
Setelah mendapatkan persetujuan dari Via, Al kemudian memberitahu keluarga nya dan menyuruh Mommy dan Ajeng menyiapkan semua nya. Hanya pesta sederhana dan tidak akan terlalu banyak yang datang.
Alvredo sendiri akan menyelesaikan masalah Fira agar suatu saat tidak akan menjadi boomerang di kehidupan bahagia nya bersama dengan Via.
Malam hari nya, Al berpamitan pada Via dan Putri nya. Dia akan pulang karena tidak memungkinkan untuk menginap disana.
"Hati-hati" ucap Via lembut.
"Iya, kalian juga jaga diri dan kabari aku kalau terjafi sesuatu" balas Al mengusap lembut kepala Via lalu mengecup pipi gembul Putri nya.
Setelah kepergian Al, Via dan Vio masuk kembali ke dalam Rumah. Keduanya langsung beranjak ke kamar untuk beristirahat.
***
Alvredo melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, dia merasakan hati nya benar-benar bahagia dengan berlipat.
"Vi, aku akan menebus semua nya. Aku ingin kita bersama membesarkan anak-anak kita dengan kasih sayang yang penuh" gumam Al dengan penuh senyuman.
"Ah aku sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba" gumam nya kembali.
Tanpa terasa Al sudah tiba di halaman mansionnya, dia lalu memberikan kunci mobil pada penjaga agar di masukan ke dalam garasi sedangkan dia sendiri pergi masuk ke dalam mansion.
"Wah calon manten bahagia sekali" olok Arion dengan di ikuti tawa Daffa.
"Ck, lu udah disini aja" gerutu Al dengan menghempaskan tubuh nya di samping Arion.
"Bagaimana pria itu?" tanya Al pada Adik ipar dan sahabat nya.
__ADS_1
"Beres, besok kita langsung saja selesaikan" jawab Daffa.
Arion mengangguk, dia lalu menjelaskan semua nya pada Al dan Daffa. Bahkan dia juga memberitahu bahwa Rumah Fira di jaga ketat oleh anak buah mereka agar keluarga itu tidak bisa kabur sama sekali.
"Bagus , besok kita akan pergi ke Rumah mereka dengan pria itu" ucap Alvredo dengan yakin.
"Sekarang bahas yang mau merried aja deh" celetuk Ajeng bergabung kesana membawa nampan minuman di tangannya.
Puk.
Bantal kursi mendarat tepat di wajah Ajeng setelah ia meletakan minuman di atas meja.
"Abang" teriak Ajeng dengan kesal.
"Kau ini bukannya tidur sana malah nyeletuk" kesal Alvredo pada sang Adik.
"Ah kau benar sayang, bagaimana kalau kita tidur saja hmm mana cuaca dingin begini" ucap Ajeng dengan meringkuk ke pangkuan Daffa.
Arion dan Al langsung memincing menatap kedua nya dengan tatapan kesal dan tajam.
"Kalian ini bisa tidak hargai yang jomblo" ucap Arion dongkol.
"Ck, ada itu si Anita sekertaris mu yabg single" celetuk Daffa
"Benar juga apa katamu, Mas. Ah apa jangan-jangan mereka sudah dekat" kelakar Ajeng menatap Arion yang salah tingkah.
Hahaha.
__ADS_1
Tawa Daffa, Ajeng dan Al langsung pecah saat melihat Arion yang salah tingkah. Mereka yakin bahwa sahabat nya itu berhubungan dengan Sekertaris cantik nya.
"Kalian menyebalkan sekali" gerutu Arion dengan tersenyum kecil.
"Cepatlah halalkan dia, takut ada yang nikung" ucap Daffa di angguki Alvredo.
"Benar apa kata Daff, kamu jangan menunda nya terlalu lama" timpal Ajeng.
"Apa perlu aku lamarkan?" tanya Al dengan tersenyum.
Arion menganga mendapat ultimatum dari sahabat nya, dia hanya tidak menyangka bahwa sahabat nya sangat peka dan juga mendukung hubungannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1