He'S My Son'S Father!

He'S My Son'S Father!
Bab 26


__ADS_3

Sepanjang malam Via tidak mengerjapkan mata nya sama sekali, dia masih terjaga hingga matahari menampakan cahaya indah nya.


Semalam, Mommy dan Daddy Al menasehati dan memberi saran untuk Via. Bukan untuk menerima begitu saja Putra nya, namun mereka juga tahu bahwa Vio juga membutuhkan sosok Ayah dalam hidup nya.


Dan, hari ini juga Via meminta Daddy Vir menghubungi Al agar datang ke Rumah nya. Via ingin berbicara dengan nya hanya berdua saja, dia akan melupakan ego nya demi kebahagian sang Putri.


Mommy, Daddy, Yogi serta Vio akan ke kedai karena kemarin mereka sudah tutup. Mereka akan membiarkan Via dan Al untuk berbicara berdua saja, bahkan Max pun di larang ikut oleh Daddy Vir.


Seperti saat ini, Via melambaikan tangannya pada Vio dan yang lainnya saat sudah pergi untuk ke kedai.


"Huh, aku harus bisa" gumam Via dengan menghela nafas kasar.


Sambil menunggu Al, Via pun pergi membersihkan diri nya terlebih dulu. Dia juga memutuskan untuk sarapan bersama Al, karena dia tidak ikut sarapan tadi bersama yang lainnya.


Hingga beberapa saat, pintu utama pun di ketuk dari luar dengan tidak sabar nya.


Via mengambil dan menghembuskan nafas nya secara perlahan, dia lalu membuka pintu dengan perlahan.


Ceklek.


Deg.


"Vi" panggil Al dengan lirih.


"Masuklah Al" ajak Via dengan berusaha tenang.


Al mengangguk, dia pun ikut ke dalam bersama Via. Al mencari yang lainnya, namun nihil karena tak menemukan siapa-siapa kecuali Via seorang.


"Ayo sarapan dulu sebelum kita berbicara" ajak Via kembali.

__ADS_1


Lagi dan lagi Al di buat kaget, dia hanya bisa menganggukan kepala nya saja.


"Vi, dimana yang lainnya?" tanya Al setelah mereka sampai di meja makan.


"Yang lain sudah berangkat ke kedai, Vio juga ikut bersama dengan Mommy" jawab Via.


Al diam, kemudian mereka sarapan dalam hening. Terlihat Al yang selalu mencuri pandang pada Alvredo sejak tadi.


"Ada apa ini? Kenapa aku berdebar" batin Al


**


Disinilah mereka, duduk diam di halaman belakang Rumah Via.


Al dan Via duduk di kursi yang sama dan menatap kolam renang yang ada disana.


"Apa ini masalah kemarin? Maaf, aku tidak bermaksud untuk bertemu dengan Vio sembunyi-sembunyi, tetapi itu semua hanya kebetulan" jelas Al kembali.


Huh.


Via membuang nafas nya secara kasar untuk memulai pembicaraan dengan Al.


"Al, maafkan aku yang egois dan malah pergi menjauh kembali. Jujur saja saat itu kalut dan takut saat kau ingin memisahkan aku dan Vio, karena hanya Vio lah satu-satu nya harta dan orang yang aku punya saat ini.


Dan karena dialah aku kuat, aku mampu bertahan sampai saat ini, dimana di saat aku down kehilangan kedua orangtua ku, dimana saat semua orang menjauh, menganggapku aib dan kutukan. Aku kuat, aku bertahan demi Vio, Al" jelas Via dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Deg.


"Aku tahu ini semua salahku, aku juga tidak mungkin menyalahkan Vio yang merupakan anugrah untukku dan keluargaku. Ayah dan Ibu bahkan menyayangi nya sejak dalam kandungan, namun mereka harus pergi karena tekanan yang tak sanggup mereka terima" jelas Via kembali dengan meremas celana nya.

__ADS_1


Al hanya mampu diam, dia merasa sangat hancur saat melihat Via yang menangis terisak dengan menundukan kepala nya.


Dengan gerakan cepat Al langsung memeluk Via dengan erat, bahkan ia juga mengusap punggung Via lembut.


"Maafkan aku Vi, maafkan aku yang sudah terlalu egois dan gengsi. Aku tidak bermaksud memisahkan kalian, aku aku hanya ingin kamu tidak pergi lagi dan tetap bersamaku dan Vio" ucap Alvredo dengan lirih.


"Maaf"


"Maaf"


"Maafkan aku" ucap Al terus menerus dengan rasa bersalah dan sakit di dada nya melihat Via yang terisak di pelukannya.


"Kamu jahat Al, aku menunggu dan berharap kamu menemukan aku dan membawa ku bersama Vio sejak dulu. Kenapa Al, kenapa di saat aku sudah melupakan semuanya kamu baru datang? Kenapa Al" lirih Via dengan memukul dada Al.


"Aku sudah berusaha melupakanmu dan semua sakit yang kamu torehkan padaku, aku selalu menekan perasaanku dan pikiranku bahwa kau tidak akan kembali lagi walaupun aku berharap, tapi kenapa kau kembali di saat aku sudah menata hatiku kembali, Al" racau Via kembali.


Al tak melepaskan pelukannya dari Via, dia bahkan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Via yang bergetar karena masih menangis.


"Maafkan aku, tolong maafkan aku Vi" ucap Al dengan terus saja memeluk Via tanpa mau melepaskannya.


Via hanya diam, dia terus saja meluapkan semua nya di pelukan Al. Bahkan dia membalas pelukan Al dengan tak kalah erat nya.


Pelukan tersebut membuat Via nyaman, bahkan sangat nyaman dan dia juga menumpahkan semua nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2