He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 44 Akhir dari Fira 2


__ADS_3

Deg.


Jantung Fira berdetak dengan kencang, dia bahkan menatap Al dengan terkejut. Fira melupakan fakta bahwa Al memang tidak pernah menyentuhnya kalau bukan pegangan tangan saja.


"Kenapa? Apa kamu terkejut Fira?" tanya Daffa meledek.


"Bukan hanya kamu saja mungkin yang tahu, bahkan orangtua mu juga tahu bahwa selama kalian dekat Abang iparku ini selalu mengantarkan mu pulang tidak lebih dari jam 9 malam" ucap Daffa kembali.


"Lalu kapan dia membuat adonan dengan mu?" ledek nya lagi dengan terkekeh.


Brak.


Ayah Fira menggebrak meja dengan sangat kuat, dia terlihat begitu marah dengan ucapan Daffa dan Al yang seakan merendahkan Anak nya.


"Kenapa? Apa tidak terima?" tanya Alvredo santai.


"Al, kau kenapa jadi begini? Ini anak mu Al" ucap Fira dengan air mata yang menetes.


"Kau jangan lari dari tanggung jawab, Al. Dia itu anak mu dan Fira" tekan Ayah Fira.


Al menaikan alis nya, dia lalu menatap keluarga di hadapannya dengan senyum miring nya.


"Apa kalian yakin? Kalau memang yakin aku ingin melakukan satu hal pada Fira" ucap Al.


"Apa itu?" tanya Fira


"Tes DNA" jawab Alvredo tegas.


Deg.


Fira dan kedua orangtua nya langsung saja kaget, mereka tidak mengira bahwa Al akan meminta tes DNA akan bayi yang di kandung Fira.


"Apa kalian siap? Kalau tidak maka aku tidak percaya bahwa itu bukan anakku" kekeh Al dengan wajah mengejek.

__ADS_1


"Ck, jelas mereka tidak mau lah Abang. Mereka hanya mau kau menikahi nya dan memberi mereka uang atau anak perusahaan yang kau miliki" timpal Daffa santai.


"Jangan sembarangan kalau bicara" bentak Ayah Fira.


"Memang itu kenyataannya, kalian memang hanya menginginkan harta nya saja" ucap seseorang yang baru saja masuk dari pintu utama.


Deg.


Deg.


"Roki" gumam Fira dengan kaget.


"Tuan Roki" gumam kedua orangtua Fira.


"Ya dia adalah Roki, pengusaha sukses dari Negara India dan dia adalah Ayah kandung anak yang ada di perut Fira" jelas Daffa penuh intimidasi.


Deg.


"Kenapa Fira, Istriku? Apa kamu kaget?" tanya Roki tersenyum sambil berjalan ke arah Fira.


"Jangan kira kau bisa kabur dariku, karena itu tidak akan pernah berhasil. Apalagi kau membawa anak yang aku jaga selama ini" ucap nya lagi tepat di hadapan wajah Fira.


"Maaf siapa anda, Tuan?" tanya Bunda Fira se santai mungkin.


Roki mengalihkan pandangannya pada Ibu mertua nya, dia lalu menatap nya dengan terkekeh.


"Apa kau lupa siapa aku, Bunda? Apa kau juga lupa bagaimana kau dan keluarga mu menghamburkan uangku" kekeh Roki.


Arion, Daffa dan Al hanya menjadi penonton saja, mereka tersenyum kecil melihat ketakutan jelas di wajah Fira dan orangtua nya.


"Pengawal" teriak Roki.


Lalu masuklah 4 orang berbadan besar ke dalam Rumah tersebut.

__ADS_1


"Bawa mereka ke dalam mobil dan jangan biarkan kabur kembali, hati-hati pada Istri tercinta ku" jelas Roki pada anak buah nya.


"Baik Tuan" balas anak buah nya dengan patuh.


Fira langsung saja bangun, dia sudah bersiap akan lari namun tangannya langsung di tahan oleh Roki.


"Jangan coba-coba kabur, sayang" ucap Roki dengan tatapan tajam.


"Aku tak mau ikut, siapa kamu" teriak Fira dengan sekuat tenaga.


"Sudahlah Fir, ikut dengan suami mu dan bahagialah disana. Aku sudah tahu semua nya akan apa yang kau lakukan selama ini, semoga kamu bahagia bersama dengan suami dan keluargamu" ucap Al sambil beranjak dari duduk nya


"Terimakasih Tuan Roki, kalau begitu aku permisi dulu" ucap Al kembali.


"Saya yang berterimakasih pada kalian, semoga pernikahan kalian lancar" balas Roki.


Al mengangguk, lalu dia , Arion dan Daffa pergi dari sana.


Begitupun dengan Roki dan yang lainnya, mereka langsung pergi ke Bandara untuk kembali ke India bersama keluarga Fira.


Fira hanya bisa pasrah dan ikut saja, dia tidak bisa berbuat nekad apapun karena takut akan kemarahan Roki, Suami nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2