
Vio dan Al langsung menghampiri Daddy Vir dan Max setelah lelah bermain. Vio menyandarkan kepala nya di dada bidang sang Ayah.
"Ini minumannya Tuan, Nona" ucap Max sambil memberikan sebotol minuman pada Alvredo.
"Telimakasih Paman" balas Vio dengan tersenyum.
Max menganggukan kepala nya, dia lalu kembali berdiri di belakang Daddy Vir yang sedang duduk.
"Opa, Vio mau pulang" ajak Vio karena sudah terlalu lelah.
Al menghela nafas kasar, karena dia ada pekerjaan siang ini yang cukup mendesak. Al dengan berat hati akhir nya mengizinkan kedua nya pulang.
"Berjuanglah lebih keras kalau memang kau mencintai Bunda nya Vio, Daddy yakin kalau kau menunjukan ketulusan mu Via akan luluh" ucap Daddy Vir menepuk pundak Putra nya.
"Iya Dad, aku akan membereskan masalah dulu di perusahaan, setelah nya aku akan menemui kalian di Rumah Via" balas Alvredo tegas.
Daddy Vir tersenyum, kemudian dia masuk ke dalam mobil anak buah nya yang memang sejak tadi sudah ada disana.
"Dah Ayah" ucap Vio sambil melambaikan tangannya pada Alvredo.
"Dah sayang, nanti Ayah akan ke Rumah" balas Al dengan tersenyum.
Vio hanya menganggukan kepala nya saja, dia lalu masuk ke dalam mobil bersama sang Opa.
Setelah melihat mobil yang membawa Daddy dan Putri nya pergi, Al mengajak Max kembali ke perusahaan untuk mengecek beberapa laporan dan berkas penting.
Suasana hati Al sangat baik, apalagi saat bermain tadi dia merasakan kenyamana yang hinggap di hati nya.
__ADS_1
"Max, nanti malam aku akan ke Rumah Via" ucap Al.
"Baik Tuan, saya akan mengatur semua nya dan saya yang akan menghandel di perusahaan" balas Max mengerti.
Al diam, dia lalu mengambil ponsel nya dan memberitahukan berita ini pada sahabat dan Adik nya. Dia juga meminta Ajeng dan Daffa mengurus perusahaan di bantu Arion, karena Al akan lumayan lama disana.
**
Sedangkan di Rumah, Via, Yogi dan Mommy belum kembali dari mendaftarkan Yogi.
Daddy dan Vio pun langsung masuk dan membersihkan diri.
"Opa, napa Ayah tak ikut?" tanya Vio saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.
"Ayah kan harus kerja dulu, sayang. Apalagi Bunda kan lagi marah sama Ayah" jelas Daddy Vir dengan lembut.
Daddy Vir hanya menganggukan kepala nya, dia lalu mengusap kepala Vio dengan lembut.
Hingga tak terasa waktu jam makan siang pun tiba, dan bertepatan dengan kedatangan Via dan yang lainnya.
"Bundaaaa" teriak Vio dengan bahagia.
Vio lalu berlari ke arah sang Bunda, dia langsung saja memeluk nya dan meminta di gendong oleh Via.
"Ah Putri Bunda, bagaimana jalan-jalan nya?" tanya Via dengan lembut.
"Selu, ketemu Ayah dan Paman Max" jawab Vio dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
Deg.
Via menghentikan langkah nya, dia lalu menatap wajah Putri nya berbinar bahagia saat menyebutkan kata Ayah.
Mommy Fina pun sama terkejut nya dengan Via, ia lalu menatap sang Suami yang menghela nafas kasar.
"Ayo kita makan siang dulu, nanti aku ceritakan semua nya" ajak Daddy Vir.
Via menghembuskan nafas nya, dia menurut apa kata Daddy Vir.
Mereka kemudian makan siang dengan Vio yang terus bercerita saat bermain dengan Al tadi di Taman. Via mendengarkan saja, dia bisa melihat bahwa Putri nya sangat antusias dan juga bahagia saat menceritakan semua nya.
Setelah makan siang, mereka berkumpul di ruang keluarga. Sebelum nya, Via sudah menidurkan lebih dulu sang Putri yang terlihat sangat kelelahan.
Setelah nya, Via lalu bergabung dengan Mommy dan Daddy Al.
"Daddy, bagaimana bisa Vio bertemu dengan Al?" tanya Via sedikit khawatir.
Daddy Vir pun langsung saja menceritakan semua nya pada Via dan Istri nya, bagaimana dua juga kaget saat melihat Alvredo ada di Swiss tanpa ia ketahui.
Via mendengarkan semua nya, dia lalu menghembuskan nafas kasar setelah Daddy Vir selesai berbicara.
"Apa aku sudah saat nya berdamai dengan semua ini?" batin Via dengan helaan nafas kasar.
.
.
__ADS_1
.