
Ajeng lalu melenggang pergi ke kamar nya, dia meninggalkan Suami dan Abang nya di ruang tamu.
"Mommm" panggil Tio dengan cepat.
"Kenapa sayang?" tanya Ajeng menghentikan langkah nya di depan kamar.
"Kata Yogi malam ini kita akan jalan-jalan dan makan malam bersama ya?" bukannya menjawab, Tio malah bertanya dengan sorot binar bahagia.
Ajeng menganggukan kepala nya dengan tersenyum, dia lalu menyuruh Tio agar segera bersiap karena dia sendiri akan bersiap.
Dengan langkah lebar nya, Tio segera masuk kembali ke kamar dan bersiap. Dia sudah rindu pada Yogi dan Vio yang sangat menggemaskan.
*
Sedangkan di ruang tamu, Daffa dan Al berbincang serius dan mereka juga menunggu Arion yang masih di dalam perjalanan.
"Minggu besok kita akan rapat tahunan, dan dari bagian keuangan ada masalah di cabang Surabaya" jelas Al dengan sorot mata tajam.
"Benarkah? Berani sekali dia melakukan hal itu" ucap Daffa dengan geram.
"Ya, aku mendapatkan laporan dari Asisten ku barusan. Dan dalam rapat besok aku akan bahas habis" balas Al.
Atensi kedua nya berpindah saat melihat Ajeng dan Tio yang sudah rapih.
"Mau kemana, Boy?" tanya Al dengan senyum.
"Mau jalan-jalan dan makan malam di luar, Uncle" jawab Tio bahagia.
Tio lalu menghampiri sang Daddy dan menyalami nya dengan meninggalkan kecupan singkat di pipi Daffa.
"Mas, aku pamit pergi dulu. Jika nanti Arion sudah datang kalian bisa langsung makan malam, karena aku sudah menyiapkannya" jelas Ajeng dengan menyalami sang Suami.
"Iya sayang, hati-hati" balas Daffa lembut.
Ajeng mengangguk, setelah nya dia pergi bersama dengan sang Anak.
Al lalu berbincang serius kembali dengan Daffa, mereka akan membahas lalat yang merongrong keuangan perusahaan Elang.
Hingga tak lama kemudian datanglah Arion dengan menenteng beberapa berkas titipan dari Asisten Alvredo.
"Ck, Asisten mu meropotkan sekali sih Al" gerutu Arion memberikan berkas pada Al.
"Dia sedang banyak urusan dan pekerjaan, jadi aku menyuruh nya menitipkan padamu" balas Al dengan santai.
Ck, Arion berdecak kesal. Dia lalu membuka beberapa berkas yang memang akan mereka bahas.
Ketiga nya tenggelam dalam pekerjaan yang membuat mereka akan melupakan waktu.
***
Di Mall, Ajeng dan Tio menunggu Via datang kesana bersama dengan anak-anak nya.
Hingga manik mata mereka melihat Via menggandeng tangan Vio dan Yogi mengikuti nya.
__ADS_1
"Hai Vio, Yogi" sapa Tio dengan bahagia.
"Hai Kak Tio" balas Vio ikut tersenyum.
Kemudian mereka langsung saja menuju ke lantai dimana banyak nya permainan untuk anak-anak.
"Kalian disini saja dan jangan kemana-mana ya, Mommy dan Bunda kalian akan membeli makanan di bawah" ucap Ajeng tegas.
"Siap Mom"
"Siap Unty"
"Yogi, kamu jaga mereka ya karena kamu paling besar" ucap Via.
"Baik Bun" balas Yogi.
Lalu Via dan Ajeng pergi ke lantai bawah, tak lupa Ajeng juga memerintahkan anak buah nya agar menjaga anak-anak disana.
Disinilah mereka berada, di foodcourt. Ajeng dan Via memesan beberapa makanan ringan untuk anak-anak dan untuk mereka berdua.
"Vi" panggil Ajeng saat mereka sudah duduk di kursi.
"Ya, Bu ada apa?" tanya Via yang melihat Ajeng seolah ingin menanyakan hal penting.
"Bolehkah aku tau dimana Ayah dari Vio?" balik tanya Ajeng hati-hati.
Deg.
Deg.
"Vi, kenapa kamu seperti menyembunyikan sesuatu?" tanya Ajeng.
