He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 35 Kedatangan Fira


__ADS_3

Al melihat dan membaca nya dengan wajah tanpa exspresi sama sekali. Dia tidak tertarik sama sekali namun hanya takut Via terpengaruh, apalagi saat melihat perut buncit Fira.


"Bagaimana Bang?" tanya Daffa.


"Aku yakin dia akan menyebutkan bahwa itu anak Abang" ucap Daffa kembali.


Al mengghela nafas kasar, dia lalu menyugar rambut nya dengan gerakan cepat.


"Kita lihat saja permainannya" balas Alvredo dengan tatapan tajam.


"Baiklah, semoga saja Via tidak gampang percaya" ucap Daffa.


Alvredo menganggukan kepala nya, kemudian dia beranjak dari duduk nya. Al pergi untuk membersihkan diri nya terlebih dulu.


**


Pagi ini, Via datang ke kantor agak siang karena Vio yang cukup rewel karena badannya panas. Sedangkan Al sendiri sudah berangkat bersama dengan Ajeng dan Daffa.


Tepat jam 09 pagi Via baru saja tiba di perusahaan, dia menyapa resepsionis didepan dan berlalu masuk ke dalam dengan membawa beberapa berkas.


"Semoga saja Via tidak rewel" gumam nya dengan khawatir.


Via masuk ke dalam lift, dia langsung saja menuju ke ruangan Al untuk meminta tandatangan nya.


Hingga tak berselang lama lift tersebut tiba juga di lantai paling atas.


Ting.


Via melangkah ke ruangan Al, dia langsung saja membuka ruangannya tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Ceklek.

__ADS_1


Brak.


"Maaf" ucap Via dengan memungut berkas yang dia jatuhkan tadi.


"Oh ada wanita yang mengaku Ibu dari anakmu ya, sayang" ucap Fira dengan sinis dan turun dari pangkuan Al.


Via hanya diam mematung, dia lalu melangkah mendekat ke arah Al.


"Maaf Tuan, ini berkas yang harus anda tandatangani" ucap Via dengan tenang sambil melirik perut buncit Fira.


"Vi" panggil Al dengan menggelengkan kepala nya.


Via hanya diam, dia lalu keluar dari ruangan Al dengan perasaan yang entahlah.


"Kenapa sakit" gumam Via sambil meremas dada nya yang sesak.


"Via" panggil Ajeng.


Namun Via hanya diam dan tetap melangkah dengan air mata yang sudah menetes. Ajeng menatap nya bingung, dia lalu masuk ke ruangan sang Abang yang terdengar sangat gaduh.


Ceklek.


"Hei adik ipar, lihat keponakan mu ingin di manja oleh Ayah nya" ucap Fira dengan mengusap lembut perut nya.


"Tidak, dia bukan anakku" bentak Al dengan penuh kemarahan.


Deg.


Deg.


"Ehemm, maaf Tuan saya izin pulang" ucap Via yang memang sudah berada di belakang Ajeng sejak tadi.

__ADS_1


"Ahh kamu pasti sudah tahu kan bahwa Al akan punya anak dariku juga" celetuk Fira dengan enteng.


Via hanya diam dengan menatap Al yang selalu menggelengkan kepala nya. Via memilih pergi dari sana karena Vio yang sakit.


"Via" panggi Al dengan berlari keluar mengikuti Via, namun sayang Via sudah masuk ke dalam lift.


"Aarrgghh sial" ucap Al dengan emosi.


Al lalu memilih lift khusus karyawan, dia dengan segera masuk dan memencet tombol lantai bawah.


Sedangkan Via, dia sudah sampai di bawah dan pergi bersama dengan mobil yang ia kendarai tadi pagi.


Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, entah karena sakit hati atau khawatir akan keadaan Vio sang Putri.


Tak berselang lama, Via sudah sampai di mansion Al dan dia langsung masuk ke dalam kamar Vio.


Terlihat Vio yang sedang menangis dan di bujuk oleh kepala pelayan agar tenang, disana juga sudah ada koper milik dirinya dan Vio.


"Nda" lirih Vio dengan merentangkan tangannya pada Via.


"Bi, tolong masukan koper ini ke taxi yang ada di depan" ucap Via tegas.


Kepala pelayan hanya menurut, dia sebenarnya sudah menolak namun Via berkata tidak akan kemana-mana hanya akan membawa Vio ke Rumah sakit saja.


Taxi yang membawa Vio dan Via pun melaju meninggalkan mansion megah milik Elang. Via akan ke Rumah sakit terlebih dulu karena Vio badannya sangat panas.


Dan berapa menit kemudian mobil Al pun tiba di mansion, dia langsung masuk dan berteriak memanggil nama Via.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2