
Keesokan harinya....
Shenna mengerjapkan matanya, di saat kesadarannya sudah terkumpul, Shenna tampak mengerutkan keningnya saat merasa kalau perutnya terasa sangat berat.
Shenna menoleh ke arah perutnya, ternyata tangan kekar Ken sudah melingkar di sana membuat Shenna kaget.
"Astaga, kenapa dia bisa tidur seperti ini?" batin Shenna.
Perlahan Shenna mengangkat tangan Ken tapi tiba-tiba Ken menggerakkan tubuhnya dan memeluk Shenna semakin erat, membuat tubuh keduanya semakin dekat.
Shenna melotot saat wajahnya berhadap-hadapan dengan wajah Ken, bahkan napas Ken pun sudah terasa menyapu wajahnya.
Deg..deg..deg..
Jantung Shenna kembali berdegup kencang, apalagi Shenna memperhatikan wajah Ken yang tampan itu.
"Ternyata, dia tampan juga ya," batin Shenna dengan senyumannya.
Perlahan Shenna mengangkat tangan Ken dan menyingkirkannya dari perutnya, Shenna mulai bangkit secara perlahan karena takut membangunkan Ken.
Dengan cepat Shenna masuk ke dalam kamar mandi, tidak membutuhkan waktu lama Shenna pun selesai mandi. Dengan cepat, Shenna memakai baju kerjanya. Di saat Shenna sedang berdandan di depan cermin, Ken mulai bangun dan melihat ke arah Shenna.
Tanpa banyak bicara, Ken bangun dan langsung menyambar handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi. Shenna tidak memperdulikannya, dia lalu mengikat rambutnya tinggi-tinggi sehingga lehernya yang jenjang dan putih terpampang nyata.
"Astaga, mataku masih terlihat sedikit bengkak," gumam Shenna.
Beberapa saat kemudian, Ken pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Ken mengeringkan rambutnya yang basah, sembari melihat ke arah Shenna yang masih asyik dandan.
"Ngapain dia ikat rambut seperti itu segala? apa dia ingin menggoda para pria di luaran sana dengan memperlihatkan lehernya itu," batin Ken dengan kesalnya.
Ken segera menghampiri Shenna dan menarik ikatan rambut Shenna membuat Shenna terkejut.
"Ken, apa-apaan sih kamu?" sentak Shenna.
"Kamu tidak lihat diluar mendung, sepertinya mau hujan mana udaranya dingin jadi jangan ikat rambut kamu nanti kedinginan," seru Ken santai.
Shenna melihat ke arah jendela, matahari baru saja muncul dengan sinarnya yang begitu hangat.
"Mendung apanya? di luar cerah seperti itu," kesal Shenna.
"Pokoknya kamu jangan ikat rambut kamu, seperti itu lebih bagus."
"Kenapa kamu selalu saja, menyebalkan," kesal Shenna.
__ADS_1
Ken tidak memperdulikan ocehan Shenna, dia segera menuju ruangan tempat ganti baju sedangkan Shenna duduk di ujung ranjang dan memakai heelsnya.
"Hari ini kita harus datang ke kantor polisi mengenai kasus kemarin, karena para pemegang saham saat ini melaporkan pria yang sangat kamu cintai itu ke polisi," seru Ken dari balik ruangan.
"Aku gak mau bertemu dengan orang itu, kamu saja yang pergi ke kantor polisi," sahut Shenna.
Ken selesai berpakaian dan keluar dari ruangan itu.
"Tidak bisa, pokoknya hari ini kamu harus ikut ke kantor polisi."
Shenna mendelikan matanya ke arah Ken, Shenna bangkit dari duduknya dan segera mengambil tasnya. Ken mendongakkan kepalanya dan merasa terkejut saat melihat penampilan Shenna.
Seperti biasa, Shenna memakai rok putih di atas lutut yang menempel ketat di tubuhnya dengan dipadu padankan dengan kemeja warna krem yang ketat juga sehingga mencetak setiap lekuk tubuh Shenna yang indah itu.
"Tunggu, berhenti kamu!" teriak Ken.
Shenna yang hendak membuka pintu, tiba-tiba menghentikan gerakannya saat mendengar teriakan Ken.
"Ada apa lagi sih?" kesal Shenna.
"Ganti pakaianmu dengan yang lebih sopan."
