
Via memilih memejamkan mata nya saat masih di pesawat, dia bahkan tidak melepaskan pegangan tangan Al yang menurutnya sangat nyaman.
Al sendiri tersenyum kecil melihat Via yang sudah tidur dengan meletakan kepala nya di pundak nya, dia mengusap lembut pipi Via.
"Aku akan buktikan, bahwa aku sudah berubah dan cinta ini tulus bukan karena adanya, Vio" gumam Al dengan tatapan yang tulus.
Al melepaskan genggaman tangan Via, lalu ia memeluk pinggang ramping Via dengan sangat posesif.
"Maafkan aku yang terlalu gengsi untuk mengakui bahwa aku mencintaimu sejak kita melakukan hubungan badan, aku terlalu gengsi bahwa aku bisa mencintai kamu padahal kenyataannya aku selalu candu akan dirimu, Vi" gumam Al.
"Tapi, sekarang aku tidak akan melepaskan mu kembali Vi. Aku akan egois karena aku sangat mencintaimu, aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta kembali padaku" gumam Al kembali penuh tekad.
Al memutuskan untuk tidur juga, dia juga sebenarnya sangat lelah apalagi di tambah perjalanan ini yang cukup panjang.
Dia memeluk Via dengan erat, bahkan membiarkan kepala Via bersandar di dada nya.
***
Beberapa jam berlalu, perjalanan Via dan Al sudah mereka lewati dengan berbagai hal, hingga pada akhirnya mereka sampai juga di Bandara-Jakarta.
"Ah Nda, aku pusing" celetuk Vio yang bersandar di bahu sang Ayah.
__ADS_1
"Sabar ya, Nak. Sebentar lagi kita akan ke mansion dan kamu bisa istirahat dengan nyaman" ucap Al dengan lembut.
Via tersenyum kecil, dia lalu mengusap lembut kepala Vio dan ikut berlalu masuk ke dalam mobil yang menjemput mereka.
Selama di perjalanan, Via maupun Vio hanya diam dengan duduk bersandar di bahu Al.
Hingga tak berselang lama, mereka sampai juga di mansion keluarga Elang. Awalnya Via menolak untuk tinggal disana, namun berkat bujukan Al dan kedua orangtua nya dia akhir nya mau juga walaupun terpaksa.
"Ayo, kalian bisa istirhat di kamar" ucap Al saat pengawal yang sudah membukakan pintu mobil nya.
"Hemmm" balas Via yang memang cukup jetlag.
Al menggendong Vio dan tangan satu lagi memegang tangan Via, dia membawa kedua nya masuk dan langsung menuju ke kamar utama di lantai atas.
"Nanti saja, biarkan mereka istirahat dulu dan jangan di ganggu" ucap Al dengan tegas.
Ck.
Ajeng langsung kembali duduk dengan berdecak kesal akan Abang nya, namun dia juga bisa melihat wajah lelah Via.
"Nanti saja ya, Bu" ucap Via tersenyum kecil.
__ADS_1
"Baiklah, nanti pas makan malam kita berjumpa kembali" balas Ajeng dengan semangat.
Via menganggukan kepala nya, dia lalu mengikuti kembali Al yang membawa nya ke arah lift.
Ceklek.
Al membuka kamar nya, kamar utama yang memang selalu ia tempati namun sekarang dia menyuruh Via dan Putri nya untuk disana. Sedangkan Al sendiri menempati kamar di sebelah nya.
"Istirahatlah, namun bersihkan dulu tubuh mu agar nyenyak" ucap Al setelah merebahkan tubuh Vio di atas ranjang size nya.
"Baiklah, kamu juga istirahat. Aku tau kamu juga lelah karena menjaga kami sejak di pesawat" balas Via tersenyum.
Al hanya mengangguk dengan wajah tersenyum, dia mengecup kening Via sebelum pergi keluar kamar. Via sendiri langsung membersihkan tubuh nya dan setelah nya akan langsung ikut terlelap bersama dengan sang Putri.
Begitupun dengan Al, dia juga membersihkan diri nya agar segar dan setelah nya akan istirahat sejenak sebelum turun ke bawah menemui Adik dan para sahabat nya. Tak lupa dia juga memberi kabar pada sang Mommy bahwa mereka sudah sampai.
.
.
.
__ADS_1
.
.