
Wajah Al terus saja di tekuk dan terlihat sangat kesal, padahal mereka sudah hampir mendekati jam pulang. Via yang geli akhir nya menghampiri Al, dia akan mencoba membujuk nya karena merasa geli saja.
"Hei kenapa wajah nya di tekuk terus, hmm?" tanya Via sambil melangkah mendekati Al.
Al menghentikan pekerjaannya, lalu dia menatap Via yang sudah duduk di kursi hadapannya.
"Aku tidak akan pergi makan malam atau apapun itu tanpa se izin Vio, jika memang harus pun mungkin itu terpaksa" jelas Via tersenyum.
"Kau tidak perlu secemas itu, aku tidak akan kemana-mana" jelas Via kembali.
Huh.
"Aku hanya takut kau akan berpaling dariku, belum sempat aku meluluhkanmu tetapi nyatanya nanti kau akan berpaling" keluh Al dengan helaan nafas kasar.
"Maka kau harus bisa membuatku yakin secepatnya" balas Via enteng.
"Aku pulang duluan bersama Ajeng, pulanglah ini sudah lebih dari jam pulang" ucap Via kembali sambil tersenyum.
Al mengangguk, dia kemudian membereskan beberapa berkas yang ada di hadapannya. Dia juga tersenyum kecil saat mendengarkan perhatian kecil dari wanita tercinta nya.
**
Tiba di mansion, Via dan Ajeng langsung mencari Putra dan Putri nya.
"Nda"
"Mommy"
__ADS_1
Panggil Tio dan Vio, mereka berdua menghampiri keduanya dan memeluknya dengan hangat.
"Anak cantik Bunda nakal tidak, hm?" tanya Via lembut.
"Tidak Nda, aku baik dan aku juga main sama Abang Tio" jawab Vio dengan menggemaskan.
"Benarkah? Pintar sekali anak Bunda ini" ucap Via mengecupi seluruh wajah Vio.
"Jeng, aku ke atas dulu ya" ucap Via pada Ajeng.
"Iya Vi, biarkan anak-anak disini saja" balas Ajeng.
Via mengangguk, dia kemudian meletakan Vio di samping Tio yang sudah duduk sejak tadi.
Kemudian, Via langsung melangkah ke atas untuk membersihkan dirinya terlebih dulu.
"Berendam sebentar kayak nya enak" gumam Via.
Di Swiss.
Mommy dan Daddy Al merasa bahagia karena bisa mendampingi Yogi akan melakukan lomba memasak tahap bawah.
Dia sengaja di ikut sertakan agar terbiasa dan bisa mendapatkan pengalaman oleh sang guru.
Mommy Fina menyemangati nya dengan tulus, bahkan dia duduk paling depan guna melihat jelas sang Cucu.
Begitupun dengan sang Suami, dia duduk di samping Istri nya yang sedang sangat semangat.
__ADS_1
"Ini awal kesuksesan Yogi ya, Dadd" ucap Mommy Fina pelan.
"Kau benar sayang, semoga saja dia bisa mendapatkan apa yang dia cita-citakan dan juga bisa merasa pantas bersama kita dengan jerih payah nya sendiri" balas Daddy Vir dengan tersenyum.
Kedua nya sangat senang bisa melihat anak-anak seusia Yogi yang terlihat sangat lihai dalam memasak dan membuat bumbu.
Tak hanya wanita, lelaki pun cukup banyak yang gemar dengan masak memasak.
Hanya 2 menu saja yang di lombakan disana, bahkan Yogi dapat menyelesaikan nya dengan cepat dan juga sangat rapih.
Tiba penjurian, terlihat wajah Yogi yang sangat gugup dan sesekali meremas apron bawah nya.
Huh.
Huh.
"Jangan gugup, jika tidak menang berarti kau harus lebih giat lagi belajarnya" gumam Yogi untuk menyemangati nya.
Perlahan namun pasti, masakan Yogi pun di hidangkan di hadapan Juri. Yogi sendiri berdiam diri di depan Juri yang sedang mencicipi hasil masakannya.
"Bunda, aku akan membuat Bunda bangga dengan memungutku dengan setulus hati" gumam Yogi dengan meremas tangannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.