Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 17 Kedatangan Mami Vlo


__ADS_3

Vlo baru saja bangun dan dia masih menggunakan baju tidur dengan bahan satin yang panjangnya di atas lutut.


"Bi, si Vincent belum bangun?" tanya Vlo.


"Belum Nona."


"Astaga, kebo banget dia."


Vlo pun mengotak-ngatik ponselnya dan menghubungi Vincent, tapi tidak ada jawaban sama sekali hingga beberapa saat kemudian, Vincent pun menuruni anak tangga membuat Vlo menoleh.


Vlo tampak menganga melihat Vincent, Vincent memakai kaos hitam lengan pendek dengan celana jeans warna krem, tidak lupa rambut klimisnya karena baru saja selesai mandi.


"Pagi, Nona!"


"Ah, iya. Pagi."


"Nona kenapa lihatin aku seperti itu? aku tahu, aku memang tampan tapi Nona tidak perlu melihat aku sampai segitunya," seru Vincent dengan percaya dirinya.


"Haishh...percaya diri sekali kamu."


Vlo melanjutkan mengunyah roti selainya, sedangkan Vincent baru sadar kalau Vlo masih menggunakan baju tidur dan Vlo terlihat seksi menurut Vincent.


"Astaga, kenapa pagi-pagi aku sudah diberikan cobaan seberat ini. Bahkan baru bangun tidur pun, Vlora tampak sangat cantik," batin Vincent.


Di saat keduanya sedang sarapan bersama, tiba-tiba seorang wanita dewasa datang dengan menggandeng pria yang lebih muda, dan Vincent bisa pastikan kalau pria itu sepantaran dengannya.


"Vlo, siapa pria itu? apa selama ini kamu sudah kumpul kebo dengan pria itu?"


Vlo tidak memperdulikan teriakan Mamanya itu, dia fokus saja dengan rotinya. Setelah selesai menghabiskan dua potong rotinya, Vlo pun bangkit dari duduknya hendak ke kamarnya karena dia ingin mandi tapi Mamanya menahan lengan Vlo.

__ADS_1


"Vlo, kamu tidak jawab pertanyaan Mami? siapa pria itu?" bentak Mama Vlo dengan menunjuk ke arah Vincent.


"Memangnya kenapa? sudahlah, Mami urus saja btondongmu itu jangan pikirkan Vlo dan jangan usik kehidupan Vlo."


"Vlo, kalau kelakuan kamu seperti ini, Mami malu. Apa kata tetangga? seorang gadis sudah tinggal satu rumah dengan pria tanpa ikatan pernikahan!" sentak Mami Vlo.


Vlo menatap tajam ke arah Maminya, dan tersenyum sinis.


"Apa Mami sedang membicarakan diri Mami sendiri? kalau Mami tidak tahu apa yang sebenarnya, jangan banyak menghujat. Vlo masih punya harga diri, tidak seperti Mami," ketus Vlo.


Vlo pun dengan cepat menaiki tangga menuju kamarnya, sedangkan suami muda Mami Vlo tampak memperhatikan Vlo dengan senyuman nakalnya.


Suami mudanya itu memang hanya menginginkan uang Maminya Vlo, dan dari dulu dia mengincar Vlo tapi sayang, tidak pernah berhasil.


"Kenapa tatapan pria itu sangat menyebalkan? apa jangan-jangan dia menyukai Vlora? jangan harap, kamu bisa mendekati Vlora. Enak saja emaknya sudah diembat, sekarang ingin anaknya," batin Vincent dengan geramnya.


"Kamu siapanya Vlo? sudah sampai mana kamu berhubungan dengan Vlo?" tanya Papi tirinya Vlo.


"Hai, bagaimana pun aku ini Papi tirinya Vlo dan aku tidak akan membiarkan Vlo menikah dengan pria sembarangan."


