He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 17 Flashback.


__ADS_3

Di ruang keluarga mansion Elang, masih berkumpul disana keluarga Alvredo dan Fira.


Hening.


Disana hanya ada keheningan setelah kepergian Via dan yang lainnya.


"Awal nya aku akan tetap menikahi Fira, tetapi setelah melihat ini aku akan membatalkan semua nya" ucap Al dengan tegas.


"Aku juga sudah memutuskan untuk membatalkan pernikahan ini, aku tidak bisa menerima anak yang bukan dari rahimku sendiri" balas Fira tak kalah tegas nya.


"Fira" bentak sang Ayah.


Fira tetap menggelengkan kepala nya, dia lalu bangkit dari sana dan pergi dari kediaman Alvredo.


"Aku tidak menerima ini semua, aku akan membalas kalian" teriak Ayah Fira sebelum pergi dari sana bersama dengan sang Istri.


Huh.


Al menghela nafas kasar, dia lalu menatap sang Daddy yang sedang menatap nya dengan tajam.


"Apa maksud dari semua ini Al?" tanya Daddy dengan sorot mata tajam


"Apa kalian juga terlibat?" tanya nya lagi pada Ajeng, Daffa dan Arion.


Mereka hanya bisa diam dengan menundukan kepala nya, mereka tak ada yang berani menatap Daddy Vir.


Tap.


Tap.


Terdengar derap langkah dari arah belakang, terlihat Mommy dan Via ikut bergabung disana. Sedangkan Yogi dan Vio sedang bermain bersama kepala pelayan dan beberapa penjaga lainnya.


"Jelaskan semua nya" tegas Daddy Vir pada semua nya.


Al menganggukan kepala nya, dia lalu duduk yang tegak dan menatap Via dengan tatapan tak biasa.


-Flashback-


5 tahun yang lalu, tepat 3 bulan sebelum wisuda Al dan yang lainnya di lakukan mereka berkumpul di Taman kampus.


Lalu dengan celetukannya Al membuat taruhan bersama dengan ke 2 sahabat nya.


"Bikin taruhan yuk" ajak Al dengan santai.


"Ayo, gue yang nentuin" balas Arion tersenyum miring.


Daffa hanya diam, dia cukup menjadi pendengar yang baik saja.


"Lu tau Via anak fakultas managemen bisnis?" tanya Arion pada ke 2 nya.


Arion dan Al lalu menganggukan kepala nya, mereka memang mengenal Via yang kala itu memang sangat lugu, cupu dan bahkan sangat pendiam.


"Cewe cupu namun pintar?" tebak Daffa.


"Yap betul" balas Arion.


"Gue mau lu Al buat naklukin dia, minimal kalian jadian lah. Gue beri waktu 3 minggu, bagaimana?" tantang Arion dengan menaik turunkan alis nya.

__ADS_1


"Kalau gue sanggup dan bisa, apa hadiah yang gue dapat dari kalian" ucap Al dengan santai.


Daffa menatap Arion, dia hanya bisa tersenyum kecil saja.


"Gue kasih lu Apartemen mewah di pusat kota, Apartemen X" ucap Daffa.


"Gue kasih lu mobil keluaran terbaru dan limited edition" ucap Arion ikut menimpali.


"Deal" balas Alvredo dengan menjabat ke dua tangan sahabat nya.


Mereka lalu tertawa, Arion mengolok kalau Al tidak akan dapat bisa menaklukan wanita tersebut.


*


Hingga setelah melakukan pendekatan, Al akhirnya jadian bersama Via dan bahkan mereka sering mengerjakan tugas bareng.


Tentu saja Al langsung saja mendapatkan hadiah dari kedua sahabat nya.


Tepat 1 bulan mereka pacaran, Al dan Via melakukan hubungam intim. Al membujuk Via agar melakukannya, bahkan dia mengeluarkan segala bujuk rayu nya untuk mendapatkan tubuh Via.


Via yang memang polos dan sudah jatuh cinta pun akhir nya menyetujui hal tersebut. Via dan Al melakukannya hampir setiap akhir pekan, bahkan mereka akan melakukannya setiap ada kesempatan.


Hingga waktu berjalan dengan cepat, Al dan Via sudah menjalin asmara selama 3 bulan. Dan tepat 1 minggu lagi mereka akan melakukan wisuda.


