He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 15 Di Pindahkan.


__ADS_3

Sedangkan di Puncak, Via dan anak-anak nya sudah sampai di Villa yang sudah di pesan oleh Via sejak kemarin.


"Wow, liburan" pekik Yogi dengan berbinar.


"Iya, libulan" timpal Vio bahagia.


Via tersenyum, dia lalu mengajak kedua anak nya masuk ke dalam.


Mereka sampai di sana tepat pagi hari karena Via membawa mobil nya dengan santai dan juga berhenti beberapa kali.


"Kalian suka?" tanya Via.


"Suka" jawab kedua nya berbinar.


"Bunda, bagaimana dengan pekerjaan Bunda?" tanya Yogi berhati-hati.


"Bunda pindah tugas kemari, Nak. Jadi Bunda akan tetap bekerja" jawab Via tersenyum lembut.


Yogi mengangguk, dia dan Vio lalu beranjak ke kolam renang yang ada di belakang Villa.


Sedangkan Via sendiri membawa laptop nya ke gazebo dekat kolam.


"Maaf, bukan aku menghindar ataupun menjauhkan kau dan Putri mu, namun aku hanya takut kau mengambil Vio dari ku. Aku juga perlu menata kembali hati ku agar damai dengan masalalu" gumam Via dengan pelan.


Via menghela nafas kasar, dia membuka laptop nya dan memulai bekerja dari sana. Besok pagi dia baru akan masuk ke perusahaan.


***


-Jakarta.


Perusahaan Elang Group pusat.


Al masuk ke ruangannya dan memanggil kepala HRD dan Reres masuk. Dia akan menanyakan keberadaan Via pada mereka karena entah kenapa dia sangat yakin bahwa kedua orang tersebut tahu.

__ADS_1


Ceklek.


"Selamat pagi Tuan muda" sapa Reres dan kepala HRD saat pintu di bukakan oleh Max.


"Pagi, duduklah" ucap Al tegas.


Setelah kedua nya duduk, Al menatap kedua nya dengan tatapan tajam.


"Kemana Selvia? Kenapa dia tidak masuk?" tanya Al dengan datar.


"Maaf Tuan, Bu Selvia sedang di pindah tugaskan ke perusahaan cabang karena disana sedang ada masalah" jawab Reres.


"Kenapa tidak konfirmasi terlebih dulu pada saya, hah?" bentak Al dengan kesal.


"Maaf Tuan, awal nya saya yang akan kesana namun saya tidak bisa karena Suami saya sedang sakit jadi Bu Selvia yang mengambil alih nya" ucap Reres dengan takut.


"Maaf Tuan, ini semua murni ke inginan Bu Selvia dan saya sudah mengkonfirmasi nya dulu ke anda semalam" timpal Kepala HRD sedikit gugup.


"Kalian kembali saja ke ruangan kalian" ucap Alvredo dengan tegas.


"Baik Tuan" balas kedua nya.


Setelah kepergian karyawannya, Al memanggil Max untuk masuk.


"Ada ap Tuan?" tanya Max.


"Kemana Selvia di pindahkan?" balik tanya Al pada Max.


"Di cabang perusahaan yang ada di Kota Bogor, namun saya kurang tahu dimana-mana nya" jawab Max menunduk.


"Cari tahu dan beri kabar nya segera padaku" tegas Alvredo.


"Baik Tuan" balas Max patuh.

__ADS_1


Al menyugar rambut nya dengan kesal, dia sangat pusing sekarang apalagi nanti malam adalah pertunangannya bersama dengan Fira.


"Aku harus bagaimana? Apa aku berbicara pada Fira atau aku diam saja" gumam Al dengan pusing.


"Aku akan berbicara nanti jam makan siang, jangan sampai Fira dan keluarga nya tahu bukan dari ku" gumam Al kembali.


"Aarrgghhhh" teriak nya dengan keras.


Al mendaratkan wajah di atas meja kerja, dia meneteskan air mata nya disana dengan penuh penyesalan.


"Kembalilah Vi, jangan kabur-kaburan seperti ini aku mohon" ucap Al dengan lirih.


"Aku mohon Vi, aku menyesal dan aku juga ingin bertanggung jawab atas semua nya" ucap nya lagi dengan terisak.


Al memilih masuk ke kamar pribadi nya, dia lalu menatap keluar dengan air mata yang terus menetes.


"Maafkan Papa, Nak" gumam Al.


"Kamu sangat cantik seperti Bunda mu, maafkan Papa ya yang sangat pengecut" gumam nya lagi.


Al melamun disana dengan bayangan Vio, dia tidak menyangka bahwa dia sudah punya anak yang sangat cantik.


"Tunggu Papa, Nak" ucap Al dengan penuh tekad.


Al lalu keluar, dia kembali pada meja kerja nya dan memulai bekerja dengan cepat.


Dia akan menemui Fira dan akan menceritakan semua nya, apapun keputusannya dia akan tetap menerima nya dengan ikhlas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2