"Bukankah sudah sepakat bahwa kita akan menjadi teman dan bukan atasan atau bawahan lagi? Jika memang ingin bercerita aku akan mendengarkannya" jelas Ajeng dengan lembut.
Via menghembuskan nafas nya kasar, dia lalu menatap keluar jendela foodcourt dengan mata berkaca-kaca.
"Aku bukan wanita baik-baik seperti yang kau bayangkan, Bu. Aku wanita kotor dan aku juga wanita mu****n yang dengan senang hati membiarkan pria bajingan itu menyentuhku karena iming-iming cinta" lirih Via dengan nafas yang memburu.
Ajeng diam, dia membiarkan Via bercerita tanpa menyela nya.
"Bahkan kedua orangtua ku sampai meninggal karena aib ini, dimana Ibu ku mempunyai riwayat sakit jantung dan itu membuat nya meninggal dengan kabar buruk yang aku berikan pada nya" jelas Via kembali dengan nafas tersenggal dan sorot mata penuh kesedihan.
Via menyeka air mata nya, dia lalu tersenyum pada Ajeng.
"Ayo Bu kita kembali ke anak-anak" ajak Via dengan tersenyum.
"Baiklah, aku akan bayar dulu" balas Ajeng dengan menghela nafas.
Via mengangguk, dia lalu mengambil pesanan mereka dan pergi menunggu di depan foodcourt.
"Bagaimana jika kamu tahu bahwa aku adalah Adik dari pria bajingan itu, Vi? Aku sudah terlalu menyayangi mu dan berharap kau bisa bersama dengan Abang ku meski harus menumbalkan perasaan Fira" batin Ajeng menatap Via dengan sendu.
"Ayo" ajak Ajeng setelah beres melakukan pembayaran.
__ADS_1
Kemudian mereka kembali ke lantai atas, cukup lama mereka meninggalkan anak-anak dan itu membuat Via tak enak.
Hingga saat sampai disana, mereka masih terlihat asyik bermain dengan berbagai permainan disana.
Ajeng membelikan mereka tiket semua permainan disana agar mereka puas, karena mungkin sebentar lagi mereka akan berpisah setelah Via tahu siapa Ajeng sesungguh nya.
"Yeay Nda, Nty" teriak Vio dengan melompat bahagia.
"Ayo makan dulu, Nak" panggil Via pada ketiga nya.
"Oke" jawab mereka dengan semangat dan serempak.
Via terkekeh lucu, lalu mereka menghampiri Ajeng yang sudah menata makanan di meja.
"Makan dulu ya, setelah nya kita pulang karena sudah malam" ucap Ajeng pada ketiga nya.
"Yahh" balas Tio dan Vio dengan menghela nafas kecewa.
"Besok lagi kita akan pergi bersama, Nak" ucap Via lembut.
Vio dan Tio lalu mengangguk antusias, sedangkan Yogi hanya tersenyum kecil saja.
Lalu mereka makan malam dengan tenang dan lahap.
*
Tepat jam 10 malam Ajeng sampai di Apartemen bersama dengan Tio. Kedua nya masuk dan melihat Daffa dan kedua sahabat nya masih sibuk dengan berkas dan laptop.
"Belum selesai?" tanya Ajeng.
"Belum sayang, ini masih terlalu banyak huh" jawab Daffa dengan membuang nafas kasar.
Ajeng memberikan makanan kecil untuk ketiga nya, dia tadi membeli makanan tersebut untuk Suami dan sahabat nya.
"Makanlah, aku tadi sengaja membeli nya untuk kalian" ucap Ajeng pada ketiga nya.
"Ahh kau memang pengertian, Dek" ucap Arion dengan bahagia.
Al dan Daffa mencebik kan bibir nya melihat tingkah Arion yang sangat mendramasir keadaan.
"Terimakasih sayang, pergilah istirahat karena besok pagi kita akan ke perusahaan pusat untuk rapat" ucap Daffa lembut.
"Loh? Bukannya hari Jum'at dan besok baru hari senin?" tanya Ajeng kaget.
"Karena Abang ganti jadwal nya, soalnya kalau tidak cepat-cepat kita sama saja membiarkan lalat itu terus merongrong" jawab Al dengan tegas.
Huh.
"Baiklah" pasrah Ajeng dengan helaan nafas berat.
"Besok, besok akhir dari pertemanan dan pertemuan yang sesungguh nya dengan Via, aku harap Via tidak akan membenci ku" batin Ajeng lirih.
.
__ADS_1
.
.