
Satu bulan pun berlalu, hari ini adalah hari pernikahan Vlo dan Vincent. Ternyata berkat kegigihan Vincent, akhirnya Vincent bisa meluluhkan hati Vlo.
Ken datang ke kantor istrinya. "Sayang!" rengek Ken.
Shenna terkejut dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba itu dengan raut wajah yang cemberut.
"Ya ampun, kamu kenapa? kok wajah kamu cemberut seperti itu?" tanya Shenna.
Shenna bangkit dari duduknya dan menghampiri suaminya itu, Ken langsung memeluk Shenna dengan manjanya.
"Sudah satu Minggu ini kamu sibuk ngurusin pernikahan Vlo, sampai-sampai kamu melupakan suamimu," rengek Ken.
Shenna melepaskan pelukan suaminya dan menatap suaminya itu dengan tatapan bingung.
"Apaan sih manja banget."
"Sudah dua hari kamu nginap di rumah Vlo dan gak pulang-pulang, kamu tahu aku merasa tersiksa."
"Astaga, baru dua hari lagipula kan aku harus bantuin sahabat aku soalnya selama ini aku sudah sering absen juga."
"Pokoknya nanti malam kamu jangan nginap lagi."
"Enggak, semuanya sudah beres kok, tinggal menunggu acaranya saja besok."
"Kalau begitu sekarang kita pulang," seru Ken.
"Gak bisa, aku ada rapat. Sebentar lagi dimulai."
Shenna segera mengambil berkas yang akan dia bawa ke ruangan rapat, tapi Ken menahannya.
"Ken, please aku sudah telat."
"Cium dulu."
"Enggak, kalau cium nanti bakalan keterusan," tolak Shenna.
Ken memeluk Shenna dan memaksa untuk mencium Shenna tapi Shenna dengan cepat menahan wajah Ken dengan berkas yang dia bawa.
"Stop, aku harus segera ke ruangan rapat, kalau mau kamu tunggu saja di sini sampai selesai aku rapat."
Dengan cepat Shenna berlari dan meninggalkan ruangannya, sedangkan Ken tampak mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
Ken benar-benar dibuat kesal oleh istrinya sendiri, jujur kali ini Ken memang sudah menjadi sosok pria yang bucinnya sudah tingkat dewa. Baru sebulan menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya membuat Ken dan Cogan tidak pernah absen untuk menggarap ladang perkebunannya.
__ADS_1
1 jam pun berlalu, Ken sampai ketiduran di sofa ruangan kerja Shenna saking lamanya menunggu Shenna selesai rapat. Shenna dan Sherly masuk ke dalam ruangan Shenna, dan Sherly terkejut saat melihat ada Ken di sana.
"Astaga ternyata ada Tuan Ken di sini, kalau begitu saya keluar dulu Bu," seru Sherly.
"Baiklah."
Shenna menghampiri Ken dan duduk di samping Ken, dielusnya pipi Ken dengan sangat lembut membuat Ken merasa sangat terganggu.
"Maafkan aku, sudah membuatmu menunggu," seru Shenna.
Ken mulai bangun dan memeluk istrinya itu. "Aku sangat merindukanmu, sayang."
"Iya, maafkan aku. Ya sudah, pekerjaanku sudah selesai apa kita mau pulang?" seru Shenna.
"Jelas dong, si Cogan sudah berontak terus minta dielus," sahut Ken.
Shenna mengusap wajah Ken dengan gemasnya. "Mesum banget."
Keduanya pun memutuskan untuk pulang, Ken sudah tidak sabar untuk bersenang-senang dengan Shenna. Apalagi sudah dua hari Ken absen, sudah dipastikan Ken akan balas dendam kepada Shenna.
***
Keesokan harinya....
Shenna sudah sangat cantik dengan gaun panjangnya, terlihat sangat seksi dan elegan. Begitu pun dengan Ken yang sudah tampan dengan jas yang senada dengan gaun Shenna.
