Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 40 Kenyataan Pahit


__ADS_3

Shenna melajukan mobilnya menuju rumah Romi, Shenna mencoba menghubungi Romi tapi ponselnya sama sekali tidak aktif.


"Kenapa ponselmu, tidak aktif sih?" kesal Shenna.


Shenna mempercepat laju mobilnya, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Romi.


"Romi tidak mungkin melakukan semua ini, dia sangat mencintaiku," gumam Shenna dengan deraian airmata.


Hingga tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Shenna pun sampai di rumah Romi. Terlihat mobil Romi terparkir di halaman rumahnya, dan itu tandanya Romi ada di rumah.


Shenna keluar dari dalam mobilnya dan masuk ke dalam rumah Romi, sekuriti sudah melarangnya masuk tapi Shenna tidak peduli, dia terus saja masuk.


"Romi, di mana kamu!" teriak Shenna.


"Maaf Nona, jangan membuat keributan di rumah ini soalnya Tuan Romi sedang istirahat," seru Sekuriti.


Shenna hendak melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga tapi lagi-lagi sekuriti menahan Shenna.


"Lepaskan aku, aku ingin bertemu dengan Romi!" teriak Shenna.


"Tidak bisa Nona, Tuan Romi bilang saat ini beliau tidak mau diganggu."


"Kenapa Bapak menghalangi aku? Bapak kan, sudah tahu siapa aku?" bentak Shenna.


"Tapi Nona-----"


"Siapa kamu?"


Shenna dan sekuriti langsung terdiam, Shenna benar-benar terkejut melihat seorang wanita keluar dari dalam kamar Romi.


"Seharusnya aku yang tanya, siapa kamu? kenapa kamu keluar dari kamar Romi?" seru Shenna dengan geramnya.


Shenna menghampiri wanita itu dan mendorong tubuhnya, membuat sekuriti kembali menahan Shenna.


"Berani sekali kamu mendorong tubuhku, sudah lancang masuk ke rumah orang sembarangan, sekarang berani berbuat kasar kepadaku. Pasti kamu wanita ****** yang selama ini sudah menggoda Romi kan?" bentak wanita yang bernama Marsya itu.

__ADS_1


"Apa kamu bilang?"


Shenna hendak menampar Marsya tapi dengan cepat Romi menahan tangan Shenna.


"Romi," lirih Shenna.


"Kamu tidak berhak menampar dia," sahut Romi.


Shenna melepaskan tangannya dan menatap tidak percaya kepada Romi karena Romi lebih membela wanita lain dibandingkan dengan dirinya.


"Rom, siapa wanita itu? kenapa kamu lebih membela dia dibandingkan denganku?" seru Shenna dengan airmata yang mulai menetes.


"Aku istrinya Romi," seru Marsya dengan merangkul lengan Romi dengan mesra.


"Apa?"


Jantung Shenna berdetak tak karuan, napasnya mulai sesak, dan hatinya begitu sangat sakit mendengar jawaban dari wanita itu.


Shenna menghampiri Romi dan menarik baju Romi dengan emosinya. "Katakan apa yang sebenarnya sudah terjadi? bilang kalau semua ini tidak benar, dia berkata bohong kan? supaya aku marah sama kamu?" seru Shenna dengan deraian airmatanya.


Romi dengan kesal menghempaskan tangan Shenna sehingga Shenna tersungkur ke lantai.


Lagi-lagi hati Shenna sangat sakit mendengar pengakuan Romi, perlahan Shenna bangkit dan berdiri di hadapan Romi.


"Kalau kamu sudah menikah, terus apa yang sudah kamu lakukan kepadaku selama ini? mulai dari perhatian, dan ungkapan cinta kamu yang bilang kalau kamu sangat mencintaiku, bahkan kamu akan menunggu aku sampai aku bercerai dengan Ken," seru Shenna dengan bibirnya yang bergetar.


Romi menyunggingkan senyumannya. "Baru segitu saja, kamu sudah tergoda lemah sekali hatimu," ledek Romi.


"Apa kamu bilang?"


Plaaaakkk....


