He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 32 Cemburu


__ADS_3

Via memberikan beberapa berkas yang sudah dia periksa dan memerlukan tandatangan sang CEO. Setelah nya dia kembali keluar dari ruangan.


**


Tepat jam makan siang, Via dan Al masuk ke dalma ruangan rapat. Via berjalan di belakang Al walaupun Al menyuruh nya berjalan di samping.


"Selamat siang, Tuan Muda" sapa para petinggi kepala keuangan yang sudah ada disana.


"Hmm" balas Alvredo dengan datar nya.


Semuanya lalu duduk, Via juga duduk di samping kepala keuangan yang dulu ia bekerja di Bandung.


"Hai Vi" sapa nya dengan ramah.


"Ehh Tuan, Hai" balas Via tersenyum.


"Sekarang kau Sekertaris di pusat?" tanya nya dengan kepo.


Via hanya mengangguk saja, lalu ia memulai semua nya dengan mengambil beberapa berkas dari mereka.


"Fokus" bentak Al dengan nada datar dan tatapan tajam nya.


Glek.


Hampir semua nya menelan ludah kasar, begitupun dengan Via dan Arion yang tidak tahu menahu. Namun Arion langsung sadar saat melihat Pria di samping Via yang terus saja menatap Via dengan penuh kagum.


"Ck, pantesan saja" batin Arion dengan terkekeh geli.


Al langsung saja memulai nya, dia dengan teliti melihat dan mendengarkan beberapa laporan nya. Begitupun dengan Via, dia mencatat beberapa poin penting.

__ADS_1


Hingga hampir 2 jam berlalu semuanya selesai, dan Al pun membubarkan rapat tersebut.


Via keluar bersama dengan Al, namun lagi dan lagi mata Al memerah menahan cemburu saat Via di hampiri oleh Pria yang sejak tadi memperhatikannya.


"Vi, ayo makan siang bersama mumpung aku ada disini" ajak Pria tersebut dengan ramah.


"Ehem, bagaimana ya! Aku tidak bisa meninggalkan Putri ku" balas Via tak enak.


"Yasudah bagaimana kalau makan malam? Jadi kamu bisa membawa Putrimu?" tawarnya lagi yang terus saja membujuk.


"Tidak bisa" tolak Alvredo dengan tegas.


Eh.


Via langsung menatap kebelakang, dimana terlihat sekali wajah Al yang menahan cemburu.


"Via akan lembur bersama saya, dan dia tidak punya waktu luang untuk Putri kami" tegas Al dengan wajah merah nya.


"Ba baik Tuan muda, kalau begitu saya permisi" pamit pria tersebut dengan segera.


Setelah kepergian Pria tersebut, Alvredo langsung saja memegang tangan Via dan membawa nya masuk ke ruangan nya. Disana sudah ada Ajeng dan yang lainnya sedang menunggu.


"Enak saja, main ajak makan siang, makan malam" gerutu Al dengan kesal.


"Heh awas saja kalau berani lagi, aku pites kepala nya" gerutu nya sambil mendudukan bokong nya di sofa.


Arion dan Daffa menatap Al yang sedang menggerutu tak jelas, apalagi wajah nya yang kesal dan memerah seperti menahan amarah.


Sedangkan Via dan Ajeng hanya mengulum senyum saja, bahkan Via sudah sangat ingin tergelak karena lucu saja melihat Al yang terus saja menggerutu.

__ADS_1


"Ayo makan, yang kenyang" ajak Al pada Via dengan tampang yang masih kesal.


"Iya iya ayo" balas Via tersenyum kecil.


Kemudian Via mengambil makanan untuknya dan Al, dia lalu memberikannya pada Al dan tak lupa dengan es teh kesukaan Al.


"Kenapa dia, sayang?" tanya Daffa dengan berbisik pada Ajeng.


"Cemburu, karena Via di deketin sama cowo lain" jawab Ajeng dengan pelan.


"Ffpppttt" sontak Daffa dan Arion langsung menahan tawa nya, mereka tak mau kalau Al sampai murka kepada mereka berdua.


"Kenapa kalian?" tanya Al dengan memincing saat melihat Arion dan Daffa menahan tawa.


"Gak apa" balas Arion dan Daffa.


Ck.


Alvredo hanya berdecak dan kembali melanjutkan makan nya, sedangkan Via hanya menggelengkan kepala saja.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2