Via dan Al ada janji bertemu di Restoran besok siang, Via menyetujui nya dengan senang hati.


Ohekk ohekk.


Via memuntahkan semua isi perut nya, dia merasa ada yang aneh dengan tubuh nya beberapa minggu ini.


Hingga pagi menyapa, Via memutuskan memeriksa ke klinik kandungan yang cukup jauh dari Rumah nya.


Deg.


Deg.


Jantung Via berdegub dengan kencang, dia merasakan sesak di dada nya saat melihat benda kecil di tangannya yang menunjukan garis 2 merah.


Bahkan bidan pun menyebutkan bahwa dia hamil 4 minggu.


"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana jika Al tidak mau tanggung jawab" gumam Via saat sudah berada di Taman.


"Ah aku yakin dia pasti akan tanggung jawab" gumam nya lagi.


Via lalu melangkahkan kaki nya, dia langsung saja melajukan mobil nya ke tempat dimana dia akan bertemu dengan Alvredo.


*


"Rupanya Al sudah sampai, bukannya dia ngajak bertemu jam 2 siang ya" ucap Via lirih.


Via lalu melangkah masuk, dia langsung menuju ke ruangan VIP yang sudah di pesan Alvredo.


Namun, alangkah terkejut nya saat dia sudah berdiri di depan pintu yang tak tertutup rapat.


Dia bisa mendengarkan pembicaraan Al dan ke 2 sahabat nya.


"Kenapa aku bodoh sekali" gumam Via dengan air mata yang sudah menetes.

__ADS_1


"Bahkan Al bukan hanya tak menginginkan aku, dia juga tak menginginkan anak ini" gumam nya lagi.


Via langsung saja pergi dari sana, dia bahkan tak sadar menjatuhkan tespack yang ada di genggamannya.


-FlashNow-


Plak.


Plak.


Mommy Jira menampar wajah tampan Putra nya, dia menatap Al dengan tatapan kecewa. Bahkan terdengar nafas nya yang sangat memburu karena emosi.


"Kau kejam sekali, Al" bentak Mommy Jira.


"Mommy juga wanita dan Mommy juga tau bagaimana perasaan Via saat itu, kau memang baji***" ucap Mommy Jira dengan penuh kecewa.


"Maafkan Al Mom, Al khilaf" balas Al dengan menundukan kepala nya.


Mommy Jira menggelengkan kepala nya, dia menghempaskan tubuh nya di sofa samping sang Suami.


"Apa kau lupa bahwa kau terlahir dari seorang perempuan, Al? Kau dengan enteng nya merusak Putri oranglain dan membiarkannya menanggung sendiri? Apa kau tak punya pikiran, hah" bentak sang Daddy.


Via hanya diam, dia tidak peduli apapun dengan semua ini. Hayi dan pikirannya sudah cukup lelah untuk memikirkan masalah yang sejak dulu selalu menerpa nya.


"Ndaaaa" panggil Vio dari arah belakang.


Via langsung membalikan tubuh nya, dia menatap Putri dan Putra nya dengan tersenyum lembut.


"Maaf semuanga, kami permisi pulang terlebih dulu" pamit Via pada semua nya.


"Bisakah kau meninggalkan Vio malam ini saja disini, Vi?" tanya Mommy Jira dengan penuh harapan.


Via menggelengkan kepala nya dengan tegas.


"Tidak bisa" tolak Via tegas.


Setelah itu, Via langsung membawa kedua anak nya pergi dari sana, dia sudah sangat muak tinggal disana sejak tadi.


"Vi, kau jangan egois. Dia juga Putri ku" ucap Al dengan lantang.


Via menghentikan langkah nya, dia lalu membalikan tubuh nya dan menatap Al dengan penuh kebencian.


"Jika aku egois, aku sudah sejak dulu menggugurkannya dalam kandungan" ucap Via dengan dingin.


"Jika aku egois, aku sudah memilih kedua orangtua ku daripada mempertahankan nya" ucap nya lagi.


"Vi, aku juga Papa nya. Biarkan dia bersama ku sehari saja" mohon Al kembali dengan kukuh.


Mommy dan Daddy Al menghela nafas kasar, mereka bisa melihat kebencian di diri Via untuk Al.


Arion dan Daffa memegang tangan Al agar dia tidak emosi, karena itu bukan solusi nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2