He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 21 Kebusukan Fira


__ADS_3

Pagi menjelang, sinar matahari sudah menampakan dirinya dengan sangat indah di atas langit.


Pagi ini, Ajeng dan Daffa akan menghandle masalah di kantor. Sedangkan Al dan Arion akan pergi menemui keluarga Fira yang membuat onar kembali.


"Yasudah kita fokus ke masalah Fira dulu, nanti setelah nya kita bisa fokus mencari Via dan kedua anak nya" ucap Ajeng saat mereka sudah berada di ruangan Al.


"Ya kau benar Jeng, kita akan fokus pada satu masalah dulu" balas Alvredo


Mereka memang langsung ke perusahaan, jadi tidak ada yang tahu bahwa Mommy dan Daddy nya pergi berlibur.


Drrttt.


Ponsel Ajeng bergetar, dia lalu mengambilnya dan mengangkat telepon dari sang Anak.


"Ada apa, Nak?" tanya Ajeng.


"......"


"Benarkah? Yasudah kamu sekolah saja minta anter kepada kepala pelayan" ucap Ajeng


Tut.


"Ada apa sayang?" tanya Daffa.


"Mommy dan Daddy pergi berlibur entah kemana" jawab Ajeng dengan helaan nafas kasar.


Al langsung memicingkan mata nya, dia lalu menatap sang Adik.


"Kemana mereka pergi?" tanya Al pada Ajeng.


"Entahlah, kepala pelayan pun tidak tahu kemana mereka pergi" jawab Ajeng.


Al hanya diam, dia sangat yakin bahwa Mommy dan Daddy nya tau dimana Via berada.


"Arion, auo pergi" ajak Al pada sahabatnya.


"Ayo, kita langsung saja ke perusahaan Ayah Fira" balas Arion pada Al.


Al hanya menganggukan kepala nya, kemudian mereka pergi dari sana dan hanya tersisa Ajeng dan Daffa saja.


"Sayang, apa benar Mommy dan Daddy tau dimana Via berada?" tanya Daffa ikut duduk di sofa.


"Entahlah akupun tak tau, tetapi aku yakin Abang sudah curiga sejak semalam pada Mommy, apalagi sekarang Mommy dan Daddy pergi" jawab Ajeng menghela nafas kasar.


Daffa mendekat, dia lalu memeluk tubuh sang Istri dengan lembut.


"Aku yakin, jikapun Mommy dan Daddy terlibat mereka pasti memiliki alasan yang kuat" jelas Daffa.


"Ya aku pun tahu, tetapi aku merasa bersalah pada Via. Dia pasti sangat membenciku sekarang, Mas" ucap Ajeng lirih.


"Kita nanti jelaskan pada dia ya, kamu juga awal nya kan tidak tahu, hmm. Tenanglah, kita selesaikan masalah ini satu persatu dulu ya" balas Daffa menagkup wajah Ajeng dengan tersenyum.


Ajeng menganggukan kepala nya, dia lalu memeluk kembali Daffa dengan erat.

__ADS_1


***


-Perusahaan Sanjaya.


Alvredo dan Arion baru saja tiba di perusahaan Ayah Fira, mereka langsung saja masuk ke dalam tanpa basa-basi lebih dulu ke resepsionis yang memang kebetulan tidak ada di tempat.


"Al, kita langsung ke ruangan CEO nya saja" usul Arion saat mereka sudah berada di dalam lift.


"Iya Ar, kita akan langsung kesana" balas Al dingin.


Al sengaja mengajak Arion, karena Max di tugaskan langsung untuk mencari Via dan anak-anak nya.


Ting.


Pintu lift terbuka, Al dan Arion langsung saja melangkah ke arah ruangan CEO.


"Di bawah, resepsionis tak ada dan sekarang Sekertaris nya pun tidak ada" gumam Arion menggelengkan kepala nya.


Dug.


Wajah Arion terpentuk punggung Al yang berhenti mendadak di depannya.


"Ish, ada apa sih Al?" tanya Arion dengan kesal.


"Diamlah" balas Al lirih.


