur
"Tenang bik..biar nenek nanti jadi urusan saya...saya bingung bik mau ngapain disini"paksa Delia yang membuat bik sum mengalah
Dengan cekatan Delia memasak menu yang akan dimasak bik sum,beruntung semua menu Delia bisa memasaknya,bik sum heran dan bersyukur,tuan muda Rangga bisa mendapatkan Delia..meskipun sederhana..sebenarnya dia sangat cantik,rendah hati dan pintar masak lagi
__ADS_1
Makan malam pun siap,nenek menyuruh Delia untuk memanggil Rangga di kamarnya
Delia mengetuk pintu kamar Rangga berkali kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam,lalu Delia membuka pintu pelan pelan yang tidak dikunci itu
Ternyata Rangga sedang tertidur sambil terduduk di kursi dengan laptop yang masih menyala,Delia mendekati Rangga dan mematikan laptopnya,tapi sebelumnya dia save dulu berkas yang sedang Rangga periksa siapa tahu itu berkas itu penting bagi Rangga
Delia memandangi wajah Rangga yang tertidur itu,wajahnya kelihatan sangat tampan dan damai tapi kenapa kalau pas melek bikin Delia serasa mau menggigitnya..tanpa sadar Delia mengelus kepala Rangga
Rangga yang sebenarnya dari tadi sudah terbangun,pura" menggeliat dan Delia langsung melepaskan tangannya
"Mas..ayo turun ke bawah..kita makan malam dulu"katanya menutupi kegugupannya
Mereka berjalan menuju pintu tapi tiba tiba Rangga berbalik yang membuat Delia kaget yang membuat tubuh mereka bertabrakan
"Apaan sih mas..kebiasaan banget..!"kagetnya
"Bentar deh..laptop tadi perasaan belum aku matikan deh..ada berkas penting disitu,nanti hilang lagi.."ucap Rangga yang masih memegangi lengan Delia untuk menahan badan Delia agar tidak jatuh karena tabrakan tadi
__ADS_1
"Tenang..tadi aku yang mematikan..dan sudah aku save filenya.."jawab Delia yang mendapat anggukan plus senyuman dari mas ganteng
"Makasih.."ucapnya sambil mengacak kepala Delia yang berhijab itu
"Ayo.."ajak Rangga mengalihkan perhatian Delia yang sempat terkejut dengan perlakuan Rangga padanya..
Ya Alloh...kenapa jantungku marathon gini..batinnya
Nenek yang sudah menunggu sudah tidak sabar lagi,dia mendahului memakan makanannya
"Hmmm..dari tadi nenek tungguin lama banget,jadi nenek duluan..ini tadi kamu yang masak nak?mantap..nenek suka sekali masakan kamu..coba deh Rangga kamu makan..bikin nagih.."kata nenek
Delia segera mengambilkan nasi dan lauknya untuk Rangga,memang enak..ternyata dia pintar masak juga,batin Rangga
Setelah makan mereka kembali ke kamar masing"..Delia sungguh lelah,setelah sholat isya,dia langsung merebahkan badannya di kasur..tak butuh waktu lama dia sudah terlelap
Sedangkan Rangga masih juga tersadar di atas kasurnya,dia gelisah entah kenapa matanya sama sekali gak bisa merem,bayangan Delia selalu berkelebat dalam pikirannya
__ADS_1
"Aku kenapa sih gak biasanya begini..kemarin kemarin juga capek langsung tidur"ucap Rangga dengan dirinya sendiri