Vincent hanya menyunggingkan senyumannya tanpa menjawab lagi ucapan Papi tiri Vlo, karena menurut Vincent, orang yang berada di hadapannya ini merupakan pria brengsek.


Sedangkan Mami Vlo, mengikuti Vlo masuk ke dalam kamar Vlo.


"Mami ngapain sih ikutin Vlo? Vlo mau mandi dan sebentar lagi mau pergi ke klinik," kesal Vlo.


"Vlo, apa Papi kamu masuk suka memberimu uang jajan?"


"Setiap bulan juga dia selalu mentransfer uang tapi Vlo tidak pernah memakainya."

__ADS_1


"Vlo, bisakah Mami meminjam uang? soalnya Mami saat ini sedang butuh uang."


Vlo menatap tajam ke arah Maminya, Vlo memang sudah hafal dengan tabi'at Maminya itu. Mami Vlo datang ke rumahnya di saat uangnya habis dan dia akan meminjam uang kepada Vlo walaupun pada kenyataannya uang itu tidak pernah diganti.


"Buat apa lagi? bulan lalu, Vlo baru saja mentransfer uang 50 juta kepada Mami dan sekarang Mami mau minjam lagi uang kepada Vlo, uang sebanyak itu dipakai apa?" sentak Vlo.


"Vlo, Mami itu banyak banget kebutuhan, uang sebanyak itu hanya cukup untuk makan dan bayar apartemen saja dan sekarang Mami ingin membuka usaha jadi Mami meminjam uang kepadamu 100 juta saja."


Vlo mengusap wajahnya dengan kasar, sungguh Vlo sangat jengkel dengan Maminya itu.


"Bukanya Mami punya suami brondong? kerjaan dia apa selama ini? dari dulu Vlo sudah bilang sama Mami, pria itu hanya ingin morotin uang Mami saja tapi Mami tidak pernah percaya sama Vlo."


"Cukup Vlo, Wendi itu sangat mencintai Mami bahkan sampai saat ini dia masih bertahan sama Mami dan itu artinya Wendi benar-benar mencintai Mami."


"Dia masih bertahan dengan Mami karena dia tahu kalau Mami punya anak kaya raya seperti Vlo, kalau anak Mami merupakan anak biasa-biasa, Vlo yakin kalau pria brengsek itu sudah meninggalkan Mami."


"Jaga ucapanmu Vlo! bagaimana pun sekarang dia sudah menjadi Papi kamu, jadi kamu harus hormati dia."


"Hormati dia? maaf Mami, Vlo tidak Sudi harus menghormati pria brengsek seperti dia. Mami belum tahu saja bagaimana bejadnya pria itu kalau di belakang Mami."


Plaaaakkk...


Mami Vlo menampar Vlo dengan sangat keras membuat Vlo membelalakkan matanya, begitu pun dengan Maminya yang terlihat terkejut karena pasalnya, sejak kecil sampai dewasa seperti ini Maminya tidak pernah memukul Vlo, dan ini adalah yang pertama kalinya.


"Jadi, Mami lebih membela pria brengsek itu dibandingkan anak Mami sendiri? baiklah, sekarang juga Mami pergi dari rumah Vlo dan jangan datang ke sini lagi!" bentak Vlo.


"Vlo, Ma-mi minta maaf."


Vlo segera menyambar handuknya dan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Maminya terdiam sembari melihat tangannya yang barusan sudah menampar pipi anaknya itu.

__ADS_1


"Astaga, kenapa aku menampar Vlo? apa yang sudah aku lakukan barusan?" gumamnya.


Ucapan Vlo memang benar, pria yang saat ini menjadi Papi tirinya adalah pria brengsek yang hanya mengincar harta Maminya. Bahkan saat ini, Mami Vlo yang harus mencari uang buat biaya makan dan bayar apartemen sedangkan pria brengsek bernama Wendi itu hanya bisa bersantai ria tanpa mau memikirkan biaya hidup mereka.


__ADS_2