Shenna menampar Romi dengan kerasnya membuat Marsya merasa geram dan mendorong tubuh Shenna.


"Berani sekali kamu menampar suamiku!" bentak Marsya.

__ADS_1


"Apa salahku, Romi? kenapa kamu sampai melakukan hal setega ini? bahkan kamu berani menghancurkan perusahaanku, awalnya aku tidak percaya dengan ucapan Ken tapi sekarang aku percaya sama dia. Apa yang kamu inginkan, kenapa kamu datang kembali dan menghancurkan semuanya!" teriak Shenna dengan deraian airmata.


"Aku ingin kamu merasakan apa yang sudah aku alami selama ini, Kakekmu sudah membuat hidupku hancur bahkan kedua orangtuaku sakit-sakitan karena tidak kuat menahan semua perlakuan yang diberikan oleh Kakekmu itu. Kakekmu benar-benar jahat sudah membuat aku dan kedua orangtuaku hidup menderita, dan akhirnya mereka menyerah dan pergi meninggalkanku," seru Romi dengan tatapan tajamnya.


"Jadi, tujuan kamu hadir kembali karena kamu ingin balas dendam?" tanya Shenna dengan bibir bergetar.


"Iya, aku ingin membuat hidup kamu hancur dan merasakan penderitaan yang sudah aku alami. Beruntung Papa Karsa memungutku dan mengangkatku menjadi anaknya, beliau mendidik ku dan memberikan sebuah perusahaan kepadaku bahkan beliau menikahkanku dengan Putri tunggalnya tanpa melihat siapa aku di masa lalu dan yang terpenting Papa Karsa tidak pernah merendahkanku seperti keluargamu," seru Romi.


Hati Shenna semakin sakit, dia memilih pergi dari rumah Romi. Shenna segera berlari dan masuk ke dalam mobilnya, di dalam mobil Shenna menangis sejadi-jadinya dia tidak menyangka kalau pria yang dari dulu dia cintai justru menyimpan dendam dan ingin menghancurkannya.


Shenna segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Romi, pikirannya sangat kacau, dan dia tidak tahu harus pergi ke mana. Sementara itu, Romi menatap kepergian Shenna dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Dalam hatinya Romi merasa sedih karena bagaimana pun Shenna adalah wanita yang pernah dia cintai mungkin sampai saat ini, tapi di sisi lain dendam Romi yang sangat besar membuat dia merasa sangat senang karena sebentar lagi tujuannya tercapai yaitu menghancurkan perusahaan Shenna dan membuat Shenna bisa merasakan apa yang sudah dia rasakan selama ini.


"Kenapa hatiku sakit banget?" batin Shenna dengan deraian airmatanya.


Shenna memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Shenna langsung menuju kamarnya tanpa memperdulikan kedua orangtuanya yang sedang duduk santai itu.


"Ma, itu Shenna kan?"


"Iya Pa, tumben pulang ke rumah tidak menyapa kita? apa dia sedang ada masalah dengan Ken, ya."


"Entahlah."


Shenna masuk ke dalam kamarnya, Shenna melempar tasnya, lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya dengan posisi tengkurap. Shenna menangis sejadi-jadinya, hatinya benar-benar sangat sakit.


Sementara itu di kantor, Ken tampak mondar-mandir di dalam ruangannya, entah kenapa Ken merasa sangat khawatir kepada Shenna.


"Dia pergi ke mana? apa dia menemui pria brengsek itu?" gumam Ken.


Mama Shenna masuk ke dalam kamarnya Shenna, dilihatnya Shenna sedang terisak dengan wajah yang ia tenggelamkan di bantal.


"Ya Allah, kamu kenapa sayang?" seru Mama Shenna khawatir.


Shenna bangun dan langsung memeluk Mamanya itu, Shenna kembali menangis dipelukkan Mamanya.

__ADS_1


"Apa kamu bertengkar dengan Ken?" tanya Mama Shenna.


Shenna tidak menjawab pertanyaan Mamanya, dia terus saja menangis membuat Mama Shenna merasa khawatir.


__ADS_2