
"Maafkan Mommy dan Daddy, Al. Karena sampai kapanpun kau tidak bisa bertemu dengan Via, mereka pergi dengan perlindungan dari kami, di saat kau sudah benar-benar menyesali dan mengakui perasaanmu di saat itulah kami akan memberitahu mu" batin Mommy Al dengan menatap Alvredo yang sedang frustasi.
**
1 jam lalu Al mendapatkan laporan bahwa Via sudah pergi sejak semalam. Bahkan anak buah nya hanya mampu melacak Via sampai dia tiba di Bandara saja.
Saat ini, semua nya sedang berkumpul kembali di mansion Elang. Daddy dan Mommy Al nampak terlihat santai-santai saja.
"Mom, Dadd, jangan bilang kalau ini ulah kalian?" tanya Al memincingkan mata nya pada kedua orangtua nya.
"Hei buat apa Mommy menyembunyikan Cucu ku sendiri, ini salahmu sendiri yang egois" jawab Mommy Al dengan kesal.
"Kau yang egois , kau yang menekan dia , Mommy juga akan pergi jika Daddy mu begitu" balas nya lagi dengan berlalu dari sana.
Haih.
"Kau sangat menyebalkan" kesal Daddy Vir.
Mommy dan Daddy Al pun pergi dari sana, Al lagi dan lagi hanya menghela nafas kasar.
"Kenapa kau bisa menuduh Paman dan Bibi yang menyembunyikan Via, Al?" tanya Arion.
"Karena kalau bukan campur tangan mereka sekarang kita sudah bisa menemukan Via dan anak-anak nya" jawab Al frustasi.
"Benar juga ya" gumam Ajeng.
Alvredo memilih untuk pergi ke Apartemennya, dia ingin istirahat sebentar sebelum nanti melanjutkan pencarian lagi.
"Aku pergi dulu" pamit Al pada yang lainnya.
"Aku juga akan pergi, kita istirahat dulu saja" balas Arion.
Daffa dan Ajeng hanya mengangguk, mereka juga akan pergi ke mansion Daffa untuk menjemput Tio.
Setelah semua nya pergi, Mommy dan Daddy Al pun keluar dari dalam kamar nya dengan terkekeh.
"Bi" panggil Mommy Al pada kepala pelayan.
"Jika mereka kembali tolong beritahu bahwa kami sudah pergi berlibur" ucap nya dengan ramah.
"Baik Nyonya, hati-hati di jalan" balas kepala pelayan dengan patuh.
Mommy dan Daddy Al langsung saja keluar dari mansion, mereka menuju Bandara dengan sopir pribadi.
Sehingga tak lama kemudian mereka sampai di Bandara, anak buah Daddy Vir sudah berada disana karena jet pribadi nya sudah mereka siapkan.
__ADS_1
"Ayo kita langsung pergi" ajak Daddy Vir.
"Baik Tuan, Nyonya" balas nya patuh.
Kemudian mereka masuk ke dalam jet pribadi, mereka akan langsung terbang dimana Via dan kedua anak nya berada.
"Dadd, bagaimana rencanaku bagus bukan?" tanya sang Istri dengan terkekeh.
"Ck, kau memang selalu saja pintar Honey. Coba ceritakan bagaimana kronologi nya sampai Via mau bekerja sama denganmu" ucap Daddy Vir.
Dengan senyuman yang sangat meneduhkan Mommy Fina pun mengangguk.
-FlashBack-
Saat Via di bawa ke belakang, Mommy Fina membawa nya ke Taman belakang. Disana tak ada siapapun kecuali mereka berdua, bahkan Vio dan Yogi pun sudah di ambil alih sang kepala pelayan.
"Nak, duduklah" ucap Mommy Fina lembut.
Hah.
"Baiklah, Bibi. Ada apa? Apa Bibi juga akan mengira kalau aku berbohong demi harta?" tanya Via sambil menatap wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu.
"Bukan Nak, Bibi percaya padamu bahwa dia memang Putri nya Alvredo anak Bibi. Dia seperti Al sewaktu kecil bahkan bisa di bilang seperti duplikat nya" jelas Mommy Fina tersenyum.
"Bibi hanya ingin bertanya padamu, Nak" ucap Mommy Fina kembali.
Mommy Fina menatap Via dengan intens, dia bahkan memegang tangan wanita yang ada di samping nya ini dengan erat.
