He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 24 Vio dan Alvredo


__ADS_3

Ke esokan pagi nya, Via memutuskan untuk menutup dulu kedai nya. Dia akan pergi bersama dengan Mommy Fina dan Yogi untuk mendaftarkan kursus chef Yogi.


Sedangkan untuk si cantik Vio, dia sudah pergi bersama dengan Opa nya, Vir Elang. Kedua nya akan berjalan-jalan di Taman Kota.


"Ayo Nak, maaf lama ya" ucap Mommy Fina saat tiba di depan Rumah.


"Tidak apa, Mom" balas Via tersenyum lembut.


Lalu mereka bertiga langsung masuk ke dalam mobil, Via melajukan mobil nya ke tempat kursus tersebut sesuai arahan dari Mommy Fina.


"Bun, bagaimana jika Papa Vio menemukan kalian? Apa kalian akan pulang ke Indonesia?" tanya Yogi lirih.


"Ya sayang, kita akan pulang. Namun kamu harus tetap disini dan selesaikan kursus mu hingga menjadi Chef yang hebat" jawab Via dengan tegas.


"Kamu mau kan?" tanya Via melirik Yogi dari kaca tengah mobil.


Yogi menganggukan kepala dengan mata berkaca-kaca.


"Aku mau Bun, aku akan berusaha untuk menjadi sukses" jawab Yogi yakin.


"Kamu tenang saja, Bang. Kamu disini akan bersama dengan anak buah Oma yang akan menemani kamu sampai selesai kursus" timpal Mommy Fina lembut.


"Terimakasih Oma, Oma dan Opa baik sekali padahal Yogi bukan Putra Bunda Via" balas Yogi dengan terharu.


"Jangan begitu, kamu tetap Putra Bunda" tegas Via pada Yogi.


Yogi tersenyum, dia mengecup pipi Via dan Mommy Fina bergantian.


Hingga tak berselang lama mereka sampai juga di Rumah teman Mommy Fina.


**


Sedangkan di Taman Kota, Vio dan Daddy Vir sedang duduk di bawah pohon rindang.


"Uh Opa aku capek, jajan es clem yuk" ajak Vio dengan wajah yang menggemaskan.

__ADS_1


"Minum air dulu nanti baru beli ice cream, Nak" ucap Daddy Vir tersenyum.


Huh. Vio membuang nafas kasar dan dia langsung mengkrucutkan bibir nya.


"Yaudah yo" balas nya dengan beranjak dari duduk nya.


Kedua nya langsung saja membeli minuman dan juga icecream pesanan Vio. Setelah nya mereka duduk di kursi Taman yang dekat jalan raya.


"Hm ini enak sekali, Opa" ucap Vio sambil menikmati icecream di tangannya.


"Habiskan ya, terus jangan makan icecream lagi" balas Daddy Vir.


"Oke" patuh Vio.


Setelah selesai, Vio kembali mengajak Daddy Vir untuk jalan-jalan dan menikmati suasana pagi yang indah di Kota tersebut.


Dan Vio mengajak Daddy Vir untuk ke dekat sungai yang tak jauh dari Taman itu.


"Duduk situ aja, Opa" ucap Vio menunjuk kursi yang menghadap langsung ke sungai.


"Baiklah Princess" balas Daddy Vir.


"Alvredo" panggil Daddy Vir terkejut.


"Ck, ternyata aku benar bahwa Daddy dan Mommy yang menyembunyikan Via dan anak-anak nya" ucap Al menggelengkan kepala nya.


Al menatap sang Daddy dengan jengah, dia lalu menatap Vio dengan sangat teduh.


"Halo sayang" sapa Al pada Vio.


"Paman gak jahat sama Nda lagi kan?" bukannya menjawab, Vio malah bertanya dengan ketus pada Al.


"Tidak, Nak. Saat itu Papa dan Bunda hanya salah paham saja" jawab Al dengan lembut.


"Jadi bener ya kalau Paman itu Papa nya Vio" ucap Vio menatap Al dengan berbinar.

__ADS_1


Kemudian Vio menatap sang Opa untuk memastikannya, melihat Opa nya mengangguk, Vio akhirnya menghambur ke pelukan sang Papa, Alvredo.


"Ahh anak Papa" ucap Al dengan bahagia.


Al memeluk Vio dengan perasaan yang sangat bahagia, dia bahkan terlihat meneteskan air mata nya.


"Maafkan ke egoisan Papa ya, Nak" batin Alvredo lirih.


Al kemudian duduk di samping sang Daddy, dia memangku Vio dengan pelukannya yang tak di lepaskan sama sekali.


"Bagaimana bisa bertemu disini, Al?" tanya Daddy Vir menatap ke indahan di depan mata nya.


"Perusahaan cabang disini sedang bermasalah, dan semalam aku baru sampai disini. Awalnya pagi ini aku akan mengadakan rapat untuk membahas semua nya, tetapi para investor ingin aku melakukannya tadi malam dengan cepat" jelas Al pada sang Daddy.


"Pagi ini aku berniat akan ke perusahaan kembali, namun saat melewati sungai ini, Max menghentikan laju mobil nya dengan mendadak. Lalu dia menunjuk ke arah sini, dimana Daddy dan Putri ku berada" jelas Al kembali sambil mengusap lembut rambut Vio.


Hah.


Daddy Vir menghembuskan nafas kasar, dia lalu melihat betapa Vio nyaman di dekapan sang Papa.


"Daddy harap kamu buang semua egois dan gengsi mu jika memang kamu mencintai, Via" tegas Daddy Vir.


"Baik Dadd, aku akan memperjuangkan nya mulai saat ini" balas Al dengan penuh tekad dan yakin.


"Pa, ayo main ke Taman lagi. Aku ingin main ayunan" ajak Vio mengadahkan pandangannya pada Al.


"Baiklah anak Papa, ayo kita main sepuasnya" balas Al dengan semangat.


Mereka kemudian kembali lagi ke Taman, disana Vio menggandeng tangan sang Papa dengan erat.


Vio membawa Al untuk naik beberapa mainan yang memang di sediakan disana, terlihat keduanya sangat menikmati dan tertawa lepas dengan bahagia.


Max dan Daddy Vir ikut tersenyum kecil saat melihat tawa dari Al dan Vio yang sedang bermain kejar-kejaran. Bahkan terlihat jelas rona kebahagian dari wajah Alvredo yang selama ini terlihat sangat datar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2