
Vlo melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dan saat ini waktunya pulang. Vlo begitu sangat malas untuk pulang, karena Mami dan brondongnya pasti masih di rumah.
"Silakan, Nona."
Vincent membukakan pintu mobil untuk Vlo, selama dalam perjalanan Vlo tampak diam saja tidak banyak bicara membuat Vincent merasa bingung.
"Nona, apa kita langsung pulang?"
"Kita ke bar xxx saja."
"Loh, Nona mau ngapain ke tempat seperti itu?" tanya Vincent kesal.
"Aku ingin menenangkan diri saja, aku malas pulang ke rumah karena pasti wanita itu dan brondongnya masih ada di rumah."
"Tapi Nona----"
"Kamu siapa berani ngatur-ngatur aku, sudah jangan banyak membantah, ikuti saja perintahku!" bentak Vlo.
"Baik Nona."
Vincent tidak suka Vlo datang ke tempat seperti itu, padahal Vincent tidak tahu kalau Vlo dan kedua sahabatnya sering sekali pergi ke Bar.
Saat ini Vlo terpaksa harus pergi sendiri karena Shenna dan Jenny sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
Sesampainya di Bar, Vlo pun memesan privat room karena untuk saat ini Vlo sama sekali tidak ada yang mau mengganggu.
Kali ini Vlo memesan bir, untuk pertama kalinya Vlo memesan bir karena selama ini dia dan sahabat-sahabatnya hanya memesan minuman yang tidak mengandung alkohol.
"Kamu mau pesan apa? pesan saja sesuka hatimu, biar nanti aku yang bayar," seru Vlo.
Vincent tidak pesan apa-apa, dia hanya duduk di pojokan dengan mengotak-ngatik ponselnya. Vlo mulai mencicipi bir yang dia pesan itu, dan Vlo terlihat memperlihatkan raut wajah yang tidak enak.
__ADS_1
"Astaga, rasanya pahit banget," gumam Vlo.
"Nona belum pernah minum bir?" tanya Vincent.
"Belum, selama ini aku sering ke Bar tapi aku tidak pernah memesan minuman seperti ini. Minuman ini sama sekali tidak enak, tapi kenapa orang-orang banyak sekali memesan minuman seperti ini."
"Kalau belum pernah minum, ngapain pesan minuman seperti itu?"
"Aku lagi stres, Vincent. Aku ingin melupakan masalahku untuk sekejap biar otak ku gak mumet."
"Kalau boleh tahu, kenapa Nona sangat membenci Mami Nona sendiri?" tanya Vincent.
Vlo kembali meneguk birnya, karena Vlo baru pertama kali meminum bir, membuat Vlo langsung mabuk.
"Kamu tahu, selama pernikahan kedua orangtuaku mereka melakukan hubungan yang dinamakan open Marrige. Artinya, baik Mami dan Papi bebas berselingkuh dengan siapa pun tanpa ada larangan dari kedua belah pihak."
"Apa?"
Vlo tersenyum sinis. "Itu sangat menjijikan Vincent, setiap malam aku harus mendengar suara-suara memuakkan. Makanya aku bekerja keras, supaya aku bisa membuat rumah sendiri dan tidak melihat kelakuan mereka lagi," sahut Vlo dengan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Vlo kembali meneguk birnya tapi Vincent menahannya.
"Sudah hentikan Nona, Nona sudah mabuk."
"Lepaskan Vincent, kamu hanya sopir aku, jadi kamu tidak usah melarang ku."
Vlo kembali meneguk birnya, Vincent tidak bisa menghentikan Vlo. Dia hanya bisa membiarkan Vlo melampiaskan semua emosinya.
Beberapa saat kemudian, Vlo pun sudah terlihat sangat mabuk dan tidak sadarkan diri.
"Astaga, baru minum setengah botol saja sudah mabuk," gumam Vincent.
__ADS_1
Vincent pun menyimpan beberapa lembar uang di atas meja, kemudian menggendong Vlo membawanya keluar dari Bar itu.
Selama dalam perjalanan, Vincent terus saja melihat Vlo yang sudah tertidur di jok belakang.
"Kamu memang wanita hebat Vlo, bisa membuktikan kepada orangtua kamu kalau kamu bisa menjadi orang yang sangat sukses sekarang," gumam Vincent.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Vincent pun sampai di rumah Vlo dan ternyata Mami dan brondongnya masih ada.
Vincent kembali mengangkat tubuh Vlo dan membawanya masuk.
"Kenapa Vlo? apa yang sudah kamu lakukan sama Vlo?" sentak Mami Vlo.
"Saya tidak melakukan apa-apa kepada Nona Vlo," sahut Vincent.
Tiba-tiba suami brondongnya Mami Vlo datang dan mencium bau minuman dari Vlo.
"Vlo mabuk, kamu membawa Vlo mabuk? supaya kamu bisa ngapa-ngapain Vlo, iya kan?" sentak si Brondong yang bernama Sammy itu.
Vincent malas mendengar ocehan pria yang seumurannya itu. Dia pun hendak melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga tapi lagi-lagi Sammy menahan Vincent.
"Sini, biar Vlo aku yang bawa," seru Vlo.
"Tidak usah, aku masih bisa bawa Nona Vlo," tolak Vincent.
"Aku ini Papinya, jadi aku lebih berhak atas Vlo dibandingkan kamu!" sentak Sammy.
Vincent menatap tajam ke arah Sammy, Vincent pun menabrak tubuh Sammy dan langsung pergi meninggalkan Sammy dan Mami Vlo.
"Sial," batin Sammy.
Vincent pun merebahkan tubuh Vlo di atas tempat tidur, lalu menyelimuti tubuhnya Vlo.
__ADS_1
"Pria itu pasti akan berbuat macam-macam kepada Vlo," batin Vincent.
Vincent pun mengambil kunci kamar Vlo dan menguncinya dari luar, Vincent takut pria itu tiba-tiba masuk ke dalam kamar Vlo dan memanfaatkan keadaan Vlo yang sedang mabuk itu.