
Keesokan harinya....
Pagi ini mood Shenna begitu sangat tidak baik, dia benar-benar marah akan keputusan kedua orangtuanya yang memaksa dia untuk menikah.
Shenna ingin sekali berontak dan menolak pernikahan ini, tapi kondisi kesehatan Papanya tidak memungkinkan. Shenna takut jantung Papanya kambuh lagi.
"Shenna, hari ini kamu tidak usah kerja dulu," seru Mama Sintya.
"Memangnya kenapa, Ma?"
"Soalnya kamu dan Ken harus foto prewedding dulu untuk di tempel di undangan pernikahan kamu nanti."
"Astaga Mama, hari ini Shenna lagi banyak pekerjaan. Gak usah prewedding segala lah, undangan biasa saja," tolak Shenna.
"Mana ada pengusaha sukses seperti kamu dan Ken undangannya biasa-biasa saja, harus yang luar biasa dong, biar semua orang tahu kalau yang menikah itu Shenna LIORA Audrey dengan Kendrick Malvino."
"Apaan sih Mama, norak banget."
"Pokoknya Mama gak mau tahu, hari ini kamu jangan kerja dan sebentar lagi Ken, Naufal, dan kedua orangtuanya akan datang ke sini untuk melakukan foto prewedding."
Shenna benar-benar sangat kesal dengan Mamanya itu, moodnya benar-benar sangat buruk dan bisa dipastikan kalau ada seorang saja yang berani mengganggunya, mereka akan terkena semprotan dari Shenna.
Seorang ART datang menghampiri ke meja makan.
"Maaf Nyonya, di luar ada orang-orang yang mengatakan dari butik langganan Nyonya."
"Oh iya, suruh mereka masuk."
"Baik Nyonya."
ART itu pun menyuruh semua orang untuk masuk, mereka adalah orang-orang yang akan mendandani Shenna dan Ken nanti. Mereka juga membawa beberapa gaun untuk digunakan Shenna dan Ken saat sesi prewedding nanti.
Sementara itu di perjalanan, Naufal membawa mobil Ken.
"Bang, Kak Shenna punya teman-teman cantik-cantik, suruh kenalin sama aku dong mumpung aku lagi jomblo ini," seru Naufal.
"Ogah, ngomong saja sendiri. Ma, Pa, hari ini Ken ada rapat bisa tidak preweddingnya di tunda saja," seru Ken.
"Urusan kantor kan, ada Tora. Pokoknya Mama tidak mau tahu, sekarang kamu dan Shenna harus foto prewedding," sahut Mama Elsa.
"Ma, kalau Bang Ken gak mau menikah sama Kak Shenna, Naufal saja yang menggantikannya, Naufal akan menerimanya dengan senang hati," seru Naufal.
Ken memukul kepala Naufal membuat Naufal meringis kesakitan.
__ADS_1
"Jangan macam-macam, kuliah yang benar jangan mikirin nikah dulu," sentak Ken.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Ken pun sampai di rumah Shenna. Ken dan Shenna langsung dipaksa untuk mengganti baju mereka dengan gaun dan jas.
Shenna dan Ken benar-benar benci harus melakukannya, mereka sama sekali belum mau menikah karena menurut mereka, menikah itu ribet dan hanya menyusahkan saja.
Setelah ganti baju, keduanya langsung menuju tempat pemotretan. Shenna dan Ken sama-sama memasang wajah masam, keduanya berdiri berjauh-jauhan.
"Astaga Abang, masa foto prewedding jauh-jauhan seperti itu sih? berdekatan dong," seru Naufal.
Shenna dan Ken dengan terpaksa berdekatan.
"Pegang tangan Kak Shenna, Bang."
"Diam kamu! bawel banget dari tadi!" bentak Ken.
"Ken, tubuh kamu jangan kaku dong, lentur dikit napa? pegang tangan Shenna, dan bersikap romantis sedikit," seru Mama Elsa.
Shenna dan Ken tampak ragu untuk berpegangan tangan, hingga Ken pun menarik kasar tangan Shenna membuat Shenna tersentak.
"Kamu bisa pelan-pelan tidak? lembut sedikit kek," kesal Shenna.
"Gak bisa, sudah jangan banyak bicara, biar acara konyol ini cepat selesai," sahut Ken.
