
Pagi ini, cuaca sangat indah dan menyejukan karena semalam habis turun hujan.
Ajeng dan Via sudah sejak tadi bangun dan sudah berada di dapur untuk memasak sarapan pagi. Walaupun ada pelayan, namun Ajeng selalu memasak untuk Suami dan Putra nya, tetapi jika sedang ada keperluan mendesak baru ia akan menyuruh pelayan.
Kedua nya sangat cekatan, Via membuat bumbu nasi goreng dan Ajeng membuat untuk toping nya saja. Tak lupa juga Via membuat puding pesanan Tio yang sudah pasti untuk di bawa ke sekolah nya.
"Vi, ini semua sudah siap. Aku menyiapkan dulu puding buatan mu buat bekal Tio ya" ucap Ajeng sambil mencuci tangannya.
"Iya, Jeng. Nanti bantu aku menata makanan kalau sudah siap" balas Via tersenyum.
"Oke" ucap Ajeng.
Kemudian Via mulai memasak, tak lupa ia juga menggoreng ayam untuk sang Putri.
Al menyediakan makanan , camilan dan buah-buahan kesukaan Putri nya, Vio. Dia bahkan menyediakan beberapa sayuran ataupun makanan lainnya untuk di masak Ajeng dan Via, agar mereka tidak perlu berbelanja lagi.
Hingga hampir 1 jam Ajeng dan Via menyelesaikan semua nya, Via memutuskan untuk pergi bersiap dan membangunkan Vio terlebih dulu.
Ceklek.
Via tersenyum kecil melihat bagaimana telaten nya Al yang sedang memakaikan pakaian untuk Vio.
"Bunda" panggil Vio setelah selesai memakai pakaian.
__ADS_1
"Sudah siap ya, yaudah langsung turun sama Ayah saja ya. Bunda mau siap-siap dulu" ucap Via lembut.
"Oke Bun" balas Al dan Vio bersama.
Lalu Al menggendong Vio dan membawa nya keluar kamar, mereka membiarkan Via untuk bersiap terlebih dulu.
Sedangkan di ruang makan, Daffa dan Arion juga sudah tiba disana dan sedang menunggu yang lainnya.
"Kemana Via?" tanya Daffa saat melihat hanya ada Al dan Vio saja.
"Lagi mandi dulu, Uncle" jawab Vio.
Daffa hanya menganggukan kepala saja, dia lalu memberikan susu yang memang sudah di siapkan disana untuk Tio dan Vio.
Hingga tak lama kemudian semua nya sudah siap dan langsung saja sarapan bersama.
**
Pagi ini, Via sudah langsung bekerja dan Vio akan di jaga oleh pengasuh Tio bersamaan dengan Tio.
Dia lalu ikut serta bersama dengan Ajeng, Via tidak mau membuat heboh perusahaan dengan datang satu mobil dengan Al.
Terlihat wajah kesal Al, namun dia juga tidak bisa memaksakan kehendak nya karena tak mau sampai Via tak nyaman.
__ADS_1
Sampai di perusahaan, Al dan sahabat nya masuk lebih dulu dan keruangannya masing-masing. Begitupun dengan Via dan Ajeng yang baru saja tiba, mereka juga langsung masuk ke ruangannya.
Banyak para karyawan yang menyapa Ajeng bersama dengan Via, karena memang Via tidak pernah keluar dari perusahaan dan hanya di pindah tugaskan ke luar Kota saja.
"Semangat Vi" ucap Ajeng ketika mereka berpisah di depan ruangan Al.
"Semangat juga, Jeng" balas Via tersenyum kecil.
Kemudian Via melangkah masuk ke ruangan dimana Al berada, dia lalu membuka tab yang di berikan Daffa tadi. Bahkan Daffa juga sudah menjelaskan semua nya sebelum mereka berangkat tadi pagi.
"Tuan" sapa Via dengan profesional.
"Ada sekarang ada rapat dengan kepala keuangan, dan menandatangani beberapa berkas saja* ucap Via kembali.
"Hemm, kamu bawakan berkas yang perlu saya periksa" balas Al.
"Baik Tuan" patuh Via.
Kemudian Via pergi dari ruangan tersebut, dia akan memeriksa beberapa berkas terlebih dulu sebelum di berikan pada Al nanti nya.
.
.
__ADS_1
.
.