He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 10 Jakarta


__ADS_3

Sudah hampir 1 minggu Via bekerja di perusahaan Elang yang berada di Jakarta. Bahkan dia juga sempat membawa kedua anak nya bermain di Mall besar yang ada disana.


Hari-hari Via di lewati dengan damai dan tenang, tak ada gangguan sama sekali karena memang hampir semua karyawan mengenal Via yang baik. Via bekerja disana menjadi kepala bagian keuangan dan itu semua rekomendasi dari Ajeng.


Seperti pagi ini, Via akan mengadakan rapat bersama dengan anak buah nya untuk laporan ke sang CEO nanti.


"Selamat pagi, Bu"


"Vi, selamat pagi"


Begitulah kira-kira ucapan dan sapaan dari karyawan yang berpas-pasan dengan Via.


Via sendiri menjawab dengan sangat sopan dan ramah, wajah cantik nya terus saja memancarkan aura kebahagian dan teduh.


Ceklek.


"Selamat pagi, Bu" sapa anak buah Via yang memang sudah ada di tempat kerja nya masing-masing.


"Pagi, maaf saya sedikit terlambat ya" balas Via dengan wajah tak enak nya.


"Tak apa Bu, kami juga baru sampai" celetuk salah satu dari mereka dengan terkekeh kecil.


Via tersenyum, lalu mereka duduk melingkar di tempat masing-masing.


"Kemarikan berkas nya, aku akan memeriksa nya terlebih dulu sebelum semua nya di serahkan pada Asisten Tuan Alvredo" ucap Via dengan raut wajah tegas nya.


"Ini Bu, dan berkas ini dari cabang perusahaan Surabaya yang baru saja kemarin aku terima. Namun seperti nya ada yang janggal" jelas Reres dengan menunjukan beberapa tanda pada Via.


"Baiklah kita akan membahas satu-satu dulu dan untuk berkas ini biarkan nanti aku yang memeriksa dulu" ucap Via.


Kemudian mereka membahas beberapa keuangan yang akan keluar dan yang akan masuk , Via membahas nya dengan detail dan menyuruh Reres merangkum semua nya.


Mereka sangat kompak karena memang Via yang pembawaannya santai namun tegas dan teliti.


Hingga tepat jam 10 pagi mereka baru selesai rapat, Via keluar dari ruangan anak buah nya dan masuk ke dalam ruangannya sendiri.

__ADS_1


Huh.


Via menghempaskan tubuh nya ke kursi yang sangat empuk tersebut.


"Kenaikan bulan sekarang sangat bagus, aku harap selalu akan begini. Lumayan juga dapat bonus" gumam Via terkekeh pelan.


Via lalu menyalin semua hasil rapat yang barusan, dia juga sudah menyelesaikan beberapa berkas untuk rapat tahunan yang akan di langsungkan minggu besok.


Setelah selesai, Via beralih pada berkas yang di pisahkan tadi.


"Seperti nya pemimpin proyek dan kepala cabang nya sekongkol untuk menggelapkan dana, ini bukan uang sedikit" decak kesal Via.


Via lalu memeriksa lagi dan memberikan beberapa tanda agar terlihat mana yang janggal nya.


Via terus berkutat hingga melupakan jam makan siang nya, dia bahkan tidak tahu bahwa sudah memasuki jam istirahat sejak tadi.


Tok


Tok


"Masuk" teriak Via tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop dan berkas.


Ceklek


Hah.


Via kaget, dia lalu melihat jam tangannya dan langsung saja mendesah panjang.


"Kenapa aku sampai tak sadar ya" ceplos nya dengan mematikan laptop.


"Karena Ibu bekerja terlalu serius" kekeh Reres dengan tersenyum


"Ah mungkin kau benar, Res. Ayo kita makan siang dulu" ajak Via pada Sekertaris nya.


Via dan Reres pergi keluar dari perusahaan, mereka berencana akan makan di warteg yang ada di sebelah perusahaan itu.

__ADS_1


Tak lupa juga Via selalu memberi kabar pada kedua anak nya agar mereka tenang dan tak terlalu memikirkan keadaan Bunda nya.


"Bu, kata nya rapat tahunan besok CEO akan hadir" ucap Reres saat mereka sudah duduk dan menunggu pesanannya.


Via meletakan ponsel nya, dia kemudian menatap Reres.


"Memang nya selama 1 minggu ini kemana CEO kita?" tanya Via penasaran.


"Kata nya sih dia lagi ngurusin acara pertunangannya yang akan di gelar weekend besok. Awal nya mereka akan menikah bulan namun tak jadi" jawab Reres.


"Kenapa?" tanya Via.


"Calon istri Tuan muda Al nya akan merampungkan dulu kontrak kerja sama nya dengan perusahaan X yang memakai jasa nya sebagai modal" jawab Reres kembali.


Via hanya manggut-manggut saja, kemudian mereka fokus pada makanannya yang sudah tersedia di depan mereka.


Mereka berdua makan dengan diam, mereka sama-sama menikmati makanan yang ada di piring masing-masing.


***


Sedangkan di Apartemen Daffa, saat ini Ajeng menatap jengah pada Abang nya yang terus saja merengek.


"Ajeng aku mohon kasih tahu dia ada dimana" ucap Al kembali.


"Baiklah baiklah" balas Ajeng dengan cepat.


"Dia adalah mantan sekertaris ku di Bandung" jelas Ajeng singkat.


Al tersenyum, dia bahagia walaupun hanya secuil bocoran dari Ajeng.


Lalu dengan gerakan cspat Al memerintahkan anak buah nya untuk mencari kembali.


"Cari saja sampai kau pusing, Bang. Minggu besok juga akan bertatap muka dalam rapat tahunan" batin Ajeng dengan penuh seringai.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2