He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 43 Akhir dari Fira


__ADS_3

Matahari menyapa dengan cahaya yang menghangatkan tubuh , begitupun dengan suasana yang cerah membuat semangat penghuni bumi bergelora.


Pagi ini, Daffa dan Al sudah siap untuk pergi menyusul Arion yang sudah lebih dulu pergi ke Hotel untuk menjemput Ayah dari anak Fira.


Sedangkan Ajeng, dia akan menjemput Mommy, Daddy dan Yogi yang memang pagi ini sudah sampai di Bandara.


"Semoga berhasil dan secepatnya selesai" ucap Ajeng sebelum Abang dan Suami nya pergi.


"Amin, kamu juga hati-hati" balas Alvredo lembut.


Ajeng mengangguk, dia kemudian masuk ke dalam mobil bersama dengan Tio, Putra nya.


Begitupun dengan Al dan Daffa, mereka masuk dan akan langsung menuju ke Rumah Fira karena itu intruksi dari Arion.


Daffa melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, dia dan Al tidak akan terburu-buru karena Fira dan yang lainnya tidak akan kemana-mana.


"Kenapa dia bisa kabur dari lelaki itu, padahal dia sudah hidup enak dengan semua fasilitas dari nya" ucap Daffa bingung.


"Mungkin Fira dan orangtua nya belum merasa cukup atau kurang malah, mereka itu terlalu serakah dengan semua harta oranglain. Ayah nya saja merampas perusahaan Adik nya tanpa belas kasih" jelas Alvredo.


"Ck, pantesan keluarga haus akan harta" gerutu Daffa.


Al mengangguk, dia memang baru mengetahui fakta tentang Fira dan keluarga nya dari anak buah nya.


*


Tak berselang lama mereka juga sampai di halaman Rumah Fira, keduanya keluar dari mobil dengan wajah datar.

__ADS_1


Ceklek.


Pintu Rumah terbuka dan munculah Fira, dia tersenyum melihat Al yang datang.


"Kau datang Al, aku yakin kau memang pasti akan datang" ucap Fira dengan semangat dan berbinar.


"Siapa yang datang, Nak" teriak Bunda Fira dari arah belakang.


"Al, Bunda" jawab Fira penuh semangat.


Al dan Daffa biasa saja, mereka kemudian menghampiri wanita hamil yang ada di depan nya.


"Apakah Ayah mu ada?" tanya Al dengan wajah datar nya.


"Ada, ayo masuk" jawab Fira dengan semangat.


"PD sekali dia" bisik Daffa pada Al.


Al hanya terkekeh dengan geli, lalu mereka bersikap biasa lagi saat Ayah dan Bunda Fira sudah menuju kesana, tak lupa juga Fira yang ada bersama mereka.


"Ada apa gerangan Tuan muda kemari?" tanya Ayah Fira sambil duduk di hadapan Al.


"Apa anda akan membahas tentang pernikahan kalian?" timpal Bunda Fira dengan berbinar.


Al mengerutkan kening nya, dia lalu menatap keluarga tersebut dengan tatapan tak biasa.


"Oh pembahasan pernikahan itu sudah selesai, bahkan hari dan waktu nya sudah saya tetapkan bersama dengan calon Istri saya" jawab Al dengan santai.

__ADS_1


"Loh kapan? Aku tidak pernah membahas nya sayang" ucap Fira dengan kaget.


"Ya memang karena bukan kamu calon Istri saya" telak Al dengan wajah biasa saja.


"Ppfftt" Daffa langsung menutup mulut nya saat mendengar jawaban telak dari Al.


Wajah ketiga nya langsung merah padam, entah karena malu, kaget ataupun emosi.


"Apa maksud kamu, Al? Kamu kan harus bertanggung jawab atas anak yang di kandung oleh Putri ku" teriak Ayah Fira dengan lantang.


"Benarkah dia anakku? Atau anak dari Pria lain?" tanya Al sinis.


"Apa maksud kamu Al?" tanya Fira penuh emosi.


Ck.


"Kau tahu sendiri bukan siapa aku Fir, bagaimana aku selama ini dan gimana hubungan kita. Aku bahkan tak pernah memeluk atau mencium mu selama kita dekat" jelas Al penuh tekanan dan intimidasi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2