Ken yang mendengar ledekan Naufal merasa sangat kesal, dia melepas sepatunya dan ingin melemparnya ke wajah Naufal, tapi Naufal dengan cepat berlari dan bersembunyi di balik tubuh Mamanya.
"Awas kamu curut, aku gak bakalan kasih uang bulanan lagi sama kamu," geram Ken.
"Sudah-sudah. Ken, coba kamu peluk Shenna dari belakang sepertinya lucu deh," seru Mama Elsa.
Ken yang tidak bisa lama-lama, langsung menarik pinggang Shenna dengan kasarnya dan lagi-lagi itu membuat Shenna kaget dan menyikut perut Ken. Ken meringis kesakitan, sedangkan Naufa dan kedua orangtua Shenna dan Ken hanya bisa menepuk jidat mereka masing-masing.
"Jangan kasar, sakit tahu," geram Shenna.
"Perut aku juga sakit."
"Ken, sayangku, tampanku, ayo dong jangan begitu bersikaplah senatural mungkin," bujuk Mama Elsa.
Ken pun kembali memeluk Shenna dari belakang, Ken sangat erat memeluk Shenna membuat Shenna berontak dengan menginjak kaki Ken.
"Wadaw, dasar wanita gila!" teriak Ken.
"Kamu mau bunuh aku ya? meluknya erat banget, perut aku sakit!" bentak Shenna.
__ADS_1
"Ma, sudahlah gak usah foto-fotoan, gak bakalan berhasil," seru Naufal.
Akhirnya mereka pun menyerah, dipaksakan juga gak bakalan berhasil. Shenna dan Ken segera ganti baju dan berangkat ke kantor masing-masing.
"Bagaimana ini Jeng, apa pernikahan ini akan berhasil?" seru Mama Sintya.
"Jeng Sintya jangan khawatir, kalau mereka sudah menikah dan tinggal bersama, saya yakin cinta akan tumbuh di hati mereka," sahut Mama Elsa.
"Mudah-mudahan ya, Jeng."
***
1 Minggu kemudian...
Hari ini adalah hari pernikahan Shenna dan Ken, Ken tampak mondar-mandir di kamar hotelnya merasa gugup.
Walaupun Ken tidak mencintai Shenna, tapi entah kenapa dia begitu gugup.
"Santai Bang, tarik napas dan hembuskan secara perlahan," seru Naufal.
Ken dengan polosnya mengikuti apa yang diperintahkan oleh adiknya. Tidak jauh berbeda dengan Ken, Shenna juga merasakan hal yang sama. Tangan Shenna sudah sangat berkeringat.
"Kenapa?" tanya Vlo.
"Gugup," sahut Shenna.
"Katanya gak cinta sama Ken, tapi kok gugup?" goda Jenny.
"Ini bukan masalah cinta atau tidaknya, aku gugup karena setelah acara ini selesai, hidupku akan berubah sepenuhnya termasuk status juga," ketus Shenna.
"Sayang, ayo turun. Ken sudah menunggu di bawah," seru Mama Sintya.
Vlo dan Jenny dengan sigap mengulurkan tangannya, dan Shenna pun memegang tangan kedua sahabatnya itu.
Tidak membutuhkan waktu lama, Shenna dan kedua sahabatnya sampai di ballroom hotel mewah itu. Lagi-lagi Ken terpana akan penampilan Shenna tapi Ken berusaha mengusir rasa kagumnya dari pikirannya.
Shenna duduk di samping Ken, Ken mulai menjabat tangan Papa Miko dan dengan lancarnya Ken mengucapkan ijab kabul. Semua orang tampak bahagia, bahkan Naufal selalu mencari kesempatan untuk berdekatan dengan Vlo dan Jenny.
"Hai anak kecil, ngapain kamu ikutin kita terus? sana jauh-jauh," ketus Vlo.
"Jangan panggil aku anak kecil, Kakak. Walaupun aku dianggap anak kecil oleh Kakak-kakak cantik, tapi bisa dibuktikan kok kalau aku juga sudah bisa buat anak kecil," sahut Naufal dengan polosnya.
"Wah, bahaya nih bocah. Hai bocah, lebih baik sekarang kamu pikirin saja sekolah kamu jangan sok-sokan menggoda kita karena jam terbang kamu belum jauh, jadi enyahlah dari pandangan kita," seru Jenny.
__ADS_1
Vlo dan Jenny pun pergi meninggalkan Naufal, mereka sangat malas meladeni anak ingusan yang masih polos itu.