Ken memeluk Shenna dari belakang membuat Shenna yang sedang dandan tampak kesusahan.
"Astaga Ken, lepaskan dulu aku lagi dandan ini," kesal Shenna.
"Sudah jangan dandan terlalu cantik nanti banyak yang memperhatikan kamu lagi."
"Ishh..ishh..ishh...justru aku harus dandan cantik, biar mereka semua tahu kalau istri Kendrik Malvino itu tidak ada duanya."
Shenna membalikan tubuhnya dan sekilas mencium bibir Ken.
"Hai jangan mulai, kamu mau kita gak jadi pergi gara-gara aku terkena senggolanmu," seru Ken.
"Apaan sih, baru segitu juga. Ayo kita pergi, aku gak mau telat," seru Shenna.
Sementara itu, Gian sudah menunggu kekasihnya di luar rumah sembari menyandarkan tubuhnya ke body mobil.
Malam ini Gian juga tampil dengan sangat tampan, tidak lama kemudian Jenny pun keluar dengan sangat cantiknya membuat Gian melongo.
__ADS_1
"Maaf, sudah menunggu lama," seru Jenny.
"Wah, apa aku tidak salah lihat kalau malam ini ada bidadari di hadapan aku," sahut Gian.
"Apaan sih, gak pantes kamu ngegombal sudah biar aku saja yang gombalin kamu," sahut Jenny.
Gian tersenyum dan membukakan pintu mobil untuk Jenny, pacaran bersama Jenny membuat Gian berubah yang awalnya dingin dan cuek sekarang sudah lumayan tidak kaku dan sering tertawa juga.
Di sebuah hotel mewah dan megah, Vlo sudah sangat cantik dengan gaun pengantinnya bahkan Vincent tidak mau jauh-jauh dari wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
"Kamu bisa tidak, lepaskan tanganku? pegal tahu dari tadi kamu pegangin terus," kesal Vlo.
"Enggak, aku takut kamu kabur."
"Astaga, memangnya aku mau kabur ke mana? ada-ada saja," sahut Vlo dengan kesalnya.
Vincent tidak kalah bucinnya daripada Ken, bahkan Vincent sudah bucin sejak pacaran dan sekarang bucinnya sudah sangat parah dan sudah masuk tahap kronis tidak bisa diobati.
Shenna, Jenny, dan Vlo terlihat berfoto bersama dan para pria tidak mau mengganggu kebahagiaan para wanitanya.
"Bagaimana kalau kita honeymoon bersama?" seru Vincent.
"Ide bagus," sahut Ken.
"Hai, terus aku sama Jenny bagaimana? kalian enak sudah menikah, sedangkan kita belum halal," keluh Gian.
"Sudah gak apa-apa, kita liburan bersama saja nanti pulang liburan, kamu langsung nikahi Jenny," sahut Vincent.
"Benar, selama ini kita sibuk dengan urusan masing-masing apa salahnya kita membuat para wanita bahagia. Lagipula mereka itu tidak bisa dipisahkan, kalau yang satu liburan pasti yang dua pun harus ikut," seru Ken.
"Kapan kita berangkat?" tanya Gian.
"Besok sajalah," sahut Ken.
"Hah, kok mendadak sekali sih? memangnya bisa ya pesan tiket pesawat dalam waktu semalam?" tanya Gian polos.
Vincent seketika tertawa terbahak-bahak. "Apa yang tidak bisa? Ian, dengar ya, walaupun tidak bisa memesan tiket pesawat, kamu jangan khawatir Ken sama Shenna itu masing-masing punya jet pribadi, jadi gak usah bingung," sahut Vincent.
Gian tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Gian baru sadar kalau diantara ketiganya hanya dia saja yang orang biasa-biasa saja bahkan tidak punya apa-apa.
Bagi pembaca yang sudah setia dengan karyaku dari sampai sekarang, akan mendapatkan buku dari Author jadi bersiap-siaplah, siapa tahu di antara kalian ada yang beruntung.
__ADS_1