
Al meregangkan pelukannya pada Via, dia lalu menangkup kedua pipi Via dengan pandangan lembut.
"Vi, dengarkan aku" ucap Al dengan lembut.
"Mari kita membesarkan Vio kita dengan keluarga yang lengkap, mari belajar menerima semua nya. Ini memang terkesan egois, tapi aku mohon demi Vio" ucap Al kembali dengan sorot mata yang tajam namun terlihat sangat serius.
Via diam, dia mencoba mencerna semua nya dengan pikiran yang tenang. Dia juga berpikir semuanya demi sang Putri.
"Aku tak boleh egois, Vio segalanya" batin Via dengan terus menatap manik mata Al.
"Beri aku waktu untuk meyakinkan semua nya, Al" balas Via dengan lirih.
Al langsung menganggukan kepala nya dengan binar bahagia, dia juga membawa Via pada pelukannya.
"Baiklah, aku akan membuktikan bahwa aku bersungguh-sungguh padamu, bukan karena adanya Vio saja" jelas Al dengan memeluknya erat.
"Hmm buktikan, Al" balas Via.
Keduanya lalu terbuai dengan pelukan hangat tersebut, hingga mereka tidak sadar bahwa waktu sudah menunjukan jam 12 siang.
Via melepaskan pelukan hangat nya, dia lalu menyeka air mata nya.
"Aku akan pergi ke kedai, Al" ucap Via.
"Aku ikut, aku merindukan Vio" balas Al dengan semangat.
Via menganggukan kepala nya, dia lalu beranjak dari duduk nya dan melangkah masuk ke dalam Rumah dengan di ikuti oleh Al.
Setelah bersiap sebentar, Via dan Al berangkat berjalan kaki menuju ke kedai yang tak jauh dari Rumah Via.
Al menggenggam tangan Via sepanjang jalan, dia enggan melepaskannya sama sekali, apalagi terlihat beberapa pasang mata pria menatap Via penuh kagum.
__ADS_1
"Ck" decak Al dengan jengah menatap kaum adam yang selalu menatap sang Istri.
Via hanya diam dengan gelengan kepala saja melihat kelakuan Alvredo.
Hingga tak berselang lama, keduanya sampai di kedai milik Via. Keduanya langsung saja masuk dan menuju ke ruangan dimana Via selalu beristirahat disana jika penat dan lelah.
Ceklek.
"Ayah" teriak Vio saat melihat pintu terbuka dan munculah Bunda dan Ayah nya.
"Hai girls" sapa Al dengan merentangkan tangannya.
Vio tersenyum dengan lebar, dia lalu berlari ke arah Al dan memeluk sang Ayah dengan erat.
"Ternyata memang benar, kamu merindukan sosok Ayah, Nak" gumam Via.
Via menatap keduanya dengan tersenyum, dia bahkan berkaca-kaca saat melihat Putri nya yang begitu manja pada Al.
"Bunda" sapa Yogi lembut.
"Ayo kita makan siang, Yogi sudah membuatkan beberapa makanan untuk kita semua" ajak Yogi.
"Ah benar apa kata Abang, Opa dan Oma juga sudah sangat lapar" timpal Daddy Vir.
Al langsung mendelik pada Mommy dan Daddy nya, dia masih kesal karena keduanya bersekongkol dengan Via.
Mommy hanya memasang wajah cuek dan tak bersalah sama sekali, dia juga sempat meledek sang Putra dengan kekehannya.
"Ayo Al" ajak Via pada Al yang sedang menggendong Vio.
"Hmm, ayo" balas Al dan Vio hanya menganggukan kepala nya antusias.
__ADS_1
Lalu semuanya langsung mendekati meja makan yang sudah di siapkan disana dan di isi berbagai menu makanan oleh Yogi.
"Terlihat sangat enak" ucap Al sambil duduk memangku Vio.
"Enak Ayah, Abang jago masak" balas Vio tersenyum.
"Wah benarkah? Ayah akan makan dengan lahap kalau begitu" ucap Al kembali dengan berbinar.
Via menggelengkan kepala nya, dia lalu mengambil makanan untuk sendiri, begitupun dengan yang lainnya.
Yogi langsung membantu Al yang akan mengambil makanan namun susah karena ada Vio di pangkuannya.
"Terimakasih, Abang" ucap Al dengan tersenyum lembut.
"Sama-sama Paman" balas Yogi membalas senyuman Al kecil.
"Panggil Ayah saja, jangan menolak nya" ucap Al dengan tegas.
Yogi menganggukan kepala nya, dia tersenyum pada Al dengan sorot mata penuh haru.
Sedangkan Mommy dan Daddy Al hanya diam dengan melahap makanan hasil Yogi yang sangat pas di lidah nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.