"Apa kau masih mencintai, Al? Jujurlah pada Bibi" tanya Mommy Fina tegas.
Deg.
Deg.
Jantung Via berpacu dengan cepat, dia lalu menatap Mommy Fina dengan tatapan entah.
"Bibi mohon jujurlah, Nak" mohonnya lagi.
Hah.
Via membuang nafasnya kasar, dia bahkan melapaskan genggaman tangan dari Mommy Fina.
"Entahlah Bi, aku tak tau dengan perasaanku saat ini pada Al. Memang dia itu adalah cinta pertama ku dan bahkan orang pertama yang menyentuhku, saat itu aku sangat bahagia bersama nya dan aku juga sangat tulus mencintai nya. Namun setelah semua nya terungkap, entah apa yang aku rasakan dan hanya kebencian saja yang aku rasakan saat melihat wajah Al, dan aku juga merasa wanita paling bodoh karena mau saja di tipu oleh nya" jelas Via dengan tatapan lurus.
"Pergilah dan ajak kedua anak mu, Bibi dan Paman akan melindungi kalian dari Al dan yang lainnya" ucap Mommy Fina tersenyum lembut.
__ADS_1
Via mengalihkan pandangannya, dia menatap Mommy Fina dengan bingung.
"Kemanapun aku pergi, mereka pasti akan menemukan aku, Bi" balas Via dengan helaan nafas lelah.
"Sekarang tidak akan, karena Bibi akan menyembunyikan kalian sebelum Alvredo menyadari sesuatu dari dirinya pada kamu dan Vio" jelas Mommy Fina.
"Maksud Bibi?" tanya Via tak mengerti
"Bibi tau bahwa sebenarnya Al itu mencintai kamu sejak dulu, namun karena rasa gengsi dan ego nya tinggi jadi dia tidak mau mengakui nya. Kamu mungkin tidak akan percaya, tapi Bibi akan membuktikannya dan setelah semua nya terbukti kau bebas melakukan apapun, mau bersama atau tidak juga tidak apa" jelas Mommy Fina lembut.
"Tapi Bi" ucap Via dengan ragu.
"Bibi mohon, Nak" mohon Mommy Fina dengan memegang tangan Via lembut.
"Aku melakukan ini semua Vio, bagaimana pun Vio butuh sosok seorang Papa" batin Via.
"Baiklah, Bibi. Aku memberikan dia waktu selama 1 tahun, jika dia tidak bisa menemukan aku dan merubah ego nya maka aku tidak akan pernah bersama nya atau menemui nya lagi" balas Via dengan tegas.
Entah kenapa perasaan Via begitu tenang dan seakan bahagia setelah mengucapkan hal tersebut pada Mommy Fina.
"Terimakasih, Nak" ucap Mommy Fina dengan bahagia.
"Nanti malam akan ada sopir yang menyamar ke Hotel dimana kalian tinggal, pergilah bersama nya ke Bandara dan nanti kalian juga akan di antarkan oleh anak buah Daddy Al ke tempat yang sudah aku siapkan" jelas Mommy Fina.
"Baik Bibi" balas Via menganggukan kepala nya.
Kemudian mereka bergegas kembali ke ruang keluarga setelah di rasa semua nya cukup untuk di bicarakan.
-FlashNow-
"Begitulah, Dadd" ucap Mommy Fina tersenyum.
Daddy Vir hanya mengangguk-anggukan kepala nya saja, dia juga ikut tersenyum saat tahu ini perbuatan sang Istri.
"Aku sangat yakin bahwa Via juga masih mencintai Al, begitupun sebaliknya. Hanya saja Putra kita terlalu gengsi dan ego nya tinggi" ucap Mommy Fina dengan kesal.
"Sangat sama seperti mu" ucap nya kembali dengan melirik sang Suami.
Daddy Vir hanya terkekeh dengan keras melihat wajah Istri nya yang kesal. Dia memang tak bisa membohongi nya bahwa Al memang sangat mirip dengan nya, ego tinggi dan gengsian.
Kemudian mereka memutuskan untuk terlelap selama perjalanan, semalaman mereka tidak terlalu nyenyak tidur yang mengakibatkan lelah saat ini.
Untuk masalah keluarga Fira, Daddy Al menyerahkan semuanya pada anak nya dan juga menantu nya. Dia tau pasti mereka bisa mengatasi semua itu dengan cepat dan baik.
.
__ADS_1
.
.