
Susah hampir 1 bulan Al melakukan pendekatan dan meyakinkan Via agar kembali bersama nya, bahkan Al mendapatkan dukungan langsung oleh sang Putri, Vio.
Hari ini, Al, Via dan Vio akan kembali ke tanah air karena pekerjaan Al sudah beres disana. Sedangkan Mommy dan Daddy nya akan menetap di Swiss bersama dengan Yogi yang sedang sekolah tataboga.
Via memberikan ultimatum pada Yogi, agar ia selalu nurut dan sekolah yang benar agar kelak bisa sukses. Meski berat, Yogi tetap akan melanjutkan sekolah nya di Swiss dan berjauhan dengan Bunda dan Adik nya.
"Jangan membuat Oma dan Opa repot ya, Bang" ucap Via sambil memeluk Yogi.
"Iya Bunda, kalian hati-hati dan tunggu Abang untuk membawa pulang ke suksesan" balas Yogi.
"Jangan khawatir, Nak. Kami sudah menganggap Yogi cucu sendiri" timpal Mommy Fina.
Via menganggukan kepala nya, dia lalu memeluk Mommy dan Daddy Al bergantian, begitupun Al dan Vio mereka juga berpamitan pada ke tiga nya.
Al merangkul pundak Via dan tangan sebelah nya menggendong Vio, mereka melangkah masuk ke dalam pesawat yang sudah siap.
Via melambaikan tangan nya pada Putra sulung dan Mommy, Daddy.
"Ya allah, jika ini semua demi kebahagian Putri ku aku ikhlas menerima Al kembali. Meski sakitnya masih membekas, tetapi aku bisa melihat bagaimana Vio bahagia bersama dengan Ayah nya" batin Via saat sesudah duduk di pesawat.
Via menatap keluar jendela pesawat, dia menghela nafas berkali-kali dengan tangan saling meremas. Sedangkan Vio, dia di bawa ke kamar oleh Al untuk menidurkannga karena dia mengantuk dan ingin tidur bersama dengan sang Ayah.
"Semoga keputusanku tidak salah, Ya Allah" gumam Via dengan helaan nafas kasar.
__ADS_1
-FlashBack-
Setelah dimana Al dan Via berbicara berdua, di hari berikutnya juga Al selalu datang ke Rumah Via. Dia membuktikan bahwa dia tidak main-main untuk menikahi Via.
Bahkan Al terkadang membantu menjaga Vio saat Mommy dan Daddy nya menemani Yogi sekolah.
"Aku tidak main-main Vi, aku sangat serius untuk menikahi mu" ucap Alvredo dengan tegas saat ada lelaki yang selalu saja mendekati Via.
Via sendiri hanya bisa diam, dia belum memberikan jawaban apapun akan ajakan Al. Dia belum yakin meski hati nya terkadang bahagia saat Al perhatian akan dirinya dan Vio.
Seiring berjalannya waktu, Al bisa membuktikannya dan Vio juga sudah semakin lengket dengannya.
Vio juga selalu merengek ingin tidur bertiga dengan Ayah dan Bunda nya.
Namun Al selalu memberi pengertian agar Vio berhenti merengek dan ajaib nya Vio akan selalu menurut.
Dan Via akhir nya memutuskan menerima ajakan Al demi Vio, entah apa yang akan terjadi kedepannya karena dia sendiri tidak tahu.
Akankah cinta itu hadir kembali dan mereka bahagia? Semoga saja!
-FlashNow-
"Vi" panggil Al sambil menepuk pundak Via.
__ADS_1
Ehh.
Kaget Via, dia lalu menatap ke samping nya yang sudah ada Al dengan tersenyum kecil karena melihat wajah tegang Via.
"Kamu kenapa hmm?" tanya Al lembut.
"Ti tidak apa, Mas" balas Via tersenyum.
Al memegang tangan Via dengan lembut, dia juga menatap manik mata wanita yang di cintai nya dengan hangat.
"Aku tidak akan terburu-buru mengajak kamu menikah, aku tau kamu masih ragu sama aku" ucap Al dengan lembut.
"Maaf Mas" balas Via menundukan kepala nya.
Al menggelengkan kepala nya, dia juga mengusap lembut kepala Via.
"Kamu tidak salah Vi, aku yang salah dan membuat kamu bimbang. Aku akan tetap menunggu dimana kamu siap seutuh nya" ucap Al tersenyum.
Via mendongkak, dia ikut tersenyum kecil. Via membalas genggaman Al dengan lembut.
.
.
__ADS_1
.
.