He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 19


__ADS_3

La terduduk dengan raut wajah yang entah bagaimana, dia bahkan menghela nafas berkali-kali dengan kasar.


"Apa aku salah jika ingin bersama dengan Putri ku" ucap nya dengan lirih.


"Tidak" balas Daffa tegas.


"Hanya saja caramu dan tindakan mu yang salah" jelas Daffa kembali.


Mereka memang masih di ruang keluarga, namun hanya ada Alvredo, Arion, Daffa dan Ajeng saja disana.


"Kau tau Al, kau membuat Via semakin membenci mu dan kemungkinan hanya sedikit kau bisa bertemu dengan Putri mu itu" ucap Arion.


"Apa yang di ucapkan Arion benar, Bang. Harus nya kau bisa tahan ego mu, jangan malah membuat urusan jadi semakin runyam begini" timpal Ajeng dengan kesal.


"Lalu aku harus bagaimana lagi? Aku tidak ingin berpisah lagi dengan mereka" lirih Alvredo dengan menundukan kepala nya.


Ck.


Ajeng berdecak dengan sebal, dia menatap Abang nya dengan sorot mata yang memincing.


"Jangan bilang kau sudah mencintai Via sejak lama" tebak Ajeng.


Arion dan Daffa menatap Al dengan penuh tanda tanya, mereka berdua juga sempat memikirkan akan hal itu sejak tadi.


"Apa tebakan Istri ku benar, Al? Karena sejak tadi kau selalu tidak ingin Via dan Vio lepas dari genggaman mu" timpal Daffa.


"Kurasa diam nya Al adalah jawaban Iya" balas Arion terkekeh geli.


Namun Al masih tetap saja diam, dia hanya menghela nafas kasar saja.


"Seharusnya kau lebih sabar jika memang ingin bersama dengan Bunda nya juga, jangan malah menekan dan membuat nya semakin membenci mu" ucap Ajeng dengan kesal.


"Sudahlah kita istirahat saja" ucap Daffa.


Mereka lalu beranjak ke kamar nga masing-masing, Arion juga mempunyai kamar sendiri disana.


***


Di sisi lain, Via dan kedua anak nya sudah berkemas kembali.

__ADS_1


Kali ini Via benar-benar akan pergi sejauh mungkin dari semua nya.


"Maafkan aku Al, bukan aku menjauhkan mu dari Vio tetapi sikap egois mu yang membuatku ingin pergi karena takut kau akan mengambil hartaku satu-satu nya kembali" batin Via.


Yogi menghampiri sang Bunda yang sedang duduk memangku Vio.


"Bun, jangan bersedih seperti itu" ucap Yogi lembut.


Via tersadar dari lamunannya, dia lalu menatap Yogi dengan senyumam di bibir nya.


"Bunda tidak sedih kok, Bang" balas Via.


"Aku tau Bunda bohong, Bunda jangan takut ya karena kita akan pergi menjauh dari orang-orang jahat. Bunda harus kuat demi Adik Vio" ucap Yogi kembali.


"Terimakasih Nak, kau memang anak Bunda yang baik" balas Via mengusap lembut kepala Yogi.


Yogi tersenyum, dia memeluk tubuh Via bersamaan dengan Vio yang masih terlelap di pangkuan Via.


Tak berselang lama, taxi pesanan Via pun sudah tiba disana. Mereka langsung saja masuk dan Via menyebutkan tujuannya.


"Bun, aku janji setelah ini aku akan sukses untuk membantu mu. Kau jangan khawatir Bun, aku sangat menyayangi mu dan Adik Vio" batin Yogi dengan penuh tekad.


"Ayah, Ibu, aku lelah. Kenapa semua rasanya sangat menyakitkan. Tetapi aku tak akan menyerah, aku akan tetap bersama dengan Vio" batin Via.


Hampir 1 jam mereka melakukan perjalan, Via akhir nya sampai di Bandara.


"Ayo, Nak" ajak Via pada Vio dan Yogi.


"Woah naik pesawat, Nda?" tanya Vio dengan berbinar.


Via hanya menganggukan kepala nya, dia dengan gemas mengecup pipi gembul Vio.


Ketiga nya melangkah masuk ke dalam pesawat, tak ada siapapun yang tau kemana mereka akan pergi. Semuanya telah di urus oleh Via sendiri dengan rapi.


"Selamat tinggal Jakarta, Indonesia dan kenangan" batin Via.


**


Pagi hari nya, Daddy Vir mendapatkan kabar bahwa Ayah Fira membuat onar.

__ADS_1


Bahkan Al, Arion dan Daffa pun sudah sejak tadi pergi untuk mengurus masalah tersebut.


"Cih, dia hanya ingin harta Al saja ternyata" ucap Ajeng saat tahu bahwa Fira dan keluarga nya tak sebaik yang nampak, mereka hanya mengincar harta Al semata.


"Kau benar, Nak. Untung saja mereka tidak jadi menikah, kenapa bisa kita lengah akan hal penting ini" balas Mommy Al dengan geram.


"Ya kita masih beruntung, namun kita juga harus hati-hati karena mereka bisa saja berbuat nekad pada kita" ucap Daddy Vir.


Ajeng dan sang Mommy pun mengangguk, mereka baru tahu saat semalam anak buah Daddy Vir menunjukan siapa sebenarnya Fira dan keluarga nya.


"Daddy akan ke perusahaan, kalian disini dan jangan kemana-mana. Penjaga akan menjaga disini dengan ketat" ucap Daddy Vir dengan beranjak dari duduk nya.


"Baik Dadd" balas Mommy lembut.


Setelah kepergian sang Suami, Mommy Al kembali lagi ke ruang makan. Dia akan melanjutkan sarapannya bersama dengan anak dan cucu nya.


"Mom, apa semalam ada Yogi?" tanya Tio.


"Ada, Nak. Kenapa memang nya?" balik tanya Ajeng pada sang Putra.


Tio tak menjawab, dia hanya memberikan ponsel nya pada sang Mommy yang berisi pesan pamitan dari Yogi.


"Ya Tuhan" kaget Ajeng.


"Mom, mereka pergi kembali" ucap Ajeng pada sang Mommy.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Mommy Al dengan bingung.


"Via dan anak-anak nya" jawab Ajeng cepat.


Uhuk.


Mommy Al pun langsung saja tersedak, dia lalu bergegas mengambil ponsel nya, dia akan memberitahu Al akan hal ini.


Ajeng pun sama, dia langsung menelpon Daffa agar dengan cepat mencari Via.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2