Shenna memperhatikan penampilannya sendiri. "Memangnya ada apa dengan pakaianku? setiap hari aku selalu berpakaian seperti ini kok. Tidak sopannya dari sebelah mana?" kesal Shenna.
"Apa?"
"Jangan banyak membantah, dengarkan dan ikuti apa kataku ini."
"Apa sih maksudmu?" kesal Shenna.
"Aku tidak akan mengizinkanmu keluar dengan berpakaian seperti itu, aku tidak ingin kamu di ganggu pria hidung belang."
"Cih, sejak kapan kamu memperdulikan penampilanku?"
Ken melangkahkan kakinya, lalu mengunci pintu kamarnya kemudian Ken menyimpan kuncinya di kantong celananya.
"Aku tidak akan membuka pintunya sebelum kamu mengganti pakaianmu."
"Ih, kenapa semakin hari, kamu semakin menyebalkan sih!" sentak Shenna.
"Lihatlah, kakimu begitu terlihat," seru Ken dengan kesalnya.
Shenna menganga dengan ucapan Ken. "Apa kamu merasa terganggu dengan penampilanku? aku tahu wajahku begitu cantik, seksi, dan menawan."
__ADS_1
"Sudah jangan banyak bicara, cepat ganti pakaian kamu. Jika kamu tidak menurut, kamu pergi dari rumahku dan aku akan menarik semua pemegang saham kamu supaya pindah ke perusahaanku!" ancam Ken.
"Ishh, Kendrik Malvino, kamu sungguh sangat menyebalkan!" teriak Shenna.
Dengan menghentak-hentakkan kakinya, Shenna pun menuju ruangan ganti baju dan terpaksa mengganti pakaiannya. Sedangkan Ken menyunggingkan senyumannya karena sudah merasa menang.
Ken duduk di sofa dengan mengotak-ngatik ponselnya dan tidak lama kemudian, Shenna keluar dengan memakai dress sebatas lutut dengan atasannya memakai blazer.
"Nah, ini baru pas," seru Ken.
"Cepat buka pintunya," ketus Shenna.
Ken membuka pintu kamarnya, keduanya menuruni anak tangga dan di meja makan, Naufal sudah duduk manis menunggu kedua Kakaknya itu.
"Pagi, Kakak Ipar!"
"Pagi, Dek."
"Kakak ipar cantik sekali."
"Tidak usah menggombal, masih pagi," ketus Ken.
"Abang apaan sih? aku kan, cuma memuji kakak iparku yang sangat cantik ini," sahut Naufal.
Shenna hanya tersenyum mendengar pujian dari adik iparnya itu, sedangkan Ken merasa sangat kesal mendengar ada orang lain yang menyebut Shenna cantik padahal orang itu adiknya sendiri.
"Pokoknya pagi ini kamu harus ikut ke kantor polisi," seru Ken.
Shenna tidak menjawab sama sekali, sungguh Shenna sudah tidak mau bertemu dengan Romi lagi, pria yang sudah membuatnya patah hati untuk kedua kalinya itu.
Selesai sarapan, Shenna dan Ken segera menuju kantor polisi. Selama dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan sama sekali diantara keduanya.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka sampai di kantor polisi. Shenna tampak terkejut karena sudah banyak sekali wartawan di sana.
"Lah, kok banyak wartawan sih?" seru Shenna.
"Kamu lupa siapa kita? kasus ini adalah kasus besar dan menyangkut pengusaha ternama jadi wajarlah kalau banyak wartawan," sahut Ken.
Tora dan Sherly segera menghampiri mobil Ken dan bersiap untuk melindungi para Bosnya itu. Benar saja, para wartawan langsung mengerumuni mobil Ken dan ingin mewawancarai Ken dan Shenna.
Ken langsung menggenggam tangan Shenna membuat Shenna tersentak.
"Wawancaranya nanti saja setelah kami selesai mengurus semuanya, jadi sekarang tolong jangan halangi jalan kami!" tegas Ken.
__ADS_1
Ken segera menarik tangan Shenna dan terus berjalan memasuki kantor polisi, sedangkan Shenna terus saja melihat tangannya yang sedang digenggam oleh Ken. Jantung Shenna kembali berdebar tak karuan, apakah itu pertanda kalau Shenna sudah mulai jatuh cinta kepada Ken.