
Ajeng cekikikan melihat Cctv yang menampilkan wajah kesal Fira, dia dan Daffa memang tidak ada mansion karena Tio merengek ingin menjenguk Vio yang ada di Rumah sakit.
Daffa yang ada di dekat nya menatap sang Istri dengan pandangan bingung, dia lalu mendekat dan melihat apa yang sedang di lihat sang Istri.
"Ya ampun, malang sekali nasib nya" ucap Daffa dengan terkekeh.
"Kau benar sayang, dia wanita yang sangat pandai berdusta dan bersandiwara. Dulu kita tertipu oleh sikap lugu dan polos nya, namun ternyata semua itu hanya menutupi sikap asli nya" timpal Ajeng.
"Kalian sedang apa?" tanya Via menghampiri keduanya.
Ajeng hanya tersenyum, dia lalu melihatkan rekaman Cctv di ponsel nya.
"Apa benar anak yang di kandung nya adalah anak Al? Kenapa dia sangat gigih sekali?" tanya Via dengan lirih.
"Bukan sayang, kenapa kau masih belum percaya padaku" jawab Al yang sudah berada di belakang Via.
Al lalu merogoh ponsel nya dan memberikan pada Via, dia melihatkan kejadian beberapa lalu saat Al menghampiri perusahaan orangtua Fira.
"Ya ampun, kenapa ada wanita seperti ini disini" gumam Via meringis melihat bagaimana Fira berpura-pura hanya untuk harta.
"Kita semua juga tertipu oleh nya, Vi. Dia itu sangat baik dan polos, namun nyata nya malah seperti ini" ucap Ajeng.
__ADS_1
Via menatap Al dengan intimidasi.
"Kau harus bisa tegas padanya, Al. Aku ingin kau selesaikan masalah mu lebih dulu dan jangan menemui ku dan Vio" tegas Via dengan melangkah pergi dari hadapan Al.
"Selamat berjuang kembali, Bang" olok Ajeng dengan tersenyum kecil.
Hah.
Al membuang nafas kasar, dia lalu duduk di sebelah Daffa dengan wajah kusut nya.
"Tenanglah, aku yakin kamu pasti akan menang dan menyingkirkan benalu itu" ucap Daffa pada Kakak ipar nya.
"Ya aku harus segera mungkin membuat Fira jera, aku takut dia akan menyakiti Via dan Putri ku" balas Alvredo lirih.
"Aku sudah mengirim anak buah ku untuk memantau Via dan menjaga nya. Bahkan mereka akan ikut tinggal di sekitar sana" ucap Al.
Daffa manggut-manggut setuju, kemudian mereka membahas kembali semua nya dengan matang.
Sedangkan Via dan Ajeng sudah melanglang buana ke alam mimpi, Al memindahkan ruangan Vio ke ruangan VVIP yang pasilitas nya sangat lengkap dan terjamin akan keamanannya.
Hingga larut malam Al dan Daffa baru saja selesai berbicara, Al merebahkan tubuh nya di atas ranjang yang masih kosong di pinggir Via.
__ADS_1
Begitupun dengan Daffa, dia juga merebahkan diri nya di samping sang Istri dan Putra nya.
**
Sedangkan di Rumah Fira, dia baru saja menyusun kembali rencana nya bersama dengan kedua orangtua nya yang sedang berada di luar negeri.
"Aku pasti akan mendapatkan kamu Al, dan harta mu juga akan aku kuasai semua nya" gumam Fira dengan penuh keyakinan.
"Kalau perlu aku akan singkirkan Via dan Putrimu itu Al" gumam nya lagi.
Fira lalu merebahkan tubuh nya di atas ranjang empuk milik nya, dia tersenyum saat membayangkan bahwa dia akan tidur dengan Al nanti nya.
"Ah aku sudah tidak sabar sekali" gumam nya kembali dengan tersenyum.
.
.
.
.
__ADS_1
.