Hi, Ladys! I Love You

Hi, Ladys! I Love You
Bab 34 Pertengkaran Ken Dan Shenna


__ADS_3

Romi mengantarkan Shenna ke kantornya, hati Shenna saat ini sedang berbunga-bunga karena pria yang sangat dia cintai akhirnya kembali dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Nona, ini berkas yang Nona minta."


"Terima kasih, Sher."


"Maaf Nona, sebenarnya waktu tadi Nona di restoran, Tuan Ken juga ada di sana," seru Sherly.


Shenna terdiam, dan langsung menatap Sherly.


"Jadi, dia tahu dong kalau aku bertemu dengan Romi?"


"Tahu Nona."


Shenna sedikit merasa bersalah, walaupun Shenna tidak mencintai Ken tapi bagaimana pun Ken tetap suaminya.


"Ya sudah, kamu boleh kembali bekerja."


"Baik Nona."


Sherly keluar dari ruangan Shenna, sedangkan Shenna tampak menyandarkan tubuhnya dengan tatapan lurus ke langit-langit ruangannya.


"Ah, kenapa aku merasa gak enak? bodo amat kali aja setelah ketahuan aku sama pria lain, si Ken mau menceraikan aku," gumam Shenna.


***


Malam pun tiba...


Shenna melangkahkan kakinya dengan gontai, sungguh malam ini Shenna sangat lelah.


"Malam, sayang!"


Shenna membelalakkan matanya saat melihat Romi sudah berdiri di depan kantor Shenna.


"Romi, ngapain kamu di sini?"

__ADS_1


"Aku mau jemput kamu."


"Kok, gak hubungi aku dulu?"


"Buat apa? mending langsung ke sini saja," sahut Romi dengan senyumannya.


Shenna tampak tersenyum kecut. "Tapi aku gak bisa sedekat ini kalau diluaran, Rom."


"Kenapa?"


"Bagaimana pun aku sudah punya suami, dan saat ini semua gerak-gerik aku mau pun Ken selalu di sorot. Jadi, kalau ketahuan bisa jadi berita heboh ini," sahut Shenna.


"Memangnya suamimu siapa? dan pemilik perusahaan mana?" tanya Romi.


"Namanya Kendrik Malvino."


"Serius kamu? suami kamu Kendrik Malvino, pengusaha yang saat ini sedang sukses dan terkenal di mana-mana."


Shenna menganggukkan kepalanya, Romi pun menarik tangan Shenna untuk segera masuk ke dalam mobilnya.


"Mau langsung pulang atau makan malam dulu?" tanya Romi.


"Loh, bukannya kamu dan suami kamu tidak saling mencintai? jadi ngapain dia nungguin kamu?" tanya Romi.


Shenna hanya diam saja, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Romi.


"Ya sudah, ayo masuk!"


Romi membukakan pintu mobil untuk Shenna, tapi baru saja Shenna akan masuk, sebuah tangan menarik lengan Shenna membuat Shenna tersentak kaget.


"Ken."


"Memangnya anda tidak tahu, kalau Shenna sudah menikah? kalau anda tidak tahu, silakan baca di majalah bisnis, di sana foto aku dan Shenna selalu terpampang di bagian paling depan," seru Ken dingin.


Ken menarik lengan Shenna dan memasukan Shenna ke dalam mobilnya, dengan perasaan kesal Ken pun mulai melajukan mobilnya.


Romi hanya bisa melihat kepergian Shenna. "Sial," gumam Romi dengan menendang ban mobilnya.


Sementara itu di dalam mobil, Shenna terlihat sangat kesal dengan perlakuan Ken terhadapnya.

__ADS_1


"Kamu apa-apaan sih, Ken? main tarik tangan orang sembarangan!" sentak Shenna.


Ken tidak mendengarkan ocehan Shenna, hingga beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah. Ken kembali menarik lengan Shenna membuat Shenna merasa kaget dengan perlakuan kasar Ken.


"Astaga Bang, kok Kakak ipar ditarik-tarik sih?" teriak Naufal.


Ken lagi-lagi tidak mendengarkan teriakan adiknya itu, dia langsung membawa Shenna ke dalam kamarnya dan melempar Shenna ke atas tempat tidur.


Ken dengan cepat mengunci kamarnya membuat Shenna semakin emosi.


"Kamu apa-apaan sih, Ken? kenapa kamu kasar seperti ini? kalau kamu kasar, lebih baik kita bercerai saja!" bentak Shenna.


"Berani kamu mengatakan kata cerai, aku tidak akan membiarkan hidup selingkuhanmu itu tenang!" bentak Ken.


Shenna membelalakkan matanya, dengan cepat dia menghampiri Ken dan mendorong tubuh Ken.


"Selingkuhan? kamu mengatakan itu seolah-olah aku adalah wanita yang tidak baik."


"Memang kamu bukan wanita baik-baik, buktinya masih punya suami sudah berani jalan dengan pria lain. Dimana otak kamu, Shenna? bagaimana kalau orangtua kita sampai tahu? kamu mau membuat mereka sedih?" bentak Ken dengan mata yang memerah.


Mata Shenna mulai berkaca-kaca, baru pertama kali ini Shenna dibentak-bentak oleh pria bahkan Papanya sendiri tidak pernah membentaknya.


"Kalau aku bukan wanita baik-baik, sekarang juga ceraikan aku. Aku sudah muak hidup denganmu, aku sudah capek harus pura-pura bahagia!" teriak Shenna dengan deraian airmatanya.


Emosi Ken semakin tersulut, dia mencengkram kedua pundak Shenna membuat Shenna merasa takut.


"Apa kamu ingin hidup dengan pria itu? jadi, kamu lebih memilih hidup dengan pria itu dan mengabaikan kebahagiaan orangtuamu sendiri? pakai otakmu Shenna, Papa Miko saat ini kondisinya tidak baik-baik saja kalau kita bercerai sekarang, apa kamu mau menanggung akibatnya? apa kamu mau melihat Papa kamu kenapa-napa?" bentak Ken dengan melepaskan cengkeramannya.


"Bukannya kamu tidak mencintaiku? bukannya kita menikah karena terpaksa? tapi kenapa kamu tidak mau bercerai denganku?" teriak Shenna.


"Aku memang tidak menginginkan pernikahan ini, tapi aku lebih mementingkan kebahagiaan orangtuaku daripada kebahagiaanku sendiri. Suatu saat aku pasti akan menceraikan mu, tapi tidak sekarang jadi aku minta sama kamu, tolong tahan sebentar dan bilang kepada pacarmu itu untuk menunggumu beberapa bulan ke depan."


Ken segera membuka kunci pintu kamarnya dan pergi dari dalam kamar dengan membanting pintu kamar membuat Shenna tersentak kaget.


Shenna terduduk di ujung ranjang dengan deraian airmata, entah kenapa Shenna merasa sakit hati saat mendengar Ken menyebutnya bukan wanita baik-baik.


Sedangkan Ken, dia masuk ke dalam ruangan kerjanya dan membanting pas bunga yang ada di atas meja kerjanya.


"Brengsek!" teriak Ken.

__ADS_1


Ken benar-benar sangat emosi melihat Shenna bersama pria itu, atau jangan-jangan saat ini Ken sudah mulai menyukai Shenna.


__ADS_2