He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 30


__ADS_3

Tiba jam makan malam, Al mengetuk pintu Via untuk mengajak nya ke bawah. Dan tak lama kemudian munculah dua wanita beda generasi kesayangannya.


"Ayah" panggil Vio dengan berbinar.


"Hem, ayo makan malam dulu!" ajak Al sambil membawa Vio ke dalam gendongannya.


Vio mengangguk dengan semangat, dia lalu memeluk leher sang Ayah dengan erat.


"Bagaimana sekarang, masih pusing?" tanya Al pada Putri kecil nya, dengan tangan sebelah yang memegang tangan Via.


"Tidak, aku sudah sembuh" jawab Vio secepat mungkin.


"Syukurlah, bagaimana denganmu, Bun?" tanya Al menatap Via yang cukup kaget dengan panggilan Al.


Ehemm.


"Aku sudah mendingan, pusing nya juga sudah menghilang" jawab Via setelah berdehem guna membuang rasa canggung nya.


Hingga akhirnya mereka tiba di ruang makan, disana sudah ada Arion, Daffa, Ajeng dan Tio.


Tio sangat bahagia saat melihat ada Adik kecil nya disana, walaupun tidak ada Yogi yang ia sangat rindukan.


"Hai Vi" sapa Arion dengan ramah.


"Hai Ar" balas Via sedikit canggung.


"Ayo makan dulu, nanti kita lanjutkan obrolannya" ucap Al dengan tegas.


Semuanya patuh, kemudian mereka mulai mengambil makanan yang sudah tersedia.


Via mengambil makanan untuk Al dan Vio, lalu setelah nya untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Arion, Daffa dan Ajeng saling pandang saat melihat tingkah di hadapannya. Namun mereka juga bersyukur dan tersenyum kecil di sela kunyahannya.


"Tante, besok bikin puding ya" celetuk Tio dengan semangat.


"Boleh, nanti Tante akan buatkan" balas Via lembut.


Tio mengangguk, dia lalu kembali fokus akan makanannya.


Begitupun dengan yang lainnya, mereka juga fokus menikmati makanannya, Al pun begitu namun dia sesekali menyuapi Putri cantik nya.


**


Setelah selesai, Tio mengajak Vio untuk bermain di ruangan khusus bermain yang tentu saja banyak mainan yang sudah di sediakan disana.


"Daff, besok kamu bukan sekertarisku lagi. Kamu akan jadi wakil CEO dan Ajeng akan jadi Asisten mu. Sedangkan Arion akan tetap di posisi sekarang, yaitu kepala keuangan utama" jelas Al setelah mereka cukup lama hening.


"Terus sekertaris mu, Al?" tanya Arion penasaran.


"Baiklah" balas Arion, Daffa dan Ajeng dengan serempak dan senyuman yang terserat di wajah ketiga nya.


Sedangkan Via? Dia hanya bisa pasrah dan menerima saja. Toh dia juga butuh pekerjaan untuk biaya Yogi, walaupun semuanya sudah di atur oleh Mommy Fina.


"Ehemm, Vi" panggil Ajeng dengan menatap Via dalam.


"Ada apa, Bu?" tanya Via.


"Jangan panggil Bu, panggil Ajeng saja" ucap Ajeng dengan cepat.


Via menganggukan kepala nya, dia lalu menatap Ajeng kembali.


"Apa selama ini kalian di Sw*ss bersama Mommy dan Daddy?" tanya Ajeng penasaran.

__ADS_1


"Ya, aku disana bersama dengan Mommy dan Daddy" jawab Via tersenyum kecil.


"Pantesan saja, walaupun ke ujung Dunia sekalipun kita tidak akan bisa menemukan kalian kalau Daddy yang menyembunyikannya, apalagi anak buah kita yang di beri tugas pasti sudah di ancam Daddy" celetuk Daffa dengan tertawa.


"Hahaha, kau benar Daff. Pantas saja kita kerahkan semua anak buah mu Al namun tetap hasilnya nihil" timpal Arion dengan tergelak.


"Apakah sampai segitu nya" batin Via sambil menatap Al yang hanya terkekeh saja.


"Dan aku sudah curiga lebih dulu" balas Al dengan terkekeh.


Via hanya diam saja, dia tak mengerti harus apa.


"Vi, kalian akan tinggal disini?" tanya Ajeng.


"Iyaa Jeng, Mommy dan Daddy yang memaksa" jawab Via tersenyum.


"Ehemm, Mommy Daddy" goda Arion menatap Al dengan menahan senyum.


Ck.


Al hanya berdecak dengan tetap tersenyum, dia tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.


Mereka lalu bercerita hingga larut, dan Al menyuruh semuanya untuk istirahat karena besok akan bekerja.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2