Hingga pada akhir nya Arion diam dan menatap ke dalam ruangan Ayah Fira yang terbuka hanya sedikit saja. Di dalam bisa terlihat ada Fira dan Ayah, Bunda nya sedang berbincang serius.


"Kenapa kau melepaskan Al begitu saja, Fir?" tanya Ayah nya dengan kesal.


"Ck, jelas lah aku melepaskannya. Aku tak mau menerima anak nya dan sudah di pastikan nanti kalau uang milik Al akan terbagi dengan mereka" jawab Fira ketus.


"Kalian tenang saja, aku yakin Al akan mengejarku dan pasti nya akan memohon agar kembali lagi padanya" ucap nya lagi dengan santai.


Sang Bunda lalu mendekat ke arah Fira, dia duduk di samping Putri nya.


"Lalu bagaimana hubungan mu dengan si X?" tanya Bunda Fira.


"Baik-baik saja Bun, dan itu alasan aku melepaskan Al" jawab Fira.


"Maksud mu?" tanya Ayah nya tak mengerti.


Huh. Fira menghembuskan nafas kasar nya.


"Aku saat ini sedang hamil anak X dan sudah di pastikan bahwa harta kekayaannya akan mengalir untuk anak ini. Selama kehamilan ini berlangsung, aku akan pergi ke Kanada bersama nya dan setelah melahirkan aku akan kembali lagi mendekati Al" jelas Fira dengan percaya diri.


"Kau memang pintar, Nak" puji Ayah nya dengan tersenyum senang.


Al yang sejak tadi mendengarkan pun langsung mengajak Arion pergi dari sana.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Arion saat mereka sudah sampai di dalam mobil.


"Kita cabut saham milik kita di perusahaannya" ucap Al dengan nada dingin.

__ADS_1


"Memangnya siapa mereka, berani sekali ingin mempermainkan peran yang bodoh di hadapanku" ucap nya lagi dengan sorot mata tajam.


Arion hanya menganggukan kepala nya saja, dia lalu melajukan mobil nya kembali ke perusahaan. Mereka akan membahas tentang pencarian Via saja.


"Al, apa lu yakin gak cinta sama Via?" tanya Arion melirik Al yang ada di samping nya


"Tidak" jawab Al dengan pelan.


"Ah syukurlah, aku akan mendekati nya. Aku lihat dia semakin cantik dan sexy, Al" celetuk Arion dengan wajah berbinar.


Bugh.


"Berani kau dekati dia, gue bunuh lu" sarkas Al pada Arion sambil meninju lengannya.


"Ish sakit woy. Memangnya kenapa? Toh dia juga single begitupun dengan gue" balas Arion meringis.


Sring.


Mata elang dan tajam langsung saja menatap Arion yang sudah menelan ludah nya kasar.


Glek.


"Mengerikan sekali" batin Arion bergedik ngeri.


"Gue bercanda kok, jika memang lo cinta sana perjuangin" ucap Arion dengan tenang.


Hah.


Al membuang nafas kasar, dia lalu menatap ke arah luar jendela mobil dengan tatapan lurus.


"Ya aku mencintai nya sejak melakukan hubungan badan dengannya" ucap Al dengan lirih.


"Dia yang sudah membuatku gila dan frustasi saat tak menyentuh nya, aku hanya terlalu gengsi mengakui nya" jelas nya dengan sangat pelan


"Pfftfpppl" Arion menahan tawa nya dengan cepat.


Bugh.


"Jangan menertawakan ku sialan" geram Al pada Arion yang sudah menahan tawa nya sejak tadi.


"Hahaha, kalau cinta jangan gengsi di tikung orang baru tau rasa lo" ucap Arion dengan terkekeh.


"Hahhhh kau benar Arion, gue akan perjuangin Via dan Putri gue" ucap Al dengan sangat yakin.


"Bravo, ini baru sahabat gue" balas Arion dengan tersenyum.


Tak berselang lama mereka pun tiba di perusahaan Elang kembali, Al dan Arion langsung menuju